Oleh Syae
SERINGKALI kita mendengar keluhan orang yang merasa kepalanya pusing, berdenyut, atau bahkan merasakan nyeri yang berpindah-pindah di bagian kepala. Bahkan, saking gemasnya mereka takut kalau penyakit kepala yang dideritanya merupakan gejala kanker otak.
Selama ini sakit kepala memang masih dianggap sebagai penyakit umum bagi semua orang. Banyak orang tak mengerti apa itu penyakit kepala. Ada yang mengatakan sakit kepala juga merupakan gejala dari suatu penyakit, tapi jarang orang yang mengetahui bahwa penyebab penyakit ini banyak berhubungan dengan masalah psikologis.
Sesungguhnya sakit kepala disebabkan oleh banyak hal, di antaranya stres dan gerakan otot yang tegang. Sementara coklat, keju, kafein, alkohol, perubahan cuaca, dan demam dapat menjadi faktor "pemicu" (pembangkit) timbulnya rasa sakit kepala.
Timbulkan penderitaan
Secara umum sakit kepala dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu karena tekanan otot dan tekanan pembuluh darah. Migrane merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh adanya peradangan pada pembuluh darah atau gangguan di sekitar otak. Migrane biasanya ditandai oleh adanya gangguan pada pandangan mata yang dapat berakibat mata menjadi kabur.
Banyak orang yang migrane-nya timbul ketika ia berada dalam kerumunan orang, rasa takut menghadapi suatu peristiwa, menunggu sarapan yang terlalu lama, suasana kerja keras, menstruasi atau keadaan bosan. Biasanya orang yang menderita migrane akan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaran. Misalnya bila ada bunyi-bunyian, maka ia merasa bunyi itu memekakkan telinganya atau cahaya normal membuat penglihatan terlalu menyilaukan. Pada saat terkena migrane, pembuluh dalam otak terganggu dan akan mengakibatkan gejala stroke. Setelah itu penderita migrane akan merasakan nyeri yang berdenyut-denyut di sekitar kepala.
Di Amerika, sekira 17% laki-laki dan 30% wanita, terkena migrane setiap tahunnya dan 4% penduduk memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit ini. Penderita jenis migrane ini biasanya sekira 15%.
Tipe kedua adalah migrane umum. Sakit kepala ini biasanya terjadi di sekitar mata, gejalanya seperti stroke. Akibat yang paling fatal adalah si penderita dapat kehilangan kemampuan bicara atau gangguan penglihatan.
Umumnya, migrane sering memengaruhi saraf karena terjadi di daerah di sekitar dekat mata dan dahi. Hidup yang terlalu tertekan, tidur telalu banyak atau terlalu sedikit, makan berlebihan, menstruasi dan stres, merupakan beberapa faktor penyebab orang terkena migrane ini.
Sakit kepala yang terlalu banyak dapat menimbulkan penderitaan. Karena nyeri yang terlalu kuat, banyak penderita yang membentur-benturkan kepalanya ke tembok.
Penelitian yang dilakukan terhadap binatang menunjukkan bahwa selama terjadi migrane, darah yang mengalir ke dalam otak menurun. Fenomena ini menurut peneliti merupakan gelombang dari kegiatan otak yang tertekan. Selama ini penurunan darah tersebut belum dibuktikan pada manusia yang merupakan pertimbangan sebab-sebab terjadinya migrane.
Hipotesis lain menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam penggunaan zat kimia di otak. Pada penderita migrane umumnya banyak ditemukan zat kimia di otaknya.
Secara umum dapat kita bedakan dua sebab timbulnya migrane, yaitu karena faktor keturunan dan pengurasan energi. Beberapa hal yang menyebabkan pengurasan energi adalah menstruasi, alergi, infeksi, dan kadar gula rendah dalam darah. Tetapi ada beberapa pengurasan energi yang dapat kita hindari, yaitu bekerja terlalu banyak, serba terburu-buru, kebiasaan makan yang buruk, kebiasaan kurang tidur/istirahat, kelebihan rokok, minuman keras, seks.
Mengurut leher dan punggung
Penderita migrane banyak yang mengatasinya dengan minum obat aspirin yang dicampur kola atau kopi, padahal campuran ini sebenarnya akan menambah sakit kepala. Sebaiknya, hindarilah penggunaan aspirin yang terlalu sering (setiap saat) karena tubuh menjadi kebal. Musik juga dapat mengurangi sakit kepala, membuat kita rileks, dan biasanya orang yang sensitif terhadap suara keras lebih suka menyendiri apabila sakit kepala menyerang dirinya.
Beberapa penderita penyakit kepala kronis ada yang menggunakan obat-obat keras seperti codeine. Antidepressants terkadang digunakan juga untuk pencegahan sakit kepala. Namun, karena obat tersebut memunyai efek samping, usahakan pencegahan dengan melalui kebiasaan hidup sehat dan baik.
Apabila merasakan nyeri kepala, cobalah relaks sejenak secara perlahan. Cara berhenti yang mendadak pada saat tensi meninggi akan berakibat pembuluh darah dalam otak kembang kempis. Oleh karena itu, jika merasa letih, usahakan jangan langsung merebahkan diri di atas tempat tidur dengan harapan kita dapat tertidur pulas. Namun, cobalah merendahkan tensi darah dengan cara perlahan, misalnya berjalan kaki beberapa saat, minum minuman hangat atau mengurut leher dan punggung.
