Halaman

Bawang Putih untuk Pengobatan Tradisional

Oleh Meitasari

BAWANG putih merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Di samping kegunaannya sebagai bumbu dapur yang dapat melezatkan makanan, ternyata umbi lapis bawang putih memiliki khasiat medik yang cukup besar dalam pengobatan tradisional.
Bawang putih memiliki bau khas aromatik yang tajam; rasa agak pedas yang lama-kelamaan dapat menimbulkan rasa agak tebal di bibir, serta memiliki warna penampakan putih kekuningan. Umbi lapis bawang putih merupakan umbi majemuk berbentuk hampir bundar yang memiliki garis tengah 4-6 cm. Umbi tersebut biasanya terdiri atas 8-20 siung bawang putih yang seluruhnya diliputi oleh tiga sampai lima selaput tipis seperti kertas berwarna putih, umumnya tiap siung diselubungi oleh dua selaput seperti kertas. Selaput luar berwarna agak putih dan agak longgar sedangkan selaput dalamnya menempel dan memiliki penampakan yang transparan.
Umbi lapis bawang putih memiliki efek farmakologi yang bermacam-macam. Yang pertama, berindikasi dalam pengobatan hiperkolesterolemia dan hiperlipidemia. Bawang putih segar, sari bawang putih, ekstra bawang putih maupun minyak atsiri dapat menurunkan kolesterol dan lemak plasma. Penelitian secara in-vitro pada hepatosit tikus dan sel HepG2 manusia menunjukkan ekstrak cair Allii sativi bulbus (umbi lapis bawang putih) dapat menghambat biosintesis kolesterol dalam suatu pemberian dosis tertentu.
Efek antihiperkolesterolenia dan anti hiperlipidemia telah diteliti dengan menggunakan beragam bintang percobaan (tikus, kelinci, ayam, babi) setelah pemberian secara oral (mulut) pada makanannya atau intragastic dari berbagai bentuk Allii sativi bulbus (ekstrak bawang putih dan minyak esensial).
Pemberian secara oral dari Alliicin terhadap tikus selama periode dua bulan dapat menurunkan kadar lemak total dari serum dan hati, fosfolipid, trigliserida, dan kolesterol total. Mekanisme aktivitas anti hiperkolesterolenia dan hiperlipidemia dari Allii sativi bulbus menunjukkan terlibatnya penghambatan dari hepatic-hydroxy-methylglutaryl-CoA(HMG-CoA) reduktase, dan penyusunan kembali dari plasma lipoprotein dan membran sel.
Pada konsentrasi rendah (0,5 mg/ml), ekstrak Allii sativi bulbus menghambat aktivitas HMG-CoA reduktase hati, akan tetapi pada konsentrasi tinggi (>0,5 mg/ml) biosintesis kolesterol akan dihambat dalam tahap lanjut pada jalur biosintesisnya. Harus dicatat bahwa ekstrak cair Allii sativi bulbus memiliki kemungkinan tidak mengandung salah satu dari kandungan Alliciin atau Ajoene, untuk itu konstituen dari Allii sativi bulbus seperti asam nikotinat dan adenosin (yang juga menghambat aktivitas HMG-CoA redaktur dan biosintesis kolesterol), harus diikutsertakan.
Indikasi kedua yaitu dapat digunakan dalam pengobatan hipertensi ringan. Aktivitas anti hipertensi dari Allii sativi bulbus telah dibuktikan secara in-vivo. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pemberian secara oral dari Allii sativi bulbus dapat menurunkan tekanan darah pada anjing, marmut, kelinci, dan tikus. Obat tersebut dapat memperlihatkan penurunan resitensi vaskuler dengan langsung merelaksasi otot polos.
Obat tersebut juga memperlihatkan perubahan fungsi fisik potensial membran dari sel vaskuler otot polos. Sediaan bawang putih serta ajoene membuat hiperpolarisasi membran dalam sel pada jalur pembuluh. Kandungan yang menghasilkan aktivitas hipotensi dari obat tidak diketahui secara pasti.
Dalam hal ini allicin tidak menunjukkan keterlibatannya. Adenosin berperan dalam melebarkan peripheral pembuluh darah, membuat penurunan tekanan darah, dan juga terlibat dalam regulasi aliran darah pada arteri koroner. Akan tetapi bagaimanapun juga adenosin tidaklah aktif ketika diberikan secara oral. Allii sativi bulbus dapat meningkatkan produksi nitrogen oksida yang memiliki keterkaitan dengan penurunan tekanan darah.
Indikasi yang ketiga dari Allii sativi bulbus adalah untuk pengobatan diabetes melitus ringan. Efek hipoglikemia dari Allii sativi bulbus telah dibuktikan secara in-vivo. Pemberian secara oral dari sedian ekstrak Allii sativi bulbus berair ataupun minyak esensial dari bawang putih dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus dan kelinci. Pada satu penelitian, pemberian secara oral Allii sativi bulbus pada makanan tikus normal atau terkena diabetik-streptozotocin, dapat mengurangi hiperpagia dan polidipsia akan tetapi tidak memiliki efek pada hiperglikemia atau hipoinsulinemia.
Sementara itu, pemberian kepada tikus yang terkena diabetic-alloxan dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan produksi insulin. Aktivitas hipoglikemia dari ekstrak Allii sativi bulbus menunjukkan peningkatan produksi insulin, dan allicin telah menunjukkan melindungi insulin dari ketidakaktifan.
Allii sativi bulbus kontradiksi dengan pasien yang menderita alergi terhadapnya. Akan tetapi, tingkat keamanan Allii sativi bulbus dapat dikatakan cukup baik, hal ini dapat ditunjukkan dengan luasnya penggunaan Allii sativi bulbus dalam pembuatan makanan sehari-hari. Pengonsumsi dalam jumlah yang besar akan meningkatkan risiko pendarahan pascaoperasi. Efek tidak diinginkan yang dapat timbul dari pengonsumsian Allii sativi bulbus adalah alergi dalam bentuk kontak dermatitis dan serangan asma. Bagi pasien yang sedang menjalani terapi warfarin, harus diperingatkan bahwa tambahan Allii sativi bulbus akan meningkatkan waktu pendarahan dua kali lebih lama dibandingkan dengan waktu pendarahan normal.
Dari ketiga indikasi serta efek farmakologi yang ditimbulkan oleh Allii sativi bulbus, dapatlah dikatakan bahwa tumbuhan ini memiliki khasiat medik yang sangat besar dalam penyembuhan berbagai macam penyakit secara tradisional. Penggunaan serta dosis yang tepat dapat menyembuhkan dan mencegah kita dari berbagai macam penyakit yang membahayakan tanpa risiko yang besar. Jika dibandingkan dengan pengobatan modern, jelas penggunaan tumbuhan obat tradisional semacam ini dapat dijadikan alternatif termudah dan termurah dalam pengobatan berbagai macam penyakit. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Jangan Bangun WC di Belakang Rumah

Oleh Sun

PERTUMBUHAN penduduk Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti di Bandung, Jakarta, dan Surabaya, memaksa pemerintah menyediakan perumahan yang terjangkau dari sisi harga serta dapat memenuhi kebutuhan perumahan yang semakin besar. Hasilnya, muncul perumahan tipe rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS).

RUMAH tersebut biasanya memiliki luas tanah antara 60 s.d. 90 m2, dengan tipe bangunan T 15 s.d. T 36, dengan lebar tanah hanya 5 atau 6 meter. Rumah jenis ini biasanya hanya memiliki satu kamar tidur, satu kamar tamu, dan dapur. Ciri khas lainnya adalah rumah yang satu dengan yang lainnya saling berdempetan.
Bagi keluarga yang memiliki dua anak, rumah hanya dengan satu kamar tidur menjadi sangat tidak memadai, apalagi bila anak-anaknya sudah menginjak remaja. Hal ini mendorong pemilik rumah untuk memperluas bangunan rumahnya. Perluasan rumah ini tidak jarang hanya menyisakan sedikit ruang terbuka di depan rumah karena harus menyediakan banyak kamar untuk anggota keluarganya.
Perluasan rumah di perumahan memiliki ciri yang demikian. Sebagai hasilnya, rumah-rumah tersebut hanya memiliki pintu dan jendela di depan rumah. Jendela di samping rumah tidak memungkinkan untuk dibuat karena di samping lebar tanah yang hanya 6 meter (bahkan ada yang hanya 5 meter), rumahnya berdempetan dengan tetangganya. Demikian pula di bagian belakang rumah. Rumah dengan keadaan yang demikian banyak dijumpai di perumahan-perumahan.
Rumah dengan ciri yang demikian sebenarnya kurang sehat. Yang pertama karena pertukaran (sirkulasi) udara tidak bagus atau udara tidak bisa keluar masuk rumah dengan bebas karena udara hanya bisa masuk dari depan rumah. Sirkulasi udara yang baik di dalam rumah sangat diperlukan sebagai persyaratan rumah sehat.
Hal ini dapat diperburuk apabila dapurnya terletak di rumah bagian belakang. Apabila sirkulasi udara di dalam rumah tidak baik, gas-gas hasil pembakaran saat memasak (misalnya gas Nox yang berbahaya bagi kesehatan), tidak dapat keluar rumah dengan leluasa. Akibatnya, gas-gas tersebut dapat terisap sehingga dapat mengganggu kesehatan anggota keluarga.
Rumah yang bagian belakangnya serba tertutup tersebut juga menyebabkan sinar matahari tidak bisa mencapai bagian belakang rumah. Akibatnya, rumah terasa lembab. Hal-hal di atas dapat diperburuk apabila WC dan kamar mandi terletak di rumah bagian belakang (dan kebanyakan rumah memang demikian). Bau tidak sedap, kelembaban, serta kuman penyakit, tidak dapat segera tersapu ke luar dari rumah.
Seperti dikemukakan di atas bahwa rumah RS dan RSS berdempetan dengan tetangganya baik itu di sisi kanan, kiri, maupun belakang. Untuk itu diperlukan kiat-kiat agar dalam mengembangkan rumah RS dan RSS tidak terjebak dalam masalah yang dikemukakan di atas dan menjadikan rumah tersebut tetap menjadi rumah sehat. Berikut prinsip rumah sehat dan kiat-kiat membangun rumah sehat di perumahan RS dan RSS.

1. Pastikan aliran udara yang lancar dari depan ke belakang rumah atau sebaliknya. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun bagian belakang rumah ada yang terbuka ke udara langsung atau dengan cara membuat genting di bagian belakang rumah sedemikian rupa sehingga udara dapat keluar masuk dengan bebas.

2. Pastikan bahwa sinar matahari dapat masuk rumah dengan leluasa. Untuk menguji ini, caranya sangat gampang, yaitu matikan seluruh lampu listrik, lihat ruangan apakah terang atau gelap.
Apabila dengan matinya lampu listrik ruangan menjadi gelap, rumah tersebut perlu direnovasi agar sinar matahari dapat menjangkau ruangan tersebut.
Hal ini dapat dilakukan dengan membikin bagian belakang rumah ada yang terbuka ke udara langsung atau dengan cara membuat genting di bagian belakang rumah sedemikian rupa sehingga udara dapat keluar masuk dengan bebas.

3. Buatlah atap yang tinggi, paling tidak tingginya 3 meter dari lantai. Atap rumah yang tinggi memiliki banyak keuntungan. Udara panas (misal dari memasak) selalu menuju ke atas.
Dengan atap rumah yang tinggi, udara panas atau udara hasil pembakaran yang tidak sehat, akan terbawa ke atas. Hal ini lebih sempurna lagi apabila ada bagian genting yang terbuka sehingga udara panas dan udara hasil pembakaran dapat segera tersapu keluar. Atap yang tinggi dapat juga berfungsi mengurangi rasa gerah di dalam rumah apabila musim kemarau tiba.

4. Apabila membuat rumah berlantai dua (atau lebih), pastikan bahwa pada tangga yang naik ke atas memiliki bagian yang terbuka luas. Sekali lagi, hal ini untuk memastikan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari dengan baik.
Bagaimana apabila rumah yang sudah dikembangkan/diperluas ternyata tidak memenuhi 4 hal di atas. Cara yang mudah dan cukup manjur serta tidak terlalu banyak mengeluarkan uang serta tidak mengubah rumah secara berarti adalah dengan cara memperbarui genting (terutama pada bagian belakang rumah) sedemikian rupa sehingga udara dan sinar matahari dapat masuk. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Bawang Merah dan Manfaatnya

Oleh Bahagiarini

BAWANG merah tentunya sudah tidak asing lagi didengar oleh telinga kita karena bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur utama yang sering dipakai oleh ibu-ibu dalam setiap masakan.

BAWANG merah selain menyedapkan masakan juga memiliki banyak kandungan zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila bawang merah hampir banyak dikonsumsi orang sehingga harganya tiap waktu semakin beranjak mahal.
Tanpa disadari, ternyata bawang merah dan bawang putih adalah dua sumber tumbuhan yang memang ada disebutkan dalam Alquran, yaitu dalam surat Albaqarah ayat 61: ”Dan ingatlah ketika kamu berkata: Wahai Musa, kami tidak dapat sabar dengan satu macam makanan saja. Karena itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami sebagian dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu dari sayur-mayurnya, mentimunnya, bawang putihnya, kacangnya dan bawang merahnya”. Dari ayat di atas jelas bahwa bawang merah merupakan karunia Allah yang menjadi keinginan dan kesukaan manusia.
Kita sering mengalami rasa perih di mata apabila sedang mengiris bawang merah. Hal ini disebabkan karena bawang merah mengandung zat yang disebut alliinase, sejenis zat yang memicu munculnya faktor prophantial S-oxide atau lachynatory, pembuat rasa perih pada mata. Zat ini diketahui melalui penelitian yang dilakukan oleh Dr. Shinusuke Imai dari ”House Food Corporation”, Ciba-Jepang.
Dengan ditemukannya zat ini, maka tim dari Jepang tersebut bisa menemukan bahan kimia yang bisa mengantisipasinya tanpa mengubah rasa khas bawang tersebut dengan cara menurunkan regulasi kegiatan enzim sintase. Zat penyebab rasa perih ini kalau terlalu sering mengenai mata, maka jumlah cairan mata akan berkurang.
Bawang merah selain mengandung alliinase juga mengandung zat lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bawang merah kaya dengan berbagai vitamin, termasuk vitamin B1 (thiamine), B2 (riboflavin), dan C (ascorbic acid).
Dalam bidang pengobatan, bawang merah berperan sebagai bahan antiseptik, khususnya dalam menyembuhkan sakit, seperti apabila terdapat kulit yang melepuh akibat terbakar.
Selain itu, bawang merah juga berguna untuk mengurangi hipertensi, kandungan gula yang tinggi dalam darah, serta kolesterol, dan kandungan lemak dalam darah.
Bila dimasak dengan cuka, bawang merah berguna untuk sakit jantung dan bengkak. Air perasannya bisa digunakan untuk mengolesi penyakit kulit seperti bisul dan gigitan serangga. Bawang merah yang telah dibakar dan ditumbuk dapat mengobati telinga yang bernanah. ()***

Cabai & Makanan Berserat Turunkan Berat Badan

Oleh Edwin

PUNYA badan langsing dan indah memang jadi dambaan banyak orang terutama kaum wanita. Namun untuk mencapai hal seperti, masih banyak yang sulit mendapatkannya. Kendati gaya hidup dan kebiasaan makan telah diperbaiki, berat badannya masih saja terus naik. Golongan orang yang seperti ini memang punya perbedaan individual, yakni memiliki laju metabolisme masing-masing.
Namun, Anda jangan putus asa sebab ada banyak jenis makanan yang betul-betul dapat meningkatkan laju metabolisme serta membantu menurunkan berat badan. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang pedas-pedas.
Menurut beberapa penelitian, bumbu-bumbu pedas seperti cabai, mostar, dan merica, dapat membantu menurunkan berat badan sebanyak 25 %.
Cabai rawit yang telah dikenal selama ratusan tahun sebagai obat kolik usus (masuk angin), pencernaan buruk dan meningkatkan sirkulasi darah, sampai kini masih dikonsumsi banyak orang dan dimanfaatkan khasiatnya.
Namun, cabai rawit yang antara lain mengandung capsaicin dan capsacutin itu, kini diyakini oleh para ilmuan dapat menurunkan berat badan karena berpengaruh terhadap hormon hasil kelenjar tiroid yang berpengaruh pula terhadap laju metabolisme.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Tasmania, Australia membuktikan, laju metabolisme 4 dari 6 orang sebagai sampel percobaan, meningkat setelah menyantap makanan yang mengandung 1 sendok makan ”tabasko” yang tak lain adalah ekstrak cabai.
Jadi kalau Anda merasa kegemukan, cobalah tambahkan dalam makanan Anda, bumbu yang mengandung cabai alias yang punya rasa pedas. Bisa dibubuhkan langsung pada makanan ataupun diramu sewaktu memasak. Cabai rawit memang pedas menggigit, apalagi jika dalam bentuk tobasco. Oleh karena itu, jika Anda baru pertama kali makan cabai rawit, mulailah memakannya dengan cara sedikit demi sedikit.
Namun, kalau Anda tidak kuat akan pedas, caranya ambilah kapsul kosong lalu masukkan serbuk cabai atau tobasco tersebut ke dalamnya. Sebaiknya Anda memakan 1 kapsul setiap kali makan. Kalau perut Anda merasa tidak enak, kurangi jumlah cabai rawitnya.
Untuk mendukung agar cara diet anda efektif, maka sebaiknya perbanyak pula konsumsi sayur-sayuran, kecuali kubis. Kubis ini justru memiliki pengaruh meningkatkan berat badan. Makanlah buah-buahan segar, bukan yang dikeringkan atau buah yang dibuat juice karena yang demikian itu selalu tinggi kadar gulanya.
Air putih merupakan keharusan. Oleh karena itu, minumlah minimal 8 gelas per hari. Hendaknya biasakan makan pagi dan hindari makan malam. Sarapan dapat menghindari Anda dari makanan junk food dan cemilan sepanjang hari itu.
Sayangnya orang kadang tidak dapat mengurangi lemak dalam menu mereka. Kalau Anda orang yang termasuk kelompok ini, konsumsilah serat yang mengikat lemak dan serat yang larut dalam air. Ini dapat sedikit menolong.
Banyak studi klinis menemukan bahwa serat-serat ini juga membantu mengurangi lemak darah tertentu seperti kolestrol. Serat-serat itu antara lain bekatul, havermout, kacang hijau, dan pektin. Makanan berserat ini akan membantu menurunkan berat badan Anda karena dua faktor; Pertama, makan berserat ini jika larut dalam air akan mengembang dan menyumpal perut Anda sehingga akan mengurangi nafsu makan Anda.
Kedua, serat tersebut juga memerangkap asam empedu sehingga mencegah penyerapan asam ini dan sampai batas tertentu, menyebabkan penyerapan berbagai lemak dalam makanan. Tunjanglah makanan tersebut dengan berolah raga secara teratur setiap hari minimal 20 menit. Paling baik apabila olah raga ini dilakukan setiap pagi sebelum sarapan karena akan meningkatkan metabolisme tubuh, tidak hanya selama berolah raga, tapi juga sepanjang hari.
Ternyata menurunkan berat badan tidak terlalu sulit, tetapi hanya dengan perubahan pola makan yang sehat, sedikit cabai, peningkatan konsumsi serat yang larut dalam air dan olah raga secara teratur. Oleh karena itu, akan tercipta perubahan. (Sumber: Pikiran Rakyat).***

Keju, Produk Olahan Susu yang Kaya Nutrisi

Oleh Ervin Novidia

SUSU, merupakan minuman sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan. Menu ”empat sehat” yang terdiri dari nasi, sayur, lauk-pauk, dan buah, akan menjadi ”lima sempurna” bila ditambah susu.
Pada umumnya, seorang peternak sapi perah akan memerah sapi sebanyak dua kali sehari. Susu dari peternakan harus segera diolah agar kualitas dan kandungan nutrisinya tidak berubah. Bila susu dibiarkan lebih dari 24 jam tanpa penanganan atau pengolahan khusus seperti pemanasan atau disimpan dalam lemari es, ia akan menjadi masam. Produk olahan susu di antaranya adalah mentega, krim, dan keju.
Hewan yang digunakan sebagai sumber susu, beranekaragam. Pada umumnya adalah mamalia sapi, kerbau, kuda, kambing gunung, rusa kutub, unta, dan lain-lain. Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang terbentuk karena koagulasi susu oleh rennet (enzim pencernaan dalam lambung hewan penghasil susu). Bagian dari susu cair yang terkoagulasi membentuk substansi padat seperti gel disebut curd; dan sejumlah besar air serta beberapa zat terlarut akan terpisah dari curd disebut whey. Dipercayai bahwa dahulu keju diproduksi secara tidak sengaja, yaitu ketika bakteri yang ada dalam susu dan enzim pencernaan ternak bereaksi membentuk curd, dan kemudian terbentuklah keju mentah.

A. Prinsip pembuatan keju
Di dunia terdapat beragam jenis keju. Seluruhnya memiliki prinsip dasar yang sama dalam proses pembuatannya, yaitu:
1. Pasteurisasi susu: dilakukan pada susu 70 derajat celcius, untuk membunuh seluruh bakteri pathogen.
2. Pengasaman susu. Tujuannya adalah agar enzim rennet dapat bekerja optimal. Pengasaman dapat dilakukan dengan penambahan lemon jus, asam tartrat, cuka, atau bakteri Streptococcus lactis. Proses fementasi oleh streptococcus lactis akan mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat sehingga derajat keasaman (pH) susu menjadi rendah dan rennet efektif bekerja.
3. Penambahan enzim rennet. Rennet memiliki daya kerja yang kuat, dapat digunakan dalam konsentrasi yang kecil. Perbandingan antara rennet dan susu adalah 1:5.000. Kurang lebih 30 menit setelah penambahan rennet ke dalam susu yang asam, maka terbentuklah curd. Bila temperatur sistem dipertahankan 40 derajat celcius, akan terbentuk curd yang padat. Kemudian dilakukan pemisahan curd dari whey.
4. Pematangan keju (ripening).
Untuk menghasilkan keju yang berkualitas, dilakukan proses pematangan dengan cara menyimpan keju ini selama periode tertentu. Dalam proses ini, mikroba mengubah komposisi curd, sehingga menghasilkan keju dengan rasa, aroma, dan tekstur yang spesifik. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi penyimpangan seperti temperatur dan kelembaban udara di ruang tempat pematangan. Dalam beberapa jenis keju, bakteri dapat mengeluarkan gelembung udara sehingga dihasilkan keju yang berlubang-lubang.

B. Jenis-jenis keju
Faktor yang memengaruhi jenis dan variasi keju:
1. Derajat keasaman susu pada proses pembuatan curd.
2. Jenis mikroorganisme yang digunakan.
3. Komposisi nutrisi susu yang digunakan dalam proses pembuatan keju.
Semakin tinggi kadar lemak dalam susu, keju yang dihasilkan akan semakin lembut, harum, dan menarik. Sebaliknya, bila kadar lemak dalam bahan baku susu rendah, akan dihasilkan keju yang keras dan berwarna pucat.
4. Temperatur, kandungan lembab dalam proses produksi.
5. Lama proses pematangan keju.
Secara umum, keju diklarifikasikan menjadi beberapa katagori:
1. Berdasarkan jenis susu yang digunakan:
a. susu sapi dan biri-biri: Keju Roquefort
b. susu kambing: Keju Chevre
2. Berdasarkan derajat kekerasan produk akhir:
a. sangat keras: Parmesan
b. keras, tanpa lubang-kubang: Cheddar
c. keras, berlubang: Gruyere
d. agak lembut (semisoft): Muenster
3. Berdasarkan proses yang terjadi dalam pematangan keju:
a. dimatangkan oleh jamur internal: Gorgonzola
b. dimatangkan oleh jamur eksternal: Camembert
4. Lain-lain:
a. Keju yang dibuat dengan memplastisasi curd dalam air panas: Caciocavallo
b. Keju yang diasinkan dengan penambahan garam ke dalam curd: Cheshire.
Teknik dan variasi pembuatan keju dapat dilakukan/dikembangkan menurut kreativitas yang tak terbatas. Misalnya dengan penambahan biji-bijian, herba, minuman beralkohol, potongan buah-buahan dan pewarna ke dalam curd. Pewarna yang digunakan biasanya adalah merah annatto. Penambahan garam ke dalam keju biasanya adalah untuk menurunkan kadar air dan sebagai pengawet.

C. Nilai gizi
Keju merupakan makanan yang mengandung konsentrat nutrisi. Kandungan gizinya sangat baik untuk anak-anak yang ada dalam masa pertumbuhan. Juga untuk kaum vegetarian, yaitu mereka yang hanya memakan sayur-sayuran dan berpantang daging, keju dapat digunakan sebagai pengganti daging karena kandungan proteinnya yang tinggi.
Sebagai contoh, pada keju keras, seperti Chedar, setiap 100 gramnya menyuplai 36% protein, 80% kalsium, 34% lemak dari total kebutuhan gizi yang direkomendasikan per harinya (recommended daily allowance). Konversi susu menjadi keju memberikan keuntungan tersendiri karena sebagian besar lemak dan proteinnya telah dicerna oleh enzim dalam proses pembuatan keju sehingga lebih mudah diterima oleh sistem pencernaan manusia. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Mengatasi Anak-anak yang Suka Menonton TV

Oleh Dr. Sunit Hendrana

SEKARANG ini dapat dikatakan, tiada rumah tanpa pesawat televisi (TV). Tidak hanya di rumah yang sangat sederhana (RSS) di perumahan-perumahan, bahkan di rumah-rumah gubuk di pinggir sungai sekalipun, sudah banyak yang memiliki pesawat TV. TV sudah menjadi salah satu dari ”perabot pokok” sebuah rumah.
TV memang merupakan salah satu sumber informasi, hiburan, dan kombinasi antara keduanya. Di Indonesia sekarang, ada 10 stasiun TV swasta yang dapat ditangkap secara nasional dan satu TV ”milik” pemerintah (TVRI). Dengan demikian, bagi pemirsa hal ini memberikan banyak pilihan untuk melihat program TV dari pagi sampai malam hari. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa acara yang disajikan TV sebagian besar merupakan hiburan.
Bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah, kegemaran menonton TV ini bisa menjadi masalah. Anak-anak yang semestinya tekun belajar pada malam hari, karena ada acara yang menarik di TV, terpaksa meletakkan pensil dan buku mereka demi untuk melihat acara TV yang sangat disukainya atau bahkan anak-anak balita yang sedang mengembangkan kreativitasnya dengan menggambar memakai krayon ”terpaksa” mengikuti jejak kakaknya menonton acara TV tersebut.
Apabila hal di atas dibiarkan terus-menerus, akan menjadikan hal-hal yang kurang baik. Bagi anak sekolah, akan menjadikan malas belajar dan lebih suka menonton TV atau waktu untuk menonton TV lebih banyak dari pada waktu yang digunakan untuk belajar, maka tidak heran apabila prestasi di sekolahnya kurang baik.
Bagi anak balita, kehadiran TV seakan terasa membantu bagi yang menjaganya karena apabila si anak rewel, maka dengan menonton TV, anak akan duduk tenang di depan TV. Namun, sebenarnya banyak kerugian apabila anak balita sering menonton TV. Selama menonton TV, anak-anak (balita) akan kehilangan waktu untuk berkreasi (seperti menggambar, mewarnai, sosialisasi dengan teman sebaya, dll.), atau, waktu utuk mengembangkan kemampuan-kemampuan fisiknya seperti kemampuan motoriknya. Karena selama menonton TV, tidak ada aktivitas lain selain duduk dengan tenang memerhatikan acara TV.
Bahkan ada hal yang lebih memprihatinkan, yaitu adanya adegan-adegan yang tidak semestinya dilihat oleh anak-anak, seperti kekerasan dan adegan percintaan orang dewasa.
Walau demikian, tidak bijaksana juga apabila anak-anak sama sekali tidak boleh menonton TV karena banyak juga acara-acara yang bersifat ilmu pengetahuan, pelajaran untuk anak-anak, dan informasi-informasi penting lainnya. Sebenarnya hal-hal yang kurang baik seperti dipaparkan di atas merupakan dampak negatif dari terlalu seringnya menonton TV.
Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan keberadaan pesawat TV di rumah sehingga berguna bagi perkembangan anak dan mencegah dampak negatif yang diakibatkan oleh terlalu seringnya anak-anak menonton TV. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya.

1. Berikan contoh pada anak-anak. Orang tua jangan sampai sering terlihat menonton TV karena anak akan cenderung meniru perilaku orang tua. Yang menjadi masalah, ketika orang tua bekerja, sedangkan anak-anak bersama pembantu atau orang lain, seperti keponakan. Untuk mengatasi hal ini, dapat diberikan perintah kepada orang yang ada di rumah agar tidak menonton TV selama orang tua bekerja atau dengan cara memberikan timer pada saklar listrik tempat pesawat TV dihubungkan.

2. Berikan banyak kegiatan yang positif di rumah. Misalnya untuk anak-anak balita, berikan mainan seperti boneka, mobil-mobilan, merangkai balok warna, dan kertas. Untuk anak-anak yang sudah sekolah, bisa dibelikan buku cerita, majalah anak-anak, membantu menyirami tanaman atau membantu memasak di dapur, dan masih ada seribu cara lainnya.

3. Anak-anak memiliki acara-acara yang paling disukainya. Biarkan anak-anak menonton acara yang paling disukainya (misalnya dua atau tiga program acara). Untuk selebihnya, kita bicarakan dengan anak-anak tentang acara-acara lain yang akan dilihat selama satu minggu ke depan. Hal ini akan ”memaksa” anak untuk mematuhi ”kesepakatan” yang telah dibuat. Ajak anak-anak untuk melihat acara du TV yang bersifat mendidik atau berisi hal-hal yang positif, seperti acara tentang sifat-sifat alam, tentang kehidupan binatang atau film-film kartun yang memang berisi tentang pendidikan untuk anak-anak.

4. Jangan biarkan anak-anak (termasuk siapa pun yang ada di rumah) menonton TV pada saat yang sudah diprogramkan untuk belajar. Hal ini untuk memberi contoh kepada mereka tentang disiplin.

5. Temani anak-anak menonton TV sekalipun hanya film kartun. Jangan biarkan anak-anak mencari jawaban sendiri apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan pada saat menonton program acara di TV. Cobalah Bapak atau Ibu temani anak-anak menonton TV, kita akan merasakan betapa banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan anak-anak — terutama yang berumur 4 sampai 6 tahun — ketika mereka menonton program acara di TV. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

Dari Limbah Menjadi Pakan Ternak

Budi Imansyah
(sanitarian dan staf AKL Kutamaya, Bandung)

DALAM budi daya ternak, pakan merupakan salah satu faktor penting. Alasannya, acap kali para peternak dipusingkan oleh masalah penyediaan pakan ternak. Padahal, pakan ternak bisa pula dibuat dengan memanfaatkan limbah sebagai pakan pengganti (pendukung). Terkadang masalah pakan ini bisa pula berpengaruh terhadap harga dari hasil ternak sendiri, seperti daging, telur, atau susu.

PARA peternak berusaha menjual hasil ternak sebanyak mungkin dalam mengimbangi kemungkinan terjadinya kenaikan harga pakan. Disamping itu, peternak pun dituntut juga untuk mencari pakan pengganti yang lebih murah, tetapi bergizi tinggi sehingga biaya produksi bisa ditekan dan hasil ternak meningkat. Banyak para ahli yang telah menganalisis kandungan gizi yang terdapat pada limbah atau sampah agar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Dengan demikian, peternak diharapkan dapat memanfaatkan limbah-limbah tersebut, sekaligus dapat membantu dalam memecahkan masalah lingkungan.
Dalam mencukupi kebutuhan ternak, baik bagi peternak sapi, kambing, ayam, dan lain sebagainya, setidaknya dituntuk untuk kreatif dalam mencari alternatif-alternatif lain dalam mencukupi kebutuhan ternak, terutama pakannya. Bila bergantung pada jenis ransum (bahan pakan yang biasa diberikan) tertentu, dimungkinkan akan mengalami kendala yang dapat meningkatkan harga ransum di pasaran, mungkin karena nilai kurs dollar AS, naiknya harga BBM, ataupun transportasi.
Mungkin pula karena adanya goncangan-goncangan perekonomian seperti saat ini. Mengingat pakan merupakan faktor yang paling banyak membutuhkan biaya, sebesar 60-70% dari seluruh biaya produksi tersedot untuk penyediaan pakan.
Tentu tidak ada salahnya bila dicari pakan-pakan pengganti atau pendukung yang bisa dipergunakan, salah satunya dengan membuat pakan sendiri secara sederhana dengan cara memanfaatkan limbah. Banyak sebenarnya bahan-bahan di alam yang dapat digunakan untuk pakan ternak. Namun, yang terpenting haruslah memenuhi syarat, seperti ketersediaan bahan pakan terjamin, teratur dan selalu ada, terutama di sekitar lingkungan peternak. Misalnya daun singkong, ubi kayu, krotok, kecipir, atau biji lamtoro.
**
PEMANFAATAN limbah sebagai pakan pengganti, di samping dapat memperkecil biaya produksi, juga dapat memperkecil masalah lingkungan akibat limbah. Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak:
1. Sampah, yaitu daun pisang atau kertas koran sebab dalam setiap 100 gram daun pisang, terkandung lemak, 4,31 gram protein, karbohidrat 33,10 gram, dan kalorinya 224 kkal. Ini kesemuanya merupakan zat-zat yang diperlukan dalam membuat pakan yang berkualitas dalam memenuhi kebutuhan gizi ternak. Selanjutnya kertas koran, menurut penelitian bahwa ternak yang diberi kertas koran 7,5-15% dalam ransumnya, ternyata menampakkan penambahan berat badan yang lebih besar dibandingkan kontrol (ternak yang tidak diberi kertas koran).
2. Limbah rumah tangga, contohnya sayur-sayuran, buah-buahan, tulang, ikan, telur, dan aneka jenis makanan sisa lainnya.
3. Limbah industri, yang terdiri dari limbah peternakan, limbah perikanan, limbah pertanian, dan limbah industri makanan.
Pengolahan limbah bisa menjadi pakan pengganti dan atau dicampur dengan ransum ternak. Olahan limbah berupa sampah padat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman-tanaman penghasil pakan pengganti. Pengolahan sederhana yang lazim digunakan antara lain, yaitu dengan pengeringan, penggilingan (penumbukan), dan fermentasi.
Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kadar air bahan mikroba penyebab tidak dapat hidup sehingga bahan pakan menjadi awet dan tahan lama. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran dan penggunaan alat pengering. Bahan-bahan limbah dengan penjemuran dilakukan dengan menggunakan suatu wadah dan diletakkan di panas sinar matahari langsung, sedangkan dengan menggunakan alat pengering biasanya memakai oven. Bahan pakan ternak dikeringkan, biasanya akan berubah warna menjadi warna cokelat.
Perubahan tersebut merupakan reaksi browning yang dapat menurunkan nilai gizi, terutama protein. Namun, pengeringan tetap dilakukan karena volume bahan akan menjadi kecil. Akibatnya, berat bahan pun berkurang sehingga akan mempermudah serta menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan.
Pengolahan selanjutnya, penggilingan atau penumbukan. Bahan pakan dikurangi ukurannya dengan menggunakan alat penggiling (penumbuk). Hasil penggilingan atau pun penumbukkan bervariasi dari yang halus, seperti tepung hingga kasar (butiran pasir), disesuaikan ukuran mesh atau lubang saringan yang digunakan. Usahakan agar penggilingan/penumbukan tidak sampai menghasilkan bahan yang terlalu panas. Alasannya, penggilingan yang terlalu halus akan menambah kecepatan jalannya bahan pakan melewati usus sehingga kecernaannya akan berkurang sebanyak 20%.
**
PEMANFAATAN lainnya dengan cara fermentasi. Prinsip dasarnya adalah mengaktifkan kegiatan mikroba tertentu untuk tujuan mengubah sifat bahan agar dihasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain itu, dalam proses fermentasi, mikroba juga memecah komponen yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh ternak serta menyintesa beberapa vitamin yang kompleks dari faktor-faktor penumbuhan lainnya, antara lain priboflavin vitamin B-12 dan provitamin A.
Prinsip dasar fermentasi adalah dilakukan dengan cara:

Pertama, sejumlah milorganite (pupuk hasil pengomposan) dicampur dengan air bersih pada suhu 70%. Setelah suhu mencapai 80%, larutan milorganite diaduk-aduk dan dicampur hingga rata. Usahakan PH larutan selalu pada posisi 7.

Kedua, larutan didinginkan semalaman, kemudian dipanaskan kembali sampai 70% derajat Celcius selama 5 jam. Larutan disaring, misalnya dengan isapan, dengan air hasil saringan diuapkan sehingga kental.

Ketiga, larutan kental tersebut kemudian diuapkan lagi pada suhu sekira 70 derajat Celcius hingga kering. Bahan inilah yang nantinya dapat digunakan sebagai pakan ternak yang kaya akan vitamin B-12.

Dengan pemanfaatan limbah ini, para peternak mudah-mudahan tidak lagi bingung dengan perubahan harga ternak di pasaran, di samping lingkungan akan menjadi bersih dan sehat. Dengan demikian, biaya produksi dapat ditekan sehingga akan menghasilkan produksi hasil ternak yang banyak dan berkualitas. (Sumber: Pikiran Rakyat)***