Halaman

Berbagai Khasiat Daun Kemangi

Oleh Sisca Dharmayanti

KEMANGI (Sunda: surawung) tidak asing lagi bagi kita, sering kita jumpai di pasar tradisoinal ataupun dipajang di rak-rak pasar swalayan yang dijual dalam ikatan-katan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah, kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik dalam masakan.
Kemangi merupakan anggota famili lamiaceae yang berarti kelompok tanaman dengan bunga berbibir. Nama genus kemangi adalah ocimum yang berarti tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Kemangi berkerabat dekat dengan tanaman selasih (ocimun sancium), daun mint (mentha arvensis), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (coleus amboinicus). Daun mint di Sunda dikenal dengan karesmen, lazim dilalap mentah. Kerabat yang paling dekat dengan kemangi adalah basil (ocimun amboinicus).
Di Jakarta, basil segar hanya dijual di pasar swalayan yang dikemas dalam wadah tabung kecil. Daun basil banyak digunakan sebagai bumbu aromatik untuk campuran masakan Italia, seperti saus sphagetti atau saus pizza. Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam varietas kemangi.
Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak (bush basil).
Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok. Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi kemangi sebagai pelengkap sajian.
Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan ”teh kemangi” lazim disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya disajikan pada saat pergantian musim, yaitu ketika orang mudah terserang batuk, pilek, ataupun demam.
Berbeda dengan di Eropa, di sana kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga minyak aroma terapi.
Menurut ”Daftar Komposisi Bahan Makanan” Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral kalsium dan fosfor, yaitu sebanyak 45 dan 75 mg per 100 g daun kemangi.
**
BANGSA kita telah lama mengenal kemangi sebagai makanan fungsional yang lezat sekaligus berkhasiat obat. Secara turun-temurun, kemangi dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin. Apabila bayi dan balita Anda menderita kembung atau demam, oleskan saja remasan kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada, dan punggung (karena bayi belum bisa makan).
Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut, atau ASI macet, dapat diatasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap kemangi segar. Cara lainnya, minum air perasan daun kemangi yang telah dihaluskan bersama daun beluntas dan daun kunyit. Dalam buku ”A Dictionary of Practical Material Medical”, John Henry M. menyebutkan, sari daun kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina, dan juga dapat mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urin.
Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Mereka pun mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi, yaitu dapat mengatasi sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk.
Sejak zaman dahulu, kemangi disuling untuk diambil sari minyak atsirinya. John Henry menggolongkan minyak kemangi sebagai minyak atsiri tinggi. Artinya, aroma kemangi segera hilang setelah 24 jam dioleskan ke tubuh. Sebagai perbandingan, minyak atsiri katagori sedang, akan hilang aromanya setelah 3 hari dioleskan, sedangkan minyak atsiri katagori rendah, aromanya hilang setelah seminggu.
Minyak atsiri kemangi dapat digunakan untuk pijat aroma terapi karena minyak atsiri kemangi dapat meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun, wanita hamil dilarang menggunakannya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya keguguran.
Selain itu, minyak kemangi berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan seperti salah cerna, muntah-muntah, infeksi usus, radang lambung, serta gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam, sakit saluran hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram), dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomia).
Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur. Apigenin fenkhona dan eugenol-nya dapat memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan mencegah kemandulan.
Sementara bagi wanita, kemangi termasuk makanan sehat yang sangat bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon estrogen, sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel telur (ovulasi), tannin, dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina. Zat triptofan bisa menunda monopause. Kemangi memang bukan sayuran biasa, jadi jangan remehkan kemangi. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Telur Dapat Sembuhkan Sakit Mag