Karena migrane menyerap simpanan energi tubuh, secara umum pengobatannya adalah dengan meningkatkan energi tubuh malalui makanan dan vitamin sehingga dapat mencegah akibat jelek yang lebih jauh, yaitu stres. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Home » All posts
Beberapa Petunjuk tentang Kaki
Oleh Man
KAKI kita merupakan salah satu bagian tubuh yang tentu saja sangat berguna sebagaimana anggota tubuh lainnya. Sekalipun kaki hanya mengalami luka kecil seperti lecet, kegiatan sehari-hari kita akan terganggu. Oleh karena itu, makin mengetahui kaki, jauh lebih baik dibanding tidak mengetahuinya sama sekali. Di sini ada beberapa hal tentang kaki yang mungkin cukup menarik untuk diketahui.
1. Makan makanan pedas sering menyebabkan bau kaki. Solusinya, kurangi makanan pedas dan minum banyak air.
2. Kaki melakukan perjalanan rata-rata 115.000 km sepanjang hidup.
3. Pada kaki terdapat 250.000 kelenjar keringat yang menghasilkan hampir satu cangkir lembab setiap hari.
4. Sekira satu perempat dari tulang tubuh kita terdapat pada kaki.
5. Konsisten mengenakan sepatu tumit tinggi merupakan salah satu kunci masalah penyakit kaki perempuan.
6. Sekira 70% lebih dari masyarakat akan mengalami sakit kaki pada tempat yang sama dalam kehidupan mereka.
7. Saat usia Anda bertambah, kuku kaki makin keras dan makin tebal.
8. Saat Anda berdiri tegak, 50% dari berat Anda berada pada tumit, 25% pada dasar empu kaki, dan 25% menyebar sekitar bola kaki Anda.
9. Kaki anak-anak berusia 16 hingga 25 bulan tumbuh rata-rata setengah ukuran sepatu mereka setiap tiga bulan dan yang berusia 25-36 bulan tumbuh rata-rata setengah ukuran sepatu mereka setiap empat hingga enam bulan. Dengan demikian, sering mengecek sepatu mereka adalah hal baik agar kaki mereka dibungkus oleh ukuran sepatu yang tepat.
10. Saat kaki digunakan untuk sepak bola selama dua jam, membakar energi tubuh 3.129 kilojoules, sedangkan apabila kaki dipergunakan hanya untuk menonton sepak bola, itu akan membakar energi tubuh 840 kilojoules (kJs). Naik tangga selama lima menit membakar 42 kJs, sedangkan naik lift 10,5 kJs. Bagi yang lagi diet, naik tangga lebih baik daripada naik lift. (Sumber: Pikiran Rakyat/Woman's Day)***
KAKI kita merupakan salah satu bagian tubuh yang tentu saja sangat berguna sebagaimana anggota tubuh lainnya. Sekalipun kaki hanya mengalami luka kecil seperti lecet, kegiatan sehari-hari kita akan terganggu. Oleh karena itu, makin mengetahui kaki, jauh lebih baik dibanding tidak mengetahuinya sama sekali. Di sini ada beberapa hal tentang kaki yang mungkin cukup menarik untuk diketahui.
1. Makan makanan pedas sering menyebabkan bau kaki. Solusinya, kurangi makanan pedas dan minum banyak air.
2. Kaki melakukan perjalanan rata-rata 115.000 km sepanjang hidup.
3. Pada kaki terdapat 250.000 kelenjar keringat yang menghasilkan hampir satu cangkir lembab setiap hari.
4. Sekira satu perempat dari tulang tubuh kita terdapat pada kaki.
5. Konsisten mengenakan sepatu tumit tinggi merupakan salah satu kunci masalah penyakit kaki perempuan.
6. Sekira 70% lebih dari masyarakat akan mengalami sakit kaki pada tempat yang sama dalam kehidupan mereka.
7. Saat usia Anda bertambah, kuku kaki makin keras dan makin tebal.
8. Saat Anda berdiri tegak, 50% dari berat Anda berada pada tumit, 25% pada dasar empu kaki, dan 25% menyebar sekitar bola kaki Anda.
9. Kaki anak-anak berusia 16 hingga 25 bulan tumbuh rata-rata setengah ukuran sepatu mereka setiap tiga bulan dan yang berusia 25-36 bulan tumbuh rata-rata setengah ukuran sepatu mereka setiap empat hingga enam bulan. Dengan demikian, sering mengecek sepatu mereka adalah hal baik agar kaki mereka dibungkus oleh ukuran sepatu yang tepat.
10. Saat kaki digunakan untuk sepak bola selama dua jam, membakar energi tubuh 3.129 kilojoules, sedangkan apabila kaki dipergunakan hanya untuk menonton sepak bola, itu akan membakar energi tubuh 840 kilojoules (kJs). Naik tangga selama lima menit membakar 42 kJs, sedangkan naik lift 10,5 kJs. Bagi yang lagi diet, naik tangga lebih baik daripada naik lift. (Sumber: Pikiran Rakyat/Woman's Day)***
Ingin Tampil Modis, Jangan Terjebak Mode
Oleh Johnny Irwan
KALAU kita jalan-jalan di pusat-pusat keramaian seperti mall, kita akan menjumpai anak baru gede (ABG) -- terutama perempuannya -- juga mereka yang sudah termasuk dewasa bahkan punya anak, mengenakan busana mengikuti tren mode yang lagi "in". Namun, apakah yang dipakainya itu sudah pas atau sesuai dengan dirinya? Jangan-jangan sudah menjadi korban mode, hanya karena ingin tampil gaya seperti layaknya para selebriti atau public figure yang sering kita saksikan di layar-layar televisi.
Ingat, yang dipakai para selebriti maupun public figure, belum tentu pas untuk Anda, baik itu busana, sepatu, perhiasan (aksesori) ataupun potongan rambut, termasuk tata rias wajah (make-up). Coba Anda perhatikan, apakah diri Anda layak berpakaian dan berhias seperti itu? Anda jangan sampai terjebak oleh tren mode yang sedang "in". Memang tidak ada larangan dan sah-sah saja Anda mengikuti tren mode, tapi yang penting diperhatikan adalah cocok tidaknya bagi diri Anda.
Jadi, Anda jangan sampai terjebak dan menjadi korban mode. Untuk apa membeli busana dan juga perlengkapan lainnya yang serbamahal bila apa yang Anda pakai menjadikan diri Anda norak. Belilah pakaian yang sesuai, tapi modis dan tidak ketinggalan zaman. Nah di bawah ini, ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang ingin tampil modis:
1. Pilihlah busana atau pakaian berwarna netral seperti putih, biru, coklat, hitam, atau krem, karena warna-warna tersebut dengan mudah bisa dipadu-padankan warnanya dengan aksesori lainnya. Tidak perlu busana yang bermerek terkenal di dunia karena hasil karya perancang kita juga tidak kalah dengan desainer luar negeri. Yang terpenting, apa yang Anda beli dan pakai itu pas dan serasi untuk Anda, jangan hanya mengikuti tren yang sedang "in".
2. Usahakan apa yang Anda pakai itu tidak lebih dari dua item. Jangan hanya melihat selebriti memakai beberapa item, lalu Anda ikut-ikutan memakainya hanya karena ingin tampil gaya, layaknya seorang selebriti. Ingat, apa yang dipakai selebriti belum tentu cocok untuk Anda.
3. Kalau Anda bukan seorang selebriti atau public figure dan Anda memang suka mengoleksi busana, tahan nafsu untuk membeli busana dalam jumlah banyak. Sebaiknya, tidak lebih dari dua item setiap bulannya. Yang terpenting sesuaikan dengan keuangan yang Anda miliki. Kalau tidak memungkinkan, jangan sampai memaksakan keinginan, lalu ngutang sana-sini.
4. Busana yang sudah ada dan sudah Anda miliki, cobalah dipadu-padankan. Di sinilah diperlukan daya kreativitas Anda untuk bisa memadu-padankannya. Warna hitam paling netral, selain memberi kesan mahal juga mudah dipadu-padankan dengan beberapa item yang akan memberi kesan wah dan tidak ketinggalan zaman.
Apa yang akan Anda beli atau miliki berikut perlengkapannya harus modis, menarik, dan enak dipakainya. Jadi, belilah busana dan aksesori yang benar-benar sesuai dengan yang Anda inginkan. Dengan demikian, penampilan Anda tetap terjaga dan terhindar dari ketertinggalan zaman. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
KALAU kita jalan-jalan di pusat-pusat keramaian seperti mall, kita akan menjumpai anak baru gede (ABG) -- terutama perempuannya -- juga mereka yang sudah termasuk dewasa bahkan punya anak, mengenakan busana mengikuti tren mode yang lagi "in". Namun, apakah yang dipakainya itu sudah pas atau sesuai dengan dirinya? Jangan-jangan sudah menjadi korban mode, hanya karena ingin tampil gaya seperti layaknya para selebriti atau public figure yang sering kita saksikan di layar-layar televisi.
Ingat, yang dipakai para selebriti maupun public figure, belum tentu pas untuk Anda, baik itu busana, sepatu, perhiasan (aksesori) ataupun potongan rambut, termasuk tata rias wajah (make-up). Coba Anda perhatikan, apakah diri Anda layak berpakaian dan berhias seperti itu? Anda jangan sampai terjebak oleh tren mode yang sedang "in". Memang tidak ada larangan dan sah-sah saja Anda mengikuti tren mode, tapi yang penting diperhatikan adalah cocok tidaknya bagi diri Anda.
Jadi, Anda jangan sampai terjebak dan menjadi korban mode. Untuk apa membeli busana dan juga perlengkapan lainnya yang serbamahal bila apa yang Anda pakai menjadikan diri Anda norak. Belilah pakaian yang sesuai, tapi modis dan tidak ketinggalan zaman. Nah di bawah ini, ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang ingin tampil modis:
1. Pilihlah busana atau pakaian berwarna netral seperti putih, biru, coklat, hitam, atau krem, karena warna-warna tersebut dengan mudah bisa dipadu-padankan warnanya dengan aksesori lainnya. Tidak perlu busana yang bermerek terkenal di dunia karena hasil karya perancang kita juga tidak kalah dengan desainer luar negeri. Yang terpenting, apa yang Anda beli dan pakai itu pas dan serasi untuk Anda, jangan hanya mengikuti tren yang sedang "in".
2. Usahakan apa yang Anda pakai itu tidak lebih dari dua item. Jangan hanya melihat selebriti memakai beberapa item, lalu Anda ikut-ikutan memakainya hanya karena ingin tampil gaya, layaknya seorang selebriti. Ingat, apa yang dipakai selebriti belum tentu cocok untuk Anda.
3. Kalau Anda bukan seorang selebriti atau public figure dan Anda memang suka mengoleksi busana, tahan nafsu untuk membeli busana dalam jumlah banyak. Sebaiknya, tidak lebih dari dua item setiap bulannya. Yang terpenting sesuaikan dengan keuangan yang Anda miliki. Kalau tidak memungkinkan, jangan sampai memaksakan keinginan, lalu ngutang sana-sini.
4. Busana yang sudah ada dan sudah Anda miliki, cobalah dipadu-padankan. Di sinilah diperlukan daya kreativitas Anda untuk bisa memadu-padankannya. Warna hitam paling netral, selain memberi kesan mahal juga mudah dipadu-padankan dengan beberapa item yang akan memberi kesan wah dan tidak ketinggalan zaman.
Apa yang akan Anda beli atau miliki berikut perlengkapannya harus modis, menarik, dan enak dipakainya. Jadi, belilah busana dan aksesori yang benar-benar sesuai dengan yang Anda inginkan. Dengan demikian, penampilan Anda tetap terjaga dan terhindar dari ketertinggalan zaman. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Persoalan di Usia 40-50 Tahun
Oleh Syae
SECARA normal, setiap orang akan mengalami tahap perkembangan dalam kehidupannya, sejak ia lahir sampai ia meninggal dunia. Satu proses dalam perkembangan tersebut adalah masa-masa setengah baya.
Masa setengah baya -- antara usia 40-50 tahun -- hampir identik dengan masa remaja. Jika masa remaja boleh kita katakan sebagai peningkatan fisik, masa setengah baya merupakan tahap dari kemunduran yang keduanya memengaruhi sikap dan tingkah laku biasanya, salah tingkah, canggung, dan kadangkala bingung.
Dalam periode ini terjadi proses penuaan secara gradual yang berbeda antara setiap individu. Banyak orang menganggap sebagai saat yang rawan karena pada masa ini -- baik laki-laki maupun perempuan -- menghadapi berbagai persoalan, baik dalam kehidupan, seksualnya, pekerjaannya maupun penampilannya.
Secara psikologis, umumnya mereka takut bahwa kehidupan seksualnya menurun. Ketakutan ini semakin besar karena beberapa kondisi fisik, seperti kesehatan dan daya ingat juga menurun.
Kaum pria mengalami perubahan dalam kejantanan (vertility), sedangkan wanita mengalami perubahan dalam kesuburan (fertulity). Perubahan ini tentu saja membuat mereka yang berada dalam masa setengah baya selalu berusaha dan menampilkan dirinya dengan berbagai cara yang justru sering membuat ketidakwajaran dan kejanggalan dalam sikap dan tingkah lakunya.
Perubahan fisik memang akan terjadi. Umumnya kaum lelaki akan bertambah berat badannya -- khususnya di bagian tengah (membuncit) -- karena adanya penimbunan gumpalan lemak dan perubahan komposisi tubuh pada beberapa otot dan jaringan tubuh.
Pada laki-laki dan wanita, rambut juga mulai rontok bahkan kebotakan sering terjadi pada pria. Kulit mengerut atau mengendur, ketajaman mata mulai berkurang, dan daya tangkap melemah yang dapat memengaruhi kondisi lainnya.
Masa setengah baya dapatlah kita katakan sebagai masa transisi kedua yaitu saat orang berada pada usia yang tidak muda dan tidak tua. Mereka seperti masa remaja yang seolah-olah kebingungan akan posisinya.
Untuk menutupi kebingungan ini, banyak pria yang berusaha tampil seperti anak muda -- mengenakan pakaian yang rapi -- tetapi seringkali mereka konservatif dalam hal model hingga membuat tampak janggal, kaku, dan canggung. Mereka ingin menunjukkan bahwa dia masih muda dan kemampuannya tidaklah selemah yang diduga orang.
Dalam masa ini sering terjadi gangguan dalam bentuk pemberontakan atau perceraian atau percekcokan antarsuami-istri, penyalahgunaan narkotika, penyakit mental, dan bunuh diri. Selain dalam penampilan, perubahan yang tampak adalah terjadi pergeseran minat dan motivasi baik dalam pekerjaan maupun pandangan hidupnya.
Mereka cenderung mengalami penyempitan minat, bahkan seringkali cenderung ke arah minat yang membutuhkan energi lebih sedikit dalam bentuk yang tenang. Pandangan hidup pun mulai bergeser, tetapi hal ini sangat bergantung pada pengalaman. Mereka yang memperoleh banyak pengalaman pahit akan tampak lebih dewasa menghadapi segala permasalahan, sedangkan mereka yang sedikit mengalami pahit, cenderung menjadi sombong atau lupa diri. Bila menghadapi suatu permasalahan, ia cenderung sulit menghadapinya.
Pandangan terhadap uang sangat tergantung kebutuhan masing-masing orang yang berbeda-beda. Akan tetapi, kecenderungan orang yang paling menonjol adalah keinginan untuk meningkatkan status. Pada masa ini, orang sedang berada dalam puncaknya bekerja atau dalam posisi karier menguntungkan. Keinginan tersebut cukup tinggi. Kondisi yang bertolak belakang antara perubahan psikologis, fisik, dan keinginan bekerja yang tinggi maka orang sering tetap menampilkan kemampuan dirinya.
**
BAGAIMANA sebaiknya orang bersikap sehingga ia tampil wajar? Faktor yang paling mendasar sebenarnya pemahaman yang kuat bahwa setiap orang akan mengalami periode tersebut. Dengan demikian, ia akan berusaha sedini mungkin melakukan penyesuaian baik terhadap fisik maupun psikisnya. Penyesuaian terhadap fisik biasanya mudah dilakukan daripada penyesuaian terhadap psikis.
Dengan memahami masa setengah baya ini, ia mengetahui bahwa dia sedang berada dalam periode ini sehingga harus meninggalkan masa mudanya dengan penuh keindahan dengan segala dinamikanya. Dengan cara ini, orang tetap bersikap wajar di mana pun ia berada.
Pada hakikatnya, orang yang melakukan penyesuaian ini berada dalam tahap keseimbangan. Wanita yang memasuki masa ini memiliki keinginan untuk hidup tenang dan damai di rumah. Ia ingin melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga. Sayangnya, tahap keseimbangan ini berada antara laki-laki dan perempuan. Wanita biasanya lebih cepat memasuki tahap keseimbangan -- sekira usia 50 -- dibandingkan pria. Padahal, pada saat itu bagi pria justru merupakan tahap keseimbangan.
Walaupun masa setengah baya tampak lebih memperlihatkan sifat negatifnya, sebenarnya hal positif yang dapat dikembangkan adalah terbukanya peluang untuk berprestasi. Mereka yang memasuki usia ini telah banyak memiliki pengalaman baik dalam pergaulan, pekerjaan maupun kehidupan rumah tangganya.
Oleh karena itu, ketakutan akan datangnya usia setengah baya dapat diatasi jika seseorang mau menerima datangnya usia tersebut dengan berbagai tantangan. Masa transisi setengah baya memang mengandung banyak tuntutan, baik penyesuaian terhadap fisik maupun perubahan peran. Akan tetapi, tak ada salahnya sejak dini belajar mengendalikan emosional dan meningkatkan kepercayaan sehingga kita tampil secara wajar. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
SECARA normal, setiap orang akan mengalami tahap perkembangan dalam kehidupannya, sejak ia lahir sampai ia meninggal dunia. Satu proses dalam perkembangan tersebut adalah masa-masa setengah baya.
Masa setengah baya -- antara usia 40-50 tahun -- hampir identik dengan masa remaja. Jika masa remaja boleh kita katakan sebagai peningkatan fisik, masa setengah baya merupakan tahap dari kemunduran yang keduanya memengaruhi sikap dan tingkah laku biasanya, salah tingkah, canggung, dan kadangkala bingung.
Dalam periode ini terjadi proses penuaan secara gradual yang berbeda antara setiap individu. Banyak orang menganggap sebagai saat yang rawan karena pada masa ini -- baik laki-laki maupun perempuan -- menghadapi berbagai persoalan, baik dalam kehidupan, seksualnya, pekerjaannya maupun penampilannya.
Secara psikologis, umumnya mereka takut bahwa kehidupan seksualnya menurun. Ketakutan ini semakin besar karena beberapa kondisi fisik, seperti kesehatan dan daya ingat juga menurun.
Kaum pria mengalami perubahan dalam kejantanan (vertility), sedangkan wanita mengalami perubahan dalam kesuburan (fertulity). Perubahan ini tentu saja membuat mereka yang berada dalam masa setengah baya selalu berusaha dan menampilkan dirinya dengan berbagai cara yang justru sering membuat ketidakwajaran dan kejanggalan dalam sikap dan tingkah lakunya.
Perubahan fisik memang akan terjadi. Umumnya kaum lelaki akan bertambah berat badannya -- khususnya di bagian tengah (membuncit) -- karena adanya penimbunan gumpalan lemak dan perubahan komposisi tubuh pada beberapa otot dan jaringan tubuh.
Pada laki-laki dan wanita, rambut juga mulai rontok bahkan kebotakan sering terjadi pada pria. Kulit mengerut atau mengendur, ketajaman mata mulai berkurang, dan daya tangkap melemah yang dapat memengaruhi kondisi lainnya.
Masa setengah baya dapatlah kita katakan sebagai masa transisi kedua yaitu saat orang berada pada usia yang tidak muda dan tidak tua. Mereka seperti masa remaja yang seolah-olah kebingungan akan posisinya.
Untuk menutupi kebingungan ini, banyak pria yang berusaha tampil seperti anak muda -- mengenakan pakaian yang rapi -- tetapi seringkali mereka konservatif dalam hal model hingga membuat tampak janggal, kaku, dan canggung. Mereka ingin menunjukkan bahwa dia masih muda dan kemampuannya tidaklah selemah yang diduga orang.
Dalam masa ini sering terjadi gangguan dalam bentuk pemberontakan atau perceraian atau percekcokan antarsuami-istri, penyalahgunaan narkotika, penyakit mental, dan bunuh diri. Selain dalam penampilan, perubahan yang tampak adalah terjadi pergeseran minat dan motivasi baik dalam pekerjaan maupun pandangan hidupnya.
Mereka cenderung mengalami penyempitan minat, bahkan seringkali cenderung ke arah minat yang membutuhkan energi lebih sedikit dalam bentuk yang tenang. Pandangan hidup pun mulai bergeser, tetapi hal ini sangat bergantung pada pengalaman. Mereka yang memperoleh banyak pengalaman pahit akan tampak lebih dewasa menghadapi segala permasalahan, sedangkan mereka yang sedikit mengalami pahit, cenderung menjadi sombong atau lupa diri. Bila menghadapi suatu permasalahan, ia cenderung sulit menghadapinya.
Pandangan terhadap uang sangat tergantung kebutuhan masing-masing orang yang berbeda-beda. Akan tetapi, kecenderungan orang yang paling menonjol adalah keinginan untuk meningkatkan status. Pada masa ini, orang sedang berada dalam puncaknya bekerja atau dalam posisi karier menguntungkan. Keinginan tersebut cukup tinggi. Kondisi yang bertolak belakang antara perubahan psikologis, fisik, dan keinginan bekerja yang tinggi maka orang sering tetap menampilkan kemampuan dirinya.
**
BAGAIMANA sebaiknya orang bersikap sehingga ia tampil wajar? Faktor yang paling mendasar sebenarnya pemahaman yang kuat bahwa setiap orang akan mengalami periode tersebut. Dengan demikian, ia akan berusaha sedini mungkin melakukan penyesuaian baik terhadap fisik maupun psikisnya. Penyesuaian terhadap fisik biasanya mudah dilakukan daripada penyesuaian terhadap psikis.
Dengan memahami masa setengah baya ini, ia mengetahui bahwa dia sedang berada dalam periode ini sehingga harus meninggalkan masa mudanya dengan penuh keindahan dengan segala dinamikanya. Dengan cara ini, orang tetap bersikap wajar di mana pun ia berada.
Pada hakikatnya, orang yang melakukan penyesuaian ini berada dalam tahap keseimbangan. Wanita yang memasuki masa ini memiliki keinginan untuk hidup tenang dan damai di rumah. Ia ingin melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga. Sayangnya, tahap keseimbangan ini berada antara laki-laki dan perempuan. Wanita biasanya lebih cepat memasuki tahap keseimbangan -- sekira usia 50 -- dibandingkan pria. Padahal, pada saat itu bagi pria justru merupakan tahap keseimbangan.
Walaupun masa setengah baya tampak lebih memperlihatkan sifat negatifnya, sebenarnya hal positif yang dapat dikembangkan adalah terbukanya peluang untuk berprestasi. Mereka yang memasuki usia ini telah banyak memiliki pengalaman baik dalam pergaulan, pekerjaan maupun kehidupan rumah tangganya.
Oleh karena itu, ketakutan akan datangnya usia setengah baya dapat diatasi jika seseorang mau menerima datangnya usia tersebut dengan berbagai tantangan. Masa transisi setengah baya memang mengandung banyak tuntutan, baik penyesuaian terhadap fisik maupun perubahan peran. Akan tetapi, tak ada salahnya sejak dini belajar mengendalikan emosional dan meningkatkan kepercayaan sehingga kita tampil secara wajar. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Bayam, Bisa Bikin ”Mencrang” Otak
Oleh Yuga Pramita
ADA 2 jenis bayam yang biasa dikonsumsi orang: bayam putih (amaranthus tricolor) yang memunyai daun bulat berdaging serta bayam kakap (amaranthus hybridus) yang ujung daunnya runcing. Sementara 2 lainnya: bayam duri (amarantrhus spiosus) dan bayam itik (amaranthus blitum), nasibnya sering dicuekin lantaran rasanya kurang sedap.
Bayam dapat dibudidayakan di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl (tidak menyukai air berlebihan karena perakarannya mudah busuk) dengan cara menyebar benih di bedengan dalam bentuk barisan, dengan jarak lebih kurang 20 cm.
Pemupukan dilakukan pada waktu benih sudah tumbuh seluruhnya, biasanya setelah 7 hari. Selain nitrogen (pupuk N), yang paling baik digunakan adalah ZA atau urea dengan dosis 10 gr urea/m2 atau 36-48 gram per bedengan (ZA = 20gr/m2 atau 72-96gr per bedengan).
Setelah berumur 25 hari, tanaman yang telah besar dapat dicabut sebagai pungut hasil pertama. Bayam kecil dibiarkan tumbuh sampai waktunya dipungut kemudian hari (dilakukan 3 hari sekali). Dengan cara mencabut "individu" besar saja, bayam akan dapat dipungut hasil terus-menerus.
Saat umurnya 50 hari, semua tanaman sudah harus selesai dipungut. Tanaman yang terlalu tua, di samping jaringannya banyak mengandung serat, rasanya sudah tidak sedap.
Bikin "mencrang" otak
Pada penyuluhan gizi sehari-hari, bayam sering disebut sebagai pencegah kebutaan dan pengendalian anemi. Hal ini karena bayam kaya akan karoten -- bakal vitamin A -- dan besi, yang memang andal menangkal situasi tersebut. Namun orang sering lupa, bahwa tanaman ini pun sebetulnya memiliki unsur lain yang juga bisa dijagokan, yaitu vitamin C dan K (menadion). Terutama pada fase perkembangan, unsur-unsur tersebut akan berkolaborasi, bikin mencrang otak.
Jika karoten -- yang keaktifannya disamakan dengan vitamin A -- terkait dengan sintesis protein dan DNA, sedangkan besi merupakan microelement esensial, berperan penting pada beragam reaksi biokimia. Terdapat dalam enzim-enzim yang bertangung jawab untuk pengangkutan elektron (sitokrom), pengaktifan oksigen (oksidase dan oksigenase) dan pengangkutannya (hemoglobin, mioglobin), rupanya memiliki pengaruh dalam proses nyelinasi, "pembungkusan" urat saraf, serta fungsi neurotransmitter, melalui "pemolesan" reseptor saraf dopamine, yang berperan dalam kepekaan, daya konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan lainnya.
Webb dan Oski (1973) dalam Almatsier (1989) yang melakukan penelitian terhadap 193 siswa sekolah menengah pertama berumur 12-14 tahun di Philadelphia, Amerika Serikat (terdiri dari 92 siswa anemik, dan sisanya normal) menjumpai siswa anemik yang ternyata memiliki skor lebih rendah dalam tes daripada kelompok nonanemik. Begitu juga ketika anak-anak tersebut diuji dalam kemampuan menceritakan kembali hal-hal yang secara visual diperlihatkan mereka. Kelompok anemik membutuhkan waktu lebih lama (4,08 detik) daripada kelompok nonanemik (1,81 detik) untuk dapat menceritakan kembali apa yang sebelumnya telah diperlihatkan itu.
Hasil studi lain yang dilakukan Rebecca Stoltzfus dan koleganya dari John Hopkins University Schoool of Public Health, di Pulau Pemba, kepulauan Zanzibar, pada 614 anak usia prasekolah, 6-59 bulan, tentang efek pemberian suplemen besi (ferrous sulphate 10 mg per hari), seperti diwartakan Walgate dalam Bulletin of the World Health Organization (2002, 80 (2)), memperlihatkan pula, anak yang diberi suplemen memiliki keterampilan bercakap lebih cepat dibanding yang diberi placebo (suplemen bohong-bohongan), dengan tingkat perbedaan sebanyak 0,8 hingga 20 poin skala (diindikasikan juga ada pengaruh terhadap perkembangan motorik lainnya).
Sementara peran vitamin C, selain dalam reaksi mendukung otak memanfaatkan protein dan B kompleks untuk pembentukan sel, myelin, dan neurotransmitter, bermanfaat juga dalam kemampuan tubuh menyerap besi. Dalam pengobatan Alzheimer, Nurachman (2002) melaporkan, vitamin ini pun bisa dijadikan "kuda trojan" tanpa menimbulkan efek samping. Penderita Alzheimer pada stadium ringan akan menunjukkan kelambanan diikuti penurunan daya ingat, terutama nama orang, benda, atau peristiwa.
Adapun vitamin K, ternyata merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) menjadi gama-karboksiglutamat (gla). Gla-protein diduga memiliki peran dalam metabolisme sulfatida yang diperlakukan untuk pengembangan otak.
Sayangnya besi bayam bersifat nonheme hingga sulit diserap tubuh, di samping juga mengandung asam fitat. Guna mengakalinya, konsumsilah bayam bersama daging, ayam, atau ikan.
Ketiga bahan tersebut memiliki asam amino yang pintar mengikat besi dan membantu penyerapannya. Serta jangan menyelinginya dengan minuman mengandung tannin, misalnya teh. Tannin dapat menghambat absorpsi besi.
Selain itu, perhatikan pula pengolahannya. Kekeliruan mengolah bisa berdampak pada penurunan nilai gizinya. Hasil analisis Direktorat Bina Gizi Masyarakat bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Departemen Kesehatan RI menunjukkan, bayam seupan (kukus) yang asyik dijadikan coel sambal memiliki nilai gizi lebih tinggi dibanding bayam rebus, yang disajikan dalam bentuk sayur bening.(Sumber: Pikiran Rakyat)***
ADA 2 jenis bayam yang biasa dikonsumsi orang: bayam putih (amaranthus tricolor) yang memunyai daun bulat berdaging serta bayam kakap (amaranthus hybridus) yang ujung daunnya runcing. Sementara 2 lainnya: bayam duri (amarantrhus spiosus) dan bayam itik (amaranthus blitum), nasibnya sering dicuekin lantaran rasanya kurang sedap.
Bayam dapat dibudidayakan di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl (tidak menyukai air berlebihan karena perakarannya mudah busuk) dengan cara menyebar benih di bedengan dalam bentuk barisan, dengan jarak lebih kurang 20 cm.
Pemupukan dilakukan pada waktu benih sudah tumbuh seluruhnya, biasanya setelah 7 hari. Selain nitrogen (pupuk N), yang paling baik digunakan adalah ZA atau urea dengan dosis 10 gr urea/m2 atau 36-48 gram per bedengan (ZA = 20gr/m2 atau 72-96gr per bedengan).
Setelah berumur 25 hari, tanaman yang telah besar dapat dicabut sebagai pungut hasil pertama. Bayam kecil dibiarkan tumbuh sampai waktunya dipungut kemudian hari (dilakukan 3 hari sekali). Dengan cara mencabut "individu" besar saja, bayam akan dapat dipungut hasil terus-menerus.
Saat umurnya 50 hari, semua tanaman sudah harus selesai dipungut. Tanaman yang terlalu tua, di samping jaringannya banyak mengandung serat, rasanya sudah tidak sedap.
Bikin "mencrang" otak
Pada penyuluhan gizi sehari-hari, bayam sering disebut sebagai pencegah kebutaan dan pengendalian anemi. Hal ini karena bayam kaya akan karoten -- bakal vitamin A -- dan besi, yang memang andal menangkal situasi tersebut. Namun orang sering lupa, bahwa tanaman ini pun sebetulnya memiliki unsur lain yang juga bisa dijagokan, yaitu vitamin C dan K (menadion). Terutama pada fase perkembangan, unsur-unsur tersebut akan berkolaborasi, bikin mencrang otak.
Jika karoten -- yang keaktifannya disamakan dengan vitamin A -- terkait dengan sintesis protein dan DNA, sedangkan besi merupakan microelement esensial, berperan penting pada beragam reaksi biokimia. Terdapat dalam enzim-enzim yang bertangung jawab untuk pengangkutan elektron (sitokrom), pengaktifan oksigen (oksidase dan oksigenase) dan pengangkutannya (hemoglobin, mioglobin), rupanya memiliki pengaruh dalam proses nyelinasi, "pembungkusan" urat saraf, serta fungsi neurotransmitter, melalui "pemolesan" reseptor saraf dopamine, yang berperan dalam kepekaan, daya konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan lainnya.
Webb dan Oski (1973) dalam Almatsier (1989) yang melakukan penelitian terhadap 193 siswa sekolah menengah pertama berumur 12-14 tahun di Philadelphia, Amerika Serikat (terdiri dari 92 siswa anemik, dan sisanya normal) menjumpai siswa anemik yang ternyata memiliki skor lebih rendah dalam tes daripada kelompok nonanemik. Begitu juga ketika anak-anak tersebut diuji dalam kemampuan menceritakan kembali hal-hal yang secara visual diperlihatkan mereka. Kelompok anemik membutuhkan waktu lebih lama (4,08 detik) daripada kelompok nonanemik (1,81 detik) untuk dapat menceritakan kembali apa yang sebelumnya telah diperlihatkan itu.
Hasil studi lain yang dilakukan Rebecca Stoltzfus dan koleganya dari John Hopkins University Schoool of Public Health, di Pulau Pemba, kepulauan Zanzibar, pada 614 anak usia prasekolah, 6-59 bulan, tentang efek pemberian suplemen besi (ferrous sulphate 10 mg per hari), seperti diwartakan Walgate dalam Bulletin of the World Health Organization (2002, 80 (2)), memperlihatkan pula, anak yang diberi suplemen memiliki keterampilan bercakap lebih cepat dibanding yang diberi placebo (suplemen bohong-bohongan), dengan tingkat perbedaan sebanyak 0,8 hingga 20 poin skala (diindikasikan juga ada pengaruh terhadap perkembangan motorik lainnya).
Sementara peran vitamin C, selain dalam reaksi mendukung otak memanfaatkan protein dan B kompleks untuk pembentukan sel, myelin, dan neurotransmitter, bermanfaat juga dalam kemampuan tubuh menyerap besi. Dalam pengobatan Alzheimer, Nurachman (2002) melaporkan, vitamin ini pun bisa dijadikan "kuda trojan" tanpa menimbulkan efek samping. Penderita Alzheimer pada stadium ringan akan menunjukkan kelambanan diikuti penurunan daya ingat, terutama nama orang, benda, atau peristiwa.
Adapun vitamin K, ternyata merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) menjadi gama-karboksiglutamat (gla). Gla-protein diduga memiliki peran dalam metabolisme sulfatida yang diperlakukan untuk pengembangan otak.
Sayangnya besi bayam bersifat nonheme hingga sulit diserap tubuh, di samping juga mengandung asam fitat. Guna mengakalinya, konsumsilah bayam bersama daging, ayam, atau ikan.
Ketiga bahan tersebut memiliki asam amino yang pintar mengikat besi dan membantu penyerapannya. Serta jangan menyelinginya dengan minuman mengandung tannin, misalnya teh. Tannin dapat menghambat absorpsi besi.
Selain itu, perhatikan pula pengolahannya. Kekeliruan mengolah bisa berdampak pada penurunan nilai gizinya. Hasil analisis Direktorat Bina Gizi Masyarakat bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Departemen Kesehatan RI menunjukkan, bayam seupan (kukus) yang asyik dijadikan coel sambal memiliki nilai gizi lebih tinggi dibanding bayam rebus, yang disajikan dalam bentuk sayur bening.(Sumber: Pikiran Rakyat)***
Beban Penyakit Jantung Dalam Kehamilan
Oleh dr. Budi RST
KEHAMILAN menimbulkan beberapa perubahan pada fungsi jantung dengan jaringan pembuluh darahnya (cardio vasculer). Ini mengakibatkan meningkatnya kerja jantung.
Bila seorang wanita penderita sakit jantung mengandung, kesehatan ibu dan janinnya akan terancam. Hal ini disebabkan perubahan peredaran darah sewaktu hamil yang menambah beban jantung yang terganggu dan memperburuk cacat yang ada serta menyebabkan si ibu lebih cepat meninggal.
Pengadaan oksigen yang tidak memadai ke rahim dan janin menyebabkan kelainan pada pembentukan organ dan kematangannya atau kematian janin dengan akibat keguguran. Ibu dengan penyakit jantung bawaan cenderung melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan pula.
Perubahan peredaran darah akan selalu terjadi sewaktu ibu hamil. Keadaan ini akan menambah beban fisik pada jantung. Kalau Anda menderita sakit jantung, beban ini menjadi dua kali lipat karena ia harus memenuhi kebutuhan kehamilan dan penyakit jantung itu sendiri. Kehamilan juga akan menyebabkan retensi garam dan air yang biasanya mulai terjadi pada awal kehamilan dan mencapai tingkat maksimum pada trimester kedua. Peningkatan volume darah ini sekira 1 sampai 1,5 kali keadaan normal (tidak hamil).
Untuk menampung peningkatan volume ini, denyut jantung dan curah jantung (cardiac output) me-ningkat secara bersamaan. Perubahan peredaran darah ini bisa menimbulkan gejala susah napas, pergelangan kaki membengkak, jantung berdebar, dan kelelahan. Gejala ini juga bisa muncul pada wanita yang tidak menderita sakit jantung.
Meningkatnya gejala akan dialami wanita yang menderita sakit jantung. Stres yang dialami sewaktu proses persalinan merupakan periode bebas gejala dan tidak ada kelumpuhan fisik. Bila sudah sampai ke kelas IV, akan terjadi kesulitan bernapas dengan tanda-tanda kelumpuhan fisik. Beberapa hari setelah melahirkan, perubahan peredaran darah mulai kembali ke kondisi sebelum hamil, kecuali kalau komplikasi meningkat selama kehamilan. Perubahan kelas fungsional menjadi tingkatan yang lebih tinggi merupakan indikasi kemunduran keadaan jantung. Kategori kelas fungsional ini merupakan petunjuk yang sangat berguna dalam memberikan penanganan medis, pembedahan atau kebidanan.
Jenis gangguan
Gangguan pada katup jantung merupakan gangguan jantung yang paling sering terjadi pada waktu hamil. Rusaknya katup (biasanya akibat demam rematik pada waktu kanak-kanak), mengakibatkan luka, penebalan, dan disorganisasi katup. Hal ini menyebabkan menyempitnya lubang katup (stenosis), kebocoran katup atau kombinasi keduanya.
Umumnya, bagian yang terserang adalah katup mitral dan aorta. Karena perubahan struktural pada katup jantung, terjadilah perubahan kecepatan aliran darah, tekanan, dan volume darah dalam bilik jantung. Akibatnya pada kehamilan, bergantung pada tingkat parahnya perubahan tersebut dan bagaimana jantung beradaptasi sebelum dan selama kehamilan.
Gangguan jantung bawaan seperti Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD) dan Pulmonary Stenosis (PS) merupakan gangguan lain yang sering terjadi selama kehamilan. Bagaimana Anda dapat mengatasinya selama mengandung, bergantung pada tingkat gangguannya.
Keadaan gangguan bawaan yang lebih parah disertai sianosis (tubuh membiru) jarang terjadi pada waktu hamil. Bila seseorang dengan gangguan tersebut hamil, umumnya jarang berlanjut hingga kelahiran karena tingkat risiko keguguran spontan yang tinggi. Angka kematian ibu dan janinnya sangat tinggi pada wanita yang menderita gangguan jantung sianosis.
Jika sewaktu anak-anak, gangguan jantung bawaan sudah bisa diatasi dