Halaman

Remaja, Bagaimana Memilih Teman ?

Oleh Rusyadi IS.

MENCARI teman atau sahabat itu mudah, jika hanya sekadar berteman atau bersahabat. Tapi bukan hanya itu yang kita kehendaki. Setiap orang, termasuk remaja, menghendaki pertemanan yang baik, tidak buruk sangka, se-iya sekata, saling memahami, saling merasakan suka duka, gembira dan lainnya. Pendeknya berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Jika itu telah saling dirasakan maka arti teman sangat berharga sekali. Lebih berharga dari uang dan emas permata yang kita miliki. Banyak orang mengira, berteman adalah saling memberi, demikian dan sebaliknya, saling merasakan pahit. Padahal bukan hanya itu yang dikatakan berteman dan bersahabat.
Berteman adalah take and give, saling memberi dan menerima. Ada saatnya kita memberi, suatu saat juga kita menerima. Jadi kondisi dan situasi take and give ini harus balance (seimbang).
Berteman adalah juga bersahabat. Sahabat adalah kawan, teman, atau handai. Sahabat karib mempunyai makna lebih dalam dari itu, yaitu teman akrab. Akrab dan karib sendiri akar kata asalnya adalah dari bahas Arab, yaitu qorib, artinya dekat. Teman adalah kawan atau sahabat. Berteman adalah juga berkawan atau bersahabat (KBBI, hal 1029). Jika dilihat dari akar katanya, kata sahabat sendiri mempunyai makna psikologis (kejiwaan) bagi orang yang mendengarnya, tentu sesuai dengna makna aslinya.
Tidak setiap orang dapat dijadikan teman, oleh karena itu jangan berteman kecuali dengan orang yang sekiranya ada kecocokan dan pantas dijadikan teman atau sahabat. Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Seseorang adalah dalam agama kekasihnya, maka lihatlah salah seorang dari kamu semua siapakah yang dikasihi".
Imam Al-Ghazali membagi teman dalam tiga klasifikasi: 1 Teman dalam agama (akhirat). Ini adalah teman yang utama.; Karena ia dapat menjaga kita dari hal-hal buruk yang ditimbulkannya. 2 Teman hedonisme (duniawi). Ambillah nilai positifnya dari teman seperti ini, tapi tentu kita jangan jatuh pada hedonisme (hura-hura) yang akan ditimbulkannya. Biasanya teman yang hedonis ini, banyak tahu tentang berbagai hal, hanya gaya funky-nya yang berlebihan sehingga merusak moral remaja.
3. Teman dalam ketenangan hati dan pikiran. Tipe teman ketiga ini bagi remaja adalah curah pendapat tentang berbagai hal. Terutama masalah-masalah psikologis, keluarga atau persoalan seputar teman lainnya. Jenis teman ketiga ini dapat diajak bertukarpikiran sehingga masalah-masalah yang dihadapi dapat teratasi.

Kriteria teman baik
Untuk memudahkan para remaja, ada beberapa trik khusus agar kalian dapat selamat menjalani pergaulan dengan teman-temanmu. Juga agar kamu-kamu sukses dan terhindar dari julukan "remaja kurang ajar", padahal kamu kan remaja "terpelajar". Untuk itu, ada beberapa kriteria khusus yang hendaknya kamu pegang dalam memilih teman atau sahabat.

Pertama, orang yang berakal. Beruntung jika kamu mempunyai teman yang senantiasa menggunakan akal sehat dalam berpikir dan bertindak. Sebab berteman dengan orang yang rusak akalnya tentu tidak memperoleh kebaikannya, bahkan tidak akan tentram hati. Orang pintar dan cerdas senantiasa membantu memberikan solusi dalam hal-hal rumit ketika menghadapi masalah yang sulit.
Peribahasa berbunyi, "Musuh yang cerdik lebih baik daripada teman yang rusak akalnya." Ini menunjukkan betapa sangat berguna sekali orang pintar, dalam situasi sesulit apapun akalnya senantiasa berguna.

Kedua, orang yang bermoral (berakhlak) baik. Orang yang bermoral baik senantiasa menjaga sopan santun, martabat diri dan orangtua. Al-Qomah Al-Atharidi mengatakan: Jika kamu berteman dan bergaul dengan orang, carilah dan pilihlah orang yang jika kamu layani, ia senantiasa menjagamu. Dan jika kamu sedang kesulitan penghidupanmu, maka ia bersedia menanggung kerepotanmu. Carilah teman yang baik, yaitu orang yang jika kamu beri sesuatu, maka mau membalas.
Dan jika melihat kebaikanmu, maka merasa setia, tapi jika mengetahui keburukanmu, ia sangat menutupi dan merahasiakan. Carilah teman, lanjutnya, yang jika kamu ajak bicara maka memperhatikan, dan mempercayai keteranganmu. Jika kebetulan bersama-sama melakukan sesuatu ia selalu ikut dan mau dibelakang. Dan jika kebetulan berselisih tentang sesuatu ia senantiasa mengalah.

Ketiga, orang yang shalih. Orang yang shalih adalah yang melaksanakan hak-hak Allah dan melaksanakan hak-hak sesamanya. Orang yang shalih itu berteman (baik) dengan Allah juga berteman (baik) dengan sesama manusia. Bergaul dan berteman dengan orang shalih akan senantiasa mengingatkan kita akan perintah dan larangan-larangan Allah. Jika kaum remaja mempunyai teman orang shalih, dekati dan jangan menjauh darinya.

Keempat, orang yang tidak hedonis. Teman yang hedonis cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Ia senantiasa tidak merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya. Kenali dan sadarkan jika ada temanmu yang demikian, tapi jangan engkau akrabi (dekati) berlebihan, bisa jadi kamu terbius oleh kejelekannya.

Kelima, orang yang benar dan jujur. Jangan berteman dengan orang yang ahli dusta (pendusta). Sebab jika kamu berteman dengan orang yang banyak dustanya tentu banyak tertipu. Ia ibarat fatamorgana pada penglihatan mata, yakni mendekatkan sesuatu yang jauh dan menjauhkan sesuatu yang dekat. Berteman dengan orang jujur berarti berteman dengan orang lurus hati, tidak sering membelokkan kata dan ucapan dari sesuatu yang nilainya, menurut ilmu, adalah benar.
Arti sebuah teman ataupun sahabat adalah seperti kedua belah tangan, kata Nabi SAW. "perumpamaan dua saudara adalah bagaikan dua tangan, jika yang satu kotor yang lain membasuh".
Ada ungkapan menarik dari ajaran Nabi, "Dari dua orang yang berteman, yang lebih mencintai dan setia terhadap temannya, itulah yang lebih dicintai Allah."
Remaja, carilah teman yang baik dan tidak munafik. Yang munafik adalah yang hanya memperalat temannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Jika keinginannya telah didapatkan, ia akan lari meninggalkan kamu dengan suara lantang, "Aku tidak kenal kamu". Carilah teman yang dapat membantumu dalam susah maupun senang dan dapat menunjukkan kekurangan dan kelebihan kamu.

Pada akhirnya, "Jika kamu berteman dengan api niscaya kamu akan panas, jika berteman dengan air niscaya akan basah, jika berteman dengan penjual minyak wangi niscaya dirimu akan terbawa pula wanginya." Selamat berteman, semoga kamu mendapatkan kesuksesan di dalamnya.(Sumber: Pikiran Rakyat)***

Ayam Mutiara, Buntek, Botak, dan... Betekaaak!

Oleh Rani Kartika Utami

TERNYATA, perhiasan mutiara bukan hanya urusan kaum hawa. ”Kaum” ayam pun suka mengenakannya! Amatilah ayam mutiara bertopi (numida meleagris) yang berpenampilan unik ini.
Binatang ini merupakan jenis burung buruan, termasuk famili numididae. Postur tubuhnya buntek, besarnya sebanding dengan ayam peliharaan. Kepala hewan ini botak putih dan tidak punya bulu leher. Di bagian atas kepala, tumbuh semacam jengger keras meyerupai mahkota. Sedangkan di bawah paruh me-nyerual sepasang pial merah tumbuh ke atas samping. Di sepanjang leher terdapat gelambir biru kehitaman.
Ayam ini berbulu tebal dengan pola corak menyerupai tebaran mutiara putih berlatar abu-abu kebiruan. Sayapnya terdiri dari bulu-bulu panjang yang kaku. Ekornya pendek-pendek, kaku juga. Si botak bertopi ini kadang-kadang digembalakan dengan unggas lain agar terawasi kalau-kalau ada hewan pemangsa. Meski begitu, ia tidak pengecut dan sangat waspada. Suaranya serak-serak tajam, seperti bunyi logam yang bergesekan.
Selain mutiara bertopi, ada juga jenis ayam mutiara lain. Beberapa di antaranya adalah ayam mutiara hitam (phasidus niger) yang berbulu hitam dan berkepala botak merah. Ada juga ayam mutiara kalkun (agelestes maleagrides) dengan ”jubah” putihnya, ayam mutiara nasar (acryllium vulturinum) yang berbulu biru-ungu dan ayam mutiara berjambul (guttera eduardil), dengan serumpun bulu keriting di bagian atas kepalanya.
Di habitat asalnya, yakni di hutan, ayam-ayam polkadot ini merupakan pelahap biji-bijian, bagian-bagian tanaman, dan berbagai binatang kecil tanpa tulang belakang. Jenis ayam ini juga pandai terbang cepat. Biasanya, ia bersarang di permukaan tanah, dalam suatu galian hasil korekan cakarnya sendiri. Di tanah korekan inilah ia menempatkan telur-telurnya yang berwarna putih kekuningan.

Jantan betina sama
Sekilas, untuk mengenal jenis kelamin ayam ini lumayan sulit. Namun, kalau kita mau lebih teliti, akan tampak pula perbedaannya. Ayam mutiara jantan cenderung lebih besar dibandingkan si betina, baik ukuran tubuh, kepala maupun mahkotanya. Selain itu, gerak-gerik ayam mutiara jantan lebih mencermikan ”kepemimpinan”. Selebihnya, ayam mutiara jantan juga jarang ”berteriak-teriak”. Ka-laupun bersuara, tidak sekeras ”omelan” yang betina. Suaranya terdengar kelaek-kelaeeek!, sedangkan ayam mutiara betina berbunyi betekaak-betekaaak!, keras, dan parau. Saat musim kawin tiba, jenis kelamin ayam mutiara akan lebih mudah dikenali karena yang jantan akan lebih aktif mendekati ”pujaan hati”-nya.
Mudah dipelihara dan tahan penyakit
Ayam mutiara bertopi bisa juga dipelihara seperti layaknya ayam kampung. Ia mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Pemeliharaannya pun mudah. Bisa dilepas atau dikurung dalam kandang.
Si corak polkadot ini lebih tahan penyakit dibandingkan ayam kate, ayam kapas maupun ayam mahkota. Meskipun tidak divaksin, ia tak pernah terserang penyakit. Bahkan, kondisi tubuhnya akan sehat-sehat saja, meski kehujanan sekalipun.
Dalam hal makanan, si buntek ini tidak rewel dan termasuk mauan. Ketika berusia 0-2 bulan, ia cukup mendapatkan pakan ayam ras 511. Lalu, di usia 2-3 bulan, ia bisa mendapatkan campuran 511 plus jagung dengan perbandingan 1:2. Untuk tambahan gizi, sebaiknya ayam-ayam mutiara itu mendapatkan rumput muda, kangkung, taoge, dan daun pisang muda.
Ketika berusia 7-8 bulan, ia siap kawin dan bertelur. Namun, itu pun masih sangat bergantung pada macam pakannya. Kian baik gizi makanan yang ia dapat, makin cepat pula ia berkembang biak. Sedangkan musim bertelur masih sangat bergantung pada alam.
Artinya, ayam mutiara hanya bertelur setahun sekali, yakni saat hawa dingin atau di awal musim hujan. Pada awal musim kemarau —ketika hawa panas— ia berhenti bertelur. Jumlah telurnya sekira 75-100 butir per periode bertelur. Ukurannya sebesar telur ayam kampung, tetapi tekstur kulitnya lebih kasar. Banyak orang menyukai telur ayam mutiara. Begitulah, cita rasanya memang ”menyenangkan” lidah setiap orang.
Apa boleh buat, karena ayam mutiara tidak bisa mengeram maka penetasan telurnya harus mendapatkan bantuan mesin tetas. Setelah kurang lebih 28 hari, biasanya sudah menetas, jadi anak ayam yang aktif dan berbulu kapas.
Ayam mutiara, si buntek, botak, dan senang mengeluarkan bunyi batekaaak ini tergolong unik. Oleh karenanya, tak heran bila ia memiliki banyak ”penggemar”. Anda berminat memilikinya? Jangan takut kehabisan, ia banyak dijual di pasar-pasar burung! (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Seputar Masalah Keguguran

Oleh dr. Lussat Maka

SEORANG ibu muda, Lisa namanya, setelah diperiksa ia positif hamil. Namun, setelah kehamilannya mencapai usia delapan minggu, Lisa mengalami keguguran.
Lisa heran atas kejadian yang baru dialaminya. Ia menyangka kegugurannya diakibatkan oleh senam yang dilakukannya baru-baru ini. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Oleh karena itu, ia tidak perlu merasa bersalah.

Triwulan pertama
Memang banyak keguguran terjadi pada triwulan pertama kehamilan. Kira-kira 10-15 persen dari kehamilan mengalami keguguran abortus spontan dalam triwulan pertama ini.
Keguguran yang terjadi pada triwulan pertama kehamilan (kematian janin), biasanya terjadi sebelum perdarahan. Lebih dari setengah keguguran yang terjadi di awal kehamilan ini diakibatkan oleh kelainan kromosom janin atau genetik yang menghambat perkembangan janin, atau kelainan ari-ari.
Dapat dikatakan bahwa keadaan semacam ini tidak dapat dipertahankan lagi. Penyebab-penyebab lain dari keguguran di awal kehamilan ialah adanya peradangan pada saluran telur (hal ini jarang terjadi), penyakit-penyakit kronis atau ketidakseimbangan hormon.
Ada ibu-ibu yang mengalami keguguran lebih dari sekali. Keguguran yang terjadi berulang kali mungkin saja terjadi secara kebetulan atau karena adanya kelainan jasmaniah (fisiologis). Bila seorang ibu mengalami keguguran dua atau tiga kali berturut-turut, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan secara khusus.

Triwulan kedua atau ketiga
Keguguran yang terjadi setelah triwulan pertama mungkin sebagai akibat adanya kelainan dalam rahim. Bila seorang ibu sering mengalami keguguran, ia dianjurkan untuk menjalani bermacam-macam pemeriksaan walaupun sebab yang khusus mungkin sekali tidak ditemukan.
Bila penyebabnya berhasil dipastikan, keadaannya mungkin dapat diatasi. Misalnya, ada ibu-ibu yang tidak bisa mempertahankan kehamilannya sampai cukup umur karena leher rahim membuka sebelum waktunya, yang biasanya terjadi pada triwulan kedua atau awal triwulan ketiga. Keadaan seperti ini disebut leher rahim kurang mampu. Biasanya keadaan seperti ini dapat diperbaiki dengan pembedahan.

Disebut ancaman keguguran
Terjadi perdarahan pada kehamilan muda disebut ancaman keguguran. Ada dokter yang mengatakan bahwa perdarahan yang terjadi pada waktu benih masih melekat pada rahim, yaitu kira-kira pada masa haid seharusnya datang merupakan kejadian yang wajar.
Meskipun terjadi perdarahan pada awal kehamilan, masih bisa terjadi bahwa kehamilan tersebut berlanjut dengan normal sampai bayi lahir. Walaupun demikian, kebanyakan dokter menganjurkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk mengetahui penyebab lain.
Bila perdarahan tidak disertai kejang-kejang yang hebat dan darah yang keluar tidak banyak, biasanya dokter menganjurkan agar penderita beristirahat sambil berbaring dan tidak melakukan sanggama sampai keadaan normal kembali. Pemeriksaan dengan ultrasonografi juga dapat menemukan penyebab-penyebab lainnya sehingga dapat diperkirakan perkembangan selanjutnya dari kehamilan tersebut.
Namun, seringkali hanya waktu yang dapat menentukan apakah kehamilan itu akan bertahan atau tidak. Sayangnya, masa-masa menunggu dalam ketidaktentuan ini seringkali dirasakan berat oleh pasangan suami-istri tersebut.
Seringkali tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menghindari suatu keguguran. Keguguran tidak dapat dihindari lagi bila selaput-selaput yang sudah ada rusak atau bila jalan lahir sudah membuka atau bila jaringan ari-ari dan bakal janin yang keluar.
Memang keguguran merupakan suatu pegalaman yang pahit bagi setiap calon ibu. Keterangan yang tepat mengenai terjadinya keguguran dan tanggapan yang wajar dalam menerima musibah tersebut dapat mengurangi penderitaan mereka yang mengalaminya. Apalagi kalau masih ada kemungkinan untuk hamil lagi.
Lima bulan setelah keguguran, Lisa hamil kembali. Namun, kehamilannya dirahasiakan sampai pertengahan triwulan kedua, yaitu pada waktu ia mulai mengenakan baju hamil. Ia merasa lega karena sudah melampaui triwulan pertama dengan selamat. Dokter pun mengatakan bahwa kemungkinan besar kehamilannya dapat terus berlanjut dengan baik dan normal. Ternyata setelah melampaui masa sembilan bulan ia melahirkan seoarang anak laki-laki yang sehat. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Madu Mengandung Zat Penolak Semut

Oleh Silmy

MADU merupakan makanan manis alamiah yang tertua bagi manusia. Peradaban kuno menganggap madu sebagai minuman dewa agar panjang umur, bahkan untuk kehidupan yang abadi. Orang Mesir, Romawi, dan Yunani kuno telah menggunakan madu untuk kue dan minuman serta bumbu daging. Es krim kuno adalah campuran salju dan madu.
Dalam kehidupan modern, peran madu sebagai pemanis tergeser gula yang diperoleh dari tebu dan bit sejak abad ke-18. Madu mengikat molekul air sehingga kue tidak mengering dan mengeras bila diberi madu sebelum dipanggang. Madu dapat digunakan dalam berbagai kue, es krim, dan puding. Madu juga dibuat selai roti.
Untuk menghasilkan 1 kilogram madu, kawanan lebah (500-1000 ekor) harus mendatangi sekira 5 juta bunga. Nektar yang dibawa pulang diolah oleh lebah yang tetap berada di sarang menjadi madu. Komponen utama madu adalah deksrosa dan levulosa. Madu memiliki kadar kalium, besi, dan mineral lain lebih tinggi ketimbang gula yang masih mengandung kelumit tetes (molase). Berbeda dengan gula, madu asli tidak disukai semut, diduga madu mengandung zat penolak semut.
Susunan dan penampilan madu sangat bergantung pada asal-usul nektar. Madu dari lebah yang diternakkan lebih baik mutunya karena pohon bunga umumnya juga dibudidayakan, jadi lebih seragam dari masa ke masa. Namun banyak orang yang lebih menyukai madu asli yang berasal dari sarang lebah hutan. Sumbawa misalnya, terkenal dengan madu hutannya.
Bergantung pada musim bunga pohon-pohon budi daya, peternak lebah madu dapat juga menggembala lebahnya ke kebun randu, kopi, cengkih, dan apel sebagai ganti berkebun bunga khusus.
Di Indonesia umumnya madu tidak mengkristal, malahan bila mendapat madu yang mengkristal orang akan curiga bahwa madu itu dicampur dengan gula. Namun, di negeri subtropis, madu berkristal lazim dijumpai, mereka menyebutnya madu krim (creamed honey) atau madu oles (untuk roti)
Madu diperas dan disaring dari sarang lebah, kemudian dipanaskan pada 70 derajat celcius sebelum dikemas. Namun, ada kalanya orang menjual madu yang masih berada dalam sarang lebah, baik utuh maupun setelah sarang itu diiris-iris, juga irisan sarang yang direndam dalam madu. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Si Putih yang Cantik namun Menyesatkan

Oleh Puri W

MENJADI cantik dan berkulit putih mulus adalah impian setiap wanita. Beragam iklan produk-produk kecantikan di media cetak maupun elektronik telah membius jutaan wanita di dunia untuk berlomba-lomba membeli kosmetik yang mengandung obat pemutih. Padahal, obat pemutih ini bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan sensitif terhadap cahaya, bahkan kanker.
Hydroquinone adalah bahan yang banyak dipakai pada kosmetik pemutih kulit yang berfungsi sebagai penghambat pembentukan pigmen melanin (zat pewarna kulit) dan mematikan melanin yang terbentuk. Jadi, kulit seseorang menjadi lebih gelap karena ia memiliki pigmen melanin lebih banyak.
Pembentukan pigmen melanin terjadi secara terus menerus pada kulit dan rambut. Gangguan pada proses pembentukan melanin menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi. Seharusnya kita bersyukur dianugerahi kulit berwarna coklat gelap, karena pigmen melanin yang kita miliki mampu melindungi kulit dari sinar ultraviolet, sehingga bisa memperkecil risiko terkena kanker kulit.
Kebanyakan dari kosmetik pemutih kulit bekerja dengan memaksa terjadinya pengelupasan kulit secara radikal. Akibatnya, selama menunggu pertumbuhan sel-sel kulit di bawahnya, kulit menjadi tidak terlindungi dari pengaruh buruk lingkungan. Eksposur dari lingkungan seperti sinar ultraviolet dari pancaran sinar matahari dan radikal bebas di udara dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker pada kulit.
Menurut Sujata Jolly, seorang dokter ahli penyakit kulit dari Inggris, efek perbaikan pada saat kosmetik pemutih dioleskan di kulit dapat terlihat dalam belasan hari. Kulit menjadi lebih putih, mulus, elastis, dan kerutan di kulit menghilang. Tetapi, sengatan sinar matahari akan membuat kulit konsumen yang menggunakan kosmetik pemutih ini menjadi lebih gelap. Akibatnya, mereka akan menambah volume pemakaiannya. Efek akumulasi ini sangat berbahaya karena menyebabkan kulit rusak, permukaannya pecah dan memugkinkan bahan kimia dalam kosmetik pemutih ini memasuki aliran darah, ginjal, dan hati. Efek sangat parah yang dapat timbul berupa kebutaan, kerusakan otak dan kelainan pada ginjal.
Penggunaan hydroquinone pada kosmetik pemutih kulit harus dibatasi. Oleh karena itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan batas ambang kandungan bahan aktif hydroquinone di bawah 2%. Kalau di atas 2%, peredarannya harus diawasi secara ketat, dan di atas 10%, penggunaannya di bawah pengawasan dokter spesialis kulit.
Bahan aktif lain yang berfungsi sebagai pemutih, yaitu alpha hydroxy acid (AHA). Berbeda dengan hydroquinone, AHA mengangkat sel-sel kulit mati, namun tidak berpengaruh langsung pada proses pembentukan melanin.
AHA memberikan efek pencerahan, mengurangi keriput serta memperbaiki tekstur kulit. AHA terdapat secara alami dalam makanan, seperti buah limau/jeruk nipis , susu fermentasi/yoghurt dan anggur. Pemakaian bahan aktif ini menimbulkan efek samping dengan gejala antara lain, kemerahan pada kulit, alergi kulit, dan talengectasis (pembuluh darah melebar). Efek lainnya yaitu dapat mempercepat proses pengangkatan sel-sel mati. Padahal, daur hidup sel kulit berganti setiap 21 hingga 28 hari.
Sebuah bahan lain yang dijumpai dalam kosmetik pemutih kulit adalah merkuri. Bahan ini berpotensi untuk memutihkan kulit, namun juga berpotensi menimbulkan kerusakan tidak hanya pada kulit, melainkan juga pada otak.
Walaupun bisa menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya memang sulit, tetapi hanya itulah cara efektif yang bisa kita lakukan untuk menghentikan diri sebagai "korban" eksploitasi yang tidak bertangung jawab. Kalau kulit kita memang sudah berwarna sawo matang, syukurilah sebagai anugerah Tuhan. Bagaimanapun menjadi diri sendiri itu lebih baik.(Sumber: Pikiran Rakyat)***

Lubang Gigi (Karies) dan Perawatannya

Oleh Wawan Kustiawan, drg.

GIGI merupakan jaringan tubuh yang penting untuk dipertahankan dan dicegah dari kerusakan. Meskipun gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras, namun mudah sekali terjadi kerusakan. Proses terjadinya kerusakan gigi diawali dengan adanya lubang gigi (karies). Karies adalah proses patologis berupa kerusakan yang terbatas pada jaringan gigi mulai dari email gigi dan menjalar ke tulang gigi (dentin).
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya karies gigi yaitu faktor di dalam mulut yang berhubungan langsung dengan proses terjadinya karies antara lain struktur gigi, morfologi gigi, susunan gigi-geligi di rahang, derajat keasaman saliva, kebersihan mulut, jumlah dan frekuensi makan makanan yang menyebabkan karies (kariogenik).
Selain itu, terdapat faktor luar sebagai faktor predisposisi dan penghambat yang berhubungan tidak langsung dengan proses terjadinya karies antara lain usia, jenis kelamin, suku bangsa, letak geografis, tingkat ekonomi, kultur sosial, serta pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan gigi.
Namun, faktor utama yang menyebabkan terjadinya karies adalah gigi dan air ludah, mikroorganisme penyebab karies, subtrat (makanan) serta waktu sebagai faktor tambahan. Gigi yang tidak beraturan (crowding) dan air ludah yang banyak serta konsistensinya kental, mudah sekali terserang karies.
Mikroorganisme penyebab karies adalah bakteri dari jenis streptococcus dan lactobacillus. Makanan yang kariogenik adalah makanan yang lengket menempel di gigi seperti gula-gula (permen), dan coklat.
Untuk menjelaskan hubungan keempat faktor tersebut digambarkan sebagai berikut (lihat gambar).
Tiga faktor utama digambarkan sebagai tiga silinder, sedangkan waktu digambarkan sebagai ketebalan (tinggi) silinder. Ketiga faktor utama berada di dalam mulut pada waktu tertentu. Apabila silinder tersebut saling berpotongan, terjadilah karies. Hasil perpotongan ketiga silinder membentuk suatu ruangan.
Besar ruangan bergantung pada besar peranan masing-masing silinder (tiga faktor) dan tinggi silinder. Makin besar ruangan makin besar karies yang timbul. Agar sesedikit mungkin terjadi karies, ruangan yang terbentuk harus diperkecil.
Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan menjauhkan atau memperkecil jari-jari ketiga silinder sehingga ketiganya tidak saling bertemu. Cara lain dengan memperpendek tinggi silinder yang artinya mempersingkat waktu pertemuan ketiga faktor.
Gigi yang mudah sekali terserang karies adalah gigi sulung (gigi anak) karena struktur giginya lebih tipis dan lebih kecil dibandingkan dengan gigi dewasa (gigi tetap). Oleh karena itu, dalam mencegah kerusakan gigi harus dilakukan sedini mungkin.
Penjalaran karies mula-mula terjadi pada email yang merupakan jaringan terkeras dari tubuh. Bila tidak segera dibersihkan jaringan kariesnya dan tidak segera ditambal, karies akan terus menjalr ke dalam kamar pulpa (ruangan pembuluh saraf dan pembuluh darah di dalam gigi) yang bisa menimbulkan rasa sakit dan akhirnya gigi tersebut bisa mati.
Berdasarkan tempat terjadinya, karies dapat dibagi sebagai berikut:
1. Karies inspiens, yaitu karies yang terjadi pada permukaan email gigi (lapisan terluar dan terkeras dari gigi), dan belum terasa sakit hanya ada perwarnaan hitam atau coklat pada email.
2. Karies superfisialis, yaitu karies yang sudah mencapai bagian dalam dari email, kadang-kadnag terasa sakit.
3. Karies media, yaitu karies yang sudah mencapai bagian dentin (tulang gigi) atau bagian pertengahan antara permukaan gigi dan kamar pulpa, gigi biasanya terasa sakit bila terkena rangsangan dingin, makanan asam dan manis.
4. Karies profunda yaitu karies yang telah mendekati atau bahkan telah mencapai pulpa sehingga terjadi peradangan pada pulpa. Biasanya terasa sakit waktu makan dan bahkan sakit sakit secara tiba-tiba tanpa rangsangan apa pun.
Pada karies profunda, apabila tidak segera diobati dan ditambal, maka gigi akan mati, dan untuk perawatan selanjutnya akan lebih lama dibandingkan pada karies-karies yang lainnya.
Perawatan gigi yang terkena karies belum mencapai kamar pulpa bisa langsung ditambal. Caranya, jaringan kariesnya dihilangkan terlebih dahulu, hal ini disebut dengan operative dentistry.
Sementara karies yang sudah mengiritasi pulpa atau giginya telah mati, perawatan gigi dilakukan dengan cara membersihkan kamar pulpa dan saluran akar dengan alat dan obat-obatan.
Hal ini disebut dengan perawatan endodontik. Perawatan dengan cara endodontik ini tidak bisa langsung ditambal tetap dalam satu kali kunjungan, paling sedikit dua kali kunjungan sehingga kadang-kadang pasien yang datang ke dokter gigi malas untuk melanjutkan perawatan sampai tuntas.
Untuk mencegah terjadinya karies (lubang gigi) perlu diperhatikan sebagai berikut:

1. Memelihara kebersihan mulut dan gigi (menghilangkan plak dan bakteri).
2. Memperkuat gigi dengan kalsium dan fluor.
3. Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket.
4. Sikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur malam.
5. Gunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pasta gigi berfluor.
6. Makan buah-buahan berserat sebagai pencuci mulut.
7. Periksakan gigi dan mulut ke dokter gigi sedikitnya 6 bulan sekali.
8. Apabila gigi sudah berlubang, datangi dokter gigi Anda untuk melakukan perawatan. Jangan datang ke tukang gigi yang menawarkan perawatan gigi yang murah dan cepat selesai tanpa dihilangkan dahulu penyakitnya.(Sumber: Pikiran Rakyat)***

Mendaur Ulang Gula Merah yang telah Rusak/BS/Lembek

Oleh Abdullah

GULA merah yang telah rusak/lembek/BS (BS-rusak dalam istilah pasar), biasanya tidak laku dijual atau bisa juga menjadi komoditas yang bernilai jual rendah atau murah.
Untuk menghadapi masalah ini, para pedagang dianjurkan untuk mendaur ulang gula-gula yang BS tadi agar nilai jualnya kembali tinggi. Selain itu, gula yang telah didaur ulang bisa bertahan lebih lama.
Mendaur ulang gula merah BS, selain dianjurkan para pedagang, bisa juga dimanfaatkan oleh para wiraswastawan yang masih mencari terobosan usaha yang cukup tinggi karena hanya memerlukan teknologi tradisional.

Alat-alat yang diperlukan:
1. Potongan ruas bambu yang berukuran 1,5-2 cm sebanyak 1.000 potong. Bambu yang dipotong diusahakan yang masih hijau agar tidak sulit memotongnya. Diameter sekisar 5-7 cm (ukuran kecil-sedang). Fungsinya untuk mencetak gula.
2. Beberapa lembar kayu tripleks yang tidak terpakai, fungsinya untuk menyimpan cetakan/potong bambu, bisa juga potongan papan.
3. Entong panjang yang terbuat dari bambu atau kayu untuk mengocek.
4. Wajan besar yang dapat memuat l.k. 12 kg gula merah.
5. Tampir (Sunda: Nyiru) untuk menjemur atau memotong gula hasil cetakan. Bisa juga menggunakan sasag/bilik bambu.
6. Kompor

Bahan yang diperlukan:
1. Gula BS/rusak l.k. 12 kg
2. Gula putih 1/2 kg
3. Tepung Asia 1/2 kg
4. Air secukupnya.

Cara mengolahnya:
1. Cairkan gula putih ditambah sedikit air, sampai mendidih.
2. Masukkan gula merah sehingga mencair.
3. Masukkan tepung sedikit-sedikit sambil diaduk hingga rata.
4. Sesudah tepung Asia dan gula merah bercampur hingga tidak terlihat warna putih, kecilkan kompornya.
5. Dengan bantuan scan plastik/kendi kecil, masukkan gula yang masih panas ke dalam cetakan gula yang sebelumnya telah disusun pada lembaran tripleks/kayu papan. Sebaiknya, potongan bambu atau cetakan gula dimasukkan ke dalam air bersih agar gula yang sudah tercetak mudah dicopot/dilepas.
6. Sesudah semua cairan gula dituangkan pada cetakan gula, siapkan tampir atau sasag.
7. Sesudah gula yang tercetak dingin, lepaskan dari bambu cetakan dan disusun pada tampir atau sasag.
8. Perhatikan pada waktu menyusun gula, gula yang basah disimpan di atas dan bagian yang kering di bawah.
9. Bila hari tidak hujan, gula harus dijemur hingga kering dan harus dikontrol (dibolak-balik).
10. Bila hari hujan, gula bisa dikeringkan dengan cara menggarang di atas kompor dengan api kecil dengan tinggi 1 m.
Cara menggarang:
1. Siapkan tempat untuk menumpuk sasag atau tampir berisi gula yang telah disusun. Usahakan agar tidak terganggu oleh kegiatan lain.
2. Tempat menumpuk tampir atau sasag diusahakan dibuat terlebih dahulu dengan rangka kayu atau bambu dengan panjang 1,5 m, lebar 1 m, dan tinggi 1 m.
3. Tiap tumpukan hendaknya diganjal pada ujung-ujungnya sehingga gula tidak tertindih.
4. Agar cepat kering, sebaiknya ditutup dengan kain atau kertas.
5. Kompor yang disimpan di bawah sasag atau tampir, dinyalakan dengan api yang kecil dengan waktu 2-3 jam. (Sumber: Pikiran Rakyat)***