Oleh Riyanto

TELUR ayam kampung diyakini dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner, kencing manis, kelelahan tubuh, maag, atau usus besar turun. Bahkan bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas, dapat menormalkan penyakit akibat pendarahan di otak dan serangan jantung.
Metode penyembuhan secara alternatif ini bukan bermaksud menyaingi obat-obat produksi berbagai farmasi seperti Mylanta, Promaag, dan obat bebas lainnya. Namun, di tengah bangsa ini didera berbagai kesulitan ekonomi, penyembuhan bermacam-macam keluhan sakit lambung/perut menggunakan telur ayam kampung adalah terobosan yang cukup efektif.
Untuk dapat berfungsi sebagai obat, terutama obat sakit maag atau usus besar turun tersebut, tentunya telur ayam kampung tidak langsung dimakan mentah begitu saja atau digodok setengah matang, tetapi harus melalui prosedur yang tidak sulit dilakukan oleh masyarakat awam lainnya.
Telur ayam mengandung protein dan lecithin yang tinggi (HU Pikiran Rakyat, 19/11), yakni sejenis vitamin suplemen yang kalau dikonsumsi dengan benar dapat menurunkan kadar kolesterol di tubuh. Bahkan, belakangan ini terdapat telur BRA (bebas residu antibiotik) berwarna hijau dan aman dikonsumsi, yang akan menjadikan tubuh kita bebas antibiotik.
Ramuan yang dapat dibuat sendiri oleh siapa saja ini ditemukan Gubernur Universitas Osaka Jepang Prof. Oshima dan diberi nama Telur Cuka karena pada intinya ramuan ini adalah telur dan cuka beras atau cuka apel (sangat mudah ditemui di super market). Boleh tidak percaya, tetapi penulis telah membuktikan sendiri maupun sejumlah teman yang sudah divonis operasi otak oleh rumah sakit besar di Bandung, akhirnya dapat diselamatkan, di antaranya oleh Cuka Telur ini.
Tidak menutup kemungkinan orang yang menderita pembengkakan lever yang cukup berat, diabetes akut dapat sembuh, bila mampu mengonsumsi secara kontinyu paling sedikit dua bulan. ”Saya menjamin orang yang sudah jatuh bangun masuk rumah sakit dapat sembuh dengan ramuan yang saya temukan ini,” kata Prof. Oshima pada pers di Jepang. Menurut Oshima, beberapa penyakit yang terbukti tersembuhkan oleh ramuan Cuka Telur ini di antaranya, reumatik, gangguan saraf, dan sakit ketuaan. Hebatnya, ahli obat dari Jepang ini tidak merahasiakan cara pembuatan Cuka Telur tersebut sehingga setiap orang dengan mudah mengikuti penyembuhan dengan metodenya.

Cuka telur
Sebelum membuat cuka telur, yang harus diyakini adalah antara Cuka Apel atau Cuka Beras adalah tidak membahayakan tubuh jika dikonsumsi, asal dilakukan dengan cara yang benar. Dan, yang perlu diingat, semua alat yang digunakan tidak boleh menggunakan unsur logam, baik itu sendok, tutup gelas atau peralatan lainnya. Sebelum memulai minum ramuan Cuka Telur akan lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
1. Masukkan ke dalam wadah (baskom) dari plastik/kaca sebanyak 180 cc cuka jenis venegar yang dibuat dari buah apel atau beras (cuka beras lebih bagus).
2. Cuci bersih sebutir telur ayam kampung asli, lalu keringkan (diangin-anginkan).
3. Masukkan telur ayam kampung mentah tadi ke dalam cuka. Biarkan telur mengapung dalam cuka tanpa harus dikocek terlebih dahulu selama 36-40 jam sampai kulit telur larut ke dalam cuka dan tinggal kulit arinya. Setelah itu baru kocok telur yang tinggal terbungkus kulit ari tersebut bersama cuka itu. Kini siapkanlah bahan dasar ramuan Cuka Telur.
Cuka Telur yang sudah jadi (180 cc) tersebut cukup diminum selama 5-7 hari setiap pagi sebelum makan, puasa minimal satu jam sebelum minum Cuka Telur. Begitu bangun pagi, jangan mengonsumsi atau minum apa pun, baru setelah meminum cuka telur, bisa mengonsumsi yang lainnya.
Cara meminumnya; ambil sebagian bahan dasar Cuka Telur (180 cc) tadi dengan takaran 25-35 cc, campur dengan air hangat (mineral) sebanyak 2 atau 3 kali volume larutan (seperempat gelas) dan tambahkan sesendok madu asli sebagai penyedap.
Bagi orang sehat, minum Cuka Telur secara kontinyu, akan bermanfaat menghilangkan pegal linu atau kelelahan lainnya (ingat khasiat berar kencur campur telur dan madu) setelah seharian bekerja keras atau berolah raga kendati meminumnya tidak harus memenuhi prosedur yang ketat seperti jika meminum Cukai Telur ini sebagai obat penyembuhan. Bila Cuka Telur diminum menjelang bekerja berat, fungsinya mencegah proses kelelahan.
Menurut Oshima, pada dasarnya, usia semakin tua menjadikan darah semakin bersifat asam. Padahal, semestinya darah manusia bersifat alkali. Oleh karena itu semakin tua usia manusia dianjurkan banyak-banyak mengonsumsi sayur-sayuran (mengarah kepada vegetarian), mengurangi semaksimal mungkin mengonsumsi daging.
Walau demikian, jika ingin mengonsumsi daging, pilih daging yang tidak berisiko besar, seperti daging ayam atau ikan.
Jika mengonsumsi ikan, sebaiknya pilih yang berdaging putih, bukan kemerah-merahan.
Cuka yang bersifat asam setelah masuk ke dalam tubuh akan membuat darah lebih bersifat alkali sehingga buah-buahan sangat baik bagi tubuh karena memiliki sifat keasaman. Yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan, Cuka Telur tidak awet apabila disimpan di tempat biasa sehingga perlu menyimpannya yang lebih dingin (lemari es) atau refrigerator. (Sumber: Pikiran Rakyat).***

Buat Minyak Goreng dari Testa Kelapa

Oleh Sam

HAMPIR seluruh bagian dari buah kelapa berguna bagi kehidupan manusia. Mungkin, hanya limbah kulit daging buah kelapa (testa) berwarna coklat yang dianggap tidak berguna dan sering terlihat menggunung di sekitar pasar. Namun, Enung Hermayadi -- seorang warga Kp. Cinambo Kel. Cipadung Kulon Kec. Cibiru -- mengubah pendapat itu. Ia berhasil membuat minyak goreng dari limbah testa tadi. Idenya muncul gara-gara ia menginjak testa ketika hendak belanja ke pasar. Ia kaget karena dari limbah itu muncul cairan menyerupai minyak.
Hanya, kendalanya, pembuatan minyak goreng dari testa memerlukan waktu cukup lama, antara 3-4 jam. Warna minyaknya juga terlalu coklat. Selain itu, minyak goreng dari testa cuma kuat bertahan seminggu, setelah itu minyak berbau tengik. Untuk mengembangkan minyak goreng dari limbah testa tadi, Bagian Ketahanan Pangan Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Provinsi Jabar menjalin kerja sama dengan Pusat Penelitian Teknologi dan Industri Pangan (PPTIP) Jurusan Teknologi Pangan (TP) Fakultas Teknik Unpas.
Menurut Ketua PPTIP Jurusan TP Unpas Ir. Yudi Garnida, M.S., projek percontohannya melibatkan masyarakat prasejahtera di Kp. Cinambo Kel. Cipadung Kulon Kec. Cibiru. Ketua kelompoknya adalah Enung Hermayadi sendiri. "Kami menggunakan teknologi yang mudah diterapkan di lapangan, sedangkan testanya berasal dari pasar yang dekat dengan lokasi, yaitu Pasar Induk Gedebage. Program ini dapat disebut salah satu upaya menanggulangi kemiskinan di kota," ujarnya.

Bisa diatasi
Staf pengajar TP Unpas Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si., mengatakan bahwa kendala pengolahan minyak goreng dari testa saat ini sudah bisa diatasi dengan bantuan teknologi dan metode pengasaman TP Unpas. Waktu pengolahannya bisa dipersingkat menjadi 30 menit sampai 1 jam.
Langkah pertama, testa digiling, diperas, dan dibuat santan. Setelah itu, dipisahkan antara krim santan dan cairannya (whey). "Krimnya dimasak sedangkan whey untuk sementara dibuang. Kami memang sudah ada rencana memanfaatkan whey untuk dibuat nata," ujarnya.
Berdasarkan penelitian TP Unpas, minyak goreng testa yang dihasilkan bisa tahan sampai berbulan-bulan dan tidak berbau tengik. "Bau tengik minyak goreng merupakan pengaruh dari pemanasan dan bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas. Setelah kami olah, bau minyak goreng dari testa lebih wangi. Bahkan, warna minyak goreng yang dihasilkan bisa diatur, bening atau kuning," jelasnya.
Ia menambahkan, prospek pengolahan minyak goreng dari testa cukup baik karena bahan bakunya yang berlimpah. Pasar-pasar tradisional maupun pasar induk di Kota Bandung saja menghasilkan limbah testa sekira 20 ton setiap hari. "Limbah testa bila didiamkan akan menimbulkan aroma yang kurang sedap dan dapat mengganggu masyarakat. Padahal, untuk setiap 1 kg testa dapat menghasilkan 100 gram minyak. Jadi dari 20 ton terdapat sekira 2 ton minyak," tambahnya.
Saat ini, masyarakat memang merasa lebih praktis menggunakan minyak goreng hasil olahan pabrik karena harganya yang murah. Namun, jika pada suatu saat harga minyak goreng olahan pabrik ikut naik akibat melonjaknya harga-harga, minyak goreng dari testa ini bisa menjadi pilihan. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Beberapa Tips untuk Para Ibu

Oleh Siti Mardiah

DALAM kehidupan sehari-hari, banyak hal yang dapat dijadikan pengalaman untuk kemudian berbagi dengan orang lain. Di bawah ini beberapa tips yang mungkin dapat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga.

1. Nasi agar tidak cepat kuning dan bau.
Penggunaan magic jar atau magic com telah umum di kalangan ibu-ibu karena memang manfaatnya yang telah dirasakan. Alat ini sangat meringankan ibu-ibu dalam menyiapkan nasi, terutama yang membutuhkan jangka waktu singkat.
Problem baru yang muncul dari penggunaan magic jar maupun magic com ini adalah nasi yang kuning dan bau sehingga tidak aneh lagi banyak nasi yang terbuang mubazir. Untuk menghindari hal seperti itu sangatlah mudah untuk mengatasinya, yaitu ketika proses pemasakan nasi, gunakanlah jeruk nipis, caranya:
a. Masukkan perasan air jeruk nipis pada saat nasi dikarih, sebelum nasi dikukus, ketika airnya mendidih.
b. Apabila memasak dengan magic com, masukkan perasan air jeruk nipis bersamaan dengan beras sebelum proses memasak dimulai. Takaran yang diperlukan adalah 1 liter beras cukup dengan 1/2 butir jeruk nipis yang sedang besarnya, insya Allah nasi tidak akan cepat kuning dan bau.

2. Lalab daun pepaya agar tidak pahit.
Agar lalab daun pepaya tidak pahit atau berkurang pahitnya maka dapat ditambahkan daun jambu batu ketika daun pepaya sedang direbus. Perbandingan antara daun jambu batu dengan daun pepaya dapat diatur sesuai selera. Apabila ingin tidak pahit sama sekali, buatlah perbandingan yang hampir seimbang antara daun pepaya dengan daun jambu batunya. Apabila masih diinginkan rasa pahitnya, jangan terlalu banyak menggunakan daun jambu batunya. Setelah daun pepaya matang, tentu saja daun jambu batunya dibuang.

3. Arang untuk mengurangi alergi.
Apabila Anda mempunyai penyakit alergi bila memakan sesuatu, dapat memanfaatkan tips ini. Misalnya alergi bila memakan daging ayam maka ketika memasaknya, masukkanlah arang hitam yang telah dicuci bersih ke dalam wajan atau panci tempat yang digunakan memasak, ketika masakan itu sedang mendidih. Biarkanlah arang itu sampai bahan masakan benar-benar masak. Ketika masakannya telah matang, arangnya tentu saja kita buang. Agar tidak mengubah warna masakan, sebaiknya gunakan arang hitam yang keras.
Demikianlah beberapa tips yang sangat mudah ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.(Sumber: Pikiran Rakyat)***

Perlukah Minum Obat Saat Influensa?

Oleh Silvia Retnawati
(Mahasiswa Pendidikan Kimia UPI Bandung)

PADA musim hujan tentu banyak yang terserang influensa. Penderita tentu merasa tersiksa dengan keluarnya ingus dari hidung. Namun tidak sedikit di antara kita yang menggap remeh ketika terserang influensa sehingga banyak orang yang membiarkan penyakit itu sampai berlarut-larut.
Memang, pada awal terserang influensa, penderita tidak merasakan sakit yang berarti karena sakitnya baru akan terasa setelah 3 sampai 7 hari infeksi terjadi.
Setelah infeksi terjadi, gejala yang akan dialami adalah kedinginan, sakit kepala, pegal linu otot, dan kehilangan nafsu makan.
Jika sudah kehilangan nafsu makan, bisa berbahaya karena dengan demikian berarti kita telah memberikan kesempatan kepada penyakit tersebut untuk berkembang lebih lanjut.
Sebenarnya apa sih influensa itu? dan perlukah minum obat saat kita menderita influensa? Influensa merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus orthomyxovirus yang berbentuk seperti partikel sferis. Struktur virus orthomyxovirus terdiri atas 8 lembaran RNA yang berbeda-beda di dalam kapsid spiral.
Pengamatan mikroskop terhadap ekor (alat penempel) virus menunjukkan bahwa bagian kapsid virus ini dilapisi oleh selubung lemak yang dikelilingi duri dan tersusun rapat. Selubung duri tersebut terdapat dalam dua bentuk yang berbeda, yang satu sebagai hemaglutinin dan yang lainnya neuromiditase.
Antibodi tubuh manusia secara langsung dapat melawan hemaglutinin untuk mencegah infeksi. Virus influensa ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan. Virus influensa pada umumnya terbatas pada sistem pernapasan.
Terdapat tiga tipe serologi virus influensa, yaitu tipe A, B, dan C. Tipe A dapat menginfeksi manusia dan hewan, sedangkan B dan C hanya menginfeksi manusia. Penanggulangan virus ini telah diusahakan oleh beberapa ahli dengan pembuatan vaksin.
Pendekatan terbaru adalah dengan pemakaian mutan virus hidup yang dilemahkan untuk mendorong agar respons kekebalan tubuh meningkat. Di samping itu, untuk menangulangi virus ini, ”The US Food and Drug Administration” (FDA) telah mengeluarkan dua obat antiviral yaitu Relenza (Zanamivir) dan Tamiflu (osotamivir Phosphate). Obat tersebut diproduksi pada musim panas 1999 dan dikenal sebagai penghambat neuraminidase.
Relenza diproduksi untuk mengobati flu ketika pertama kali flu tersebut terjadi dan Tamiflu dapat digunakan untuk pengobatan atau pencegahan flu.
Jadi, sebenarnya penggunan obat-obatan untuk mengobati flu itu tidak sempurna untuk penyembuhannya. Namun, setidaknya dengan penggunaan obat itu, dapat membantu mencegah penyebaran virus yang dapat menginfeksi sel-sel tubuh lebih lanjut.
Oleh karena itu, ketika terserang influensa, jangan menganggap remeh dan membiarkan berlarut-larut. Segeralah pergi ke dokter untuk diobati dan istirahatlah yang cukup karena setidaknya penggunaan obat-obat tersebut dapat mencegah penyebaran virus yang menginfeksi sel-sel tubuh.
Jadi di saat kita terserang influensa, harus segera diobati dengan saksama. Ingat, sebenarnya influensa berbahaya dan hingga sampai saat ini belum dapat ditemukan obat yang mampu mematikan virus penyebab influensa tersebut. Ada pun obat-obatan yang telah disebutkan di atas,hanyalah dapat mencegah penyebaran virus untuk menginfeksi sel tubuh lebih lanjut. Pencegahan terhadap penyakit influensa ini dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan penderita influensa. (Sumber: Pikiran Rakyat).***

Berbagai Jenis Sisir dan Kegunaannya

Oleh Syae

KALAU Anda ingin bepergian, apa yang tidak akan dilupakan dalam genggaman tangan Anda? Sisir bisa jadi jawabannya. Barang yang tergolong vital ini, senantiasa menjadi teman akrab, tidak saja bagi wanita, tetapi juga bagi kaum pria.
Sejak dulu hingga kini, rasanya sisir belum berubah fungsi. Sebagai alat untuk merapikan rambut sehingga wajah terlihat elok. Saat ini beragam bentuk dan warna sisir terlihat di berbagai toko, dari sisir yang kecil sampai sisir yang besar, dari yang bergerigi kasar sampai yang rapat dan dari yang warnanya merah muda sampai hitam kelam.
Tampaknya sekarang, orang mulai selektif dengan pemilikan rambutnya. Mereka lebih bebas dalam memilih sisir yang disesuaikan dengan jenis rambut dan tujuannya, makanya jangan heran kalau kita melihat seorang wanita, bisa memiliki banyak sisir dengan jenis dan model yang berbeda. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenal berbagai jenis sisir dengan beragam kegunaannya.

1. Sisir dengan gerigi jarang dan besar. Sisir ini cocok digunakan untuk rambut kering karena rambut kering memiliki daya lengkung dan cenderung mudah rontok jika tidak hati-hati menyisirnya.

2. Sisir ramping dengan ujung lancip. Sisir ini cocok digunakan untuk membuat jalinan kepang rambut atau membuat belahan pada saat kita sedang memotong rambut.

3. Sisir multiguna. Sisir ini digunakan untuk rambut lurus atau juga baik dipakai untuk mengatur rambut lurus ketika akan dipotong.

4. Sisir sikat radial (ukuran kecil), baik digunakan untuk mem-blow atau mengeriting rambut.

5. Sisir sikat radial (ukuran sedang), baik digunakan untuk mengeringkan rambut dengan jenis keriting sesudah keramas.

6. Sisir sikat beradial (ukuran besar). Cocok dipakai untuk menyisir rambut ikal atau bergelombang besar.

7. Sisir dengan bantal karet dari plastik. Cocok digunakan untuk mengeringkan rambut yang akan diluruskan.

Membersihkan rambut
Keramas, sampai saat ini masih merupakan cara untuk membersihkan rambut dan memelihara rambut agar rambut tetap segar. Membersihkan rambut sebaiknya dilakukan selama 2-3 kali seminggu dengan jenis sampo yang sesuai dengan jenis rambut.
Setelah keramas, orang biasanya sering mengeringkannya dengan menggosok-gosokkan rambutnya oleh handuk. Cara ini sebenarnya tidak dianjurkan karena akan menyebabkan kerontokan rambut.
Biarkanlah rambut kering secara alamiah jika mungkin, tetapi jika terpaksa menggunakan hair dryer (pengering rambut), maka usahakanlah menggunakan alat tersebut dengan panas yang sedang dan dalam jarak tidak lebih dari 18 cm dari rambut. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Tempe, Makanan Sehat Antikolesterol

Oleh I Nyoman Tika

TEMPE, merupakan makanan khas Indonesia. Hasil fermentasi kedelai dengan rhizopus oligosporus itu, kini semakin banyak diminati orang, baik di dalam maupun di luar negeri. Nilai gizi yang tinggi menyebabkan tempe dinobatkan sebagai menu baru untuk program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah (PMTAS). Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam tempe, juga sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Senyawa apa yang ada dalam tempe, yang menurunkan kolesterol dalam darah dan bagaimana mekanisme yang terjadi, adalah dua hal menarik untuk diketahui. Alasannya, pemahaman terhadap komponen gizi pada tempe diharapkan dapat membantu seseorang dalam proses pengelolaan tempe menjadi makanan generasi baru tanpa mengganggu sifat-sifat dari senyawa/unsur gizi yang dikandung di dalamnya, lebih-lebih bila tempe digunakan sebagai bahan makanan untuk menurunkan kolesterol.
Keluhan akan meningkatnya kolesterol dalam darah semakin banyak menjangkiti masyarakat, seiring dengan semakin berubahnya pola makan. Masyarakat modern lebih menyukai makanan cepat saji, dengan kadar lemak tinggi. Itu sebabnya, ke depan, makanan olahan dari tempe akan menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi kecenderungan penyakit karena kelebihan kolesterol.
Tempe memiliki nilai cerna yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kedelai. Selain itu, pada tempe juga terjadi peningkatan nilai gizi, seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat. Bahkan juga terjadi peningkatan asam-asam amino bebas, asam lemak bebas dan zat besi. Hasil analisis gizi tempe menunjukkan, kandungan niasin sebesar 1,13 mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan (Bdd). Kandungan ini meningkat kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe karena kadar niasin pada kedelai hanya berkisar 0,58 mg (Hermana dan kawan-kawan, 1996).
Dari kandungan gizi itu, niasin adalah senyawa yang paling menarik untuk dibahas berkenaan dengan penggunaan tempe sebagai bahan makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mengapa demikian? Senyawa niasin merupakan nama generik untuk asam nikotinat dan nikotinamida yang berfungsi sebagai sumber vitamin dalam makanan.
Asam nikotinat merupakan derivat asam monokarboksilat dari piridin. Niasin aktif adalah nikotinamida adenin dinukleotida (NADD+) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP+). Kedua senyawa itu merupakan koenzim dari banyak enzim oksidoreduktase. Artinya, niasin aktif ini merupakan komponen penting dalam lintasan metabolik yang melibatkan metabolisme karbohidrat, lipid, serta asam amino.
Dalam jalur sintesis, niasin juga berasal dari diet asam amino triptofan (suatu asam amino ensensial), yang juga banyak terdapat dalam tempe, yaitu sebanyak 256 mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan (Bdd).
Di tubuh manusia, kolesterol terdapat di dalam jaringan dan lipoprotein plasma, yang bisa dalam bentuk kolesterol bebas atau gabungan dengan asam lemak rantai panjang sebagai ester kolesterol. Unsur ini disintesis dalam banyak jaringan dari asetil-KoA dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh lewat empedu sebagai garam kolesterol atau empedu. Perlu diketahui, kolesterol merupakan prekursor semua senyawa steroid dalam tubuh, seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu, dan vitamin D. Kolesterol adalah produk khas hasil metabolisme hewan dan dengan demikian terdapat dalam segala makanan yang berasal dari hewan seperti kuning telur, daging, hati, dan otak.
Kolesterol dan ester kolesterol diperantarai oleh lipoprotein. Low density lipoprotein (LDL) merupakan pengantara pengambilan kolesterol di banyak jaringan, sedangkan kolesterol bebas diangkut oleh hight density lipoprotein (HDL) ke organ hati untuk diubah menjadi asam empedu dalam proses reverse cholesterol transport (pengangkutan balik kolesterol).

Ada tiga hal yang menyebabkan penurunan keseimbangan kolesterol dalam tubuh, yaitu:
1. Aliran ke luar kolesterol dari membran sel ke lipoprotein dengan potensial kolesterol yan rendah, khususnya HDL, yang digalakkan oleh enzim lesitin: kolesterol asiltransferase.
2. Esterifikasi kolesterol oleh enzim asil: KoA: kolesterol asiltransferase.
3. Penggunaan kolesterol untuk sintesis senyawa steorid lainnya, seperti hormon atau asam empedu dalam hati.

Agar rasio HDL selalu lebih besar dari LDL, niasin digunakan untuk terapi menurunkan kadar kolesterol plasma. Cara pengobatan ini didasarkan pada inhibisi aliran asam lemak bebas dari jaringan adiposa yang mengurangi pembentukan lipoprotein yang membawa kolesterol, yaitu VLDL (very low density lipoprotein), (IDL (intermediate density lipoprotein), dan LDL (low density lipoprotein).
Aliran asam lemak untuk pembentukan lipoprotein itu berkurang karena terjadi penyimpangan oksidasi asam lemak. Penyimpangan ini dihambat oleh meningkatnya ratio (NADH)/(NAD+). Seperti dijelaskan di depan, niasin aktif adalah bentuk NAD+ sehingga dengan mengonsumsi tempe, maka sebenarnya kita telah membuat ratio (NADH)/(NAD+) itu meningkat dalam tubuh. Dengan kata lain, mengonsumsi tempe secara kontinyu, dapat menghambat terbentuknya VLDL, IDL, dan LDL, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Dari gambaran itu, amat jelas bila mengonsumsi tempe secara kontinyu, berarti kita telah meningkatkan kadar niasin dan triptofan dalam tubuh. Oleh karena itu, tempe memang pantas disebut sebagai makanan sehat untuk menurunkan kadar kolesterol.
Namun yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah, pengolahan tempe itu menjadi makanan olahan, haruslah bebas dari senyawa-senyawa yang justru meningkatkan kadar kolesterol itu sendiri. Pengolahan tempe menjadi kripik misalnya jika tetap digoreng dengan minyak goreng yang sudah berwarna hitam (minyak yang berulangkali digunakan). Justru dari minyak inilah sumber masalah baru karena minyak seperti itu kaya akan peroksida lemak. Peroksida lemak inilah yang sering meningkatkan gangguan jantung. (Sumber: Pikiran Rakyat)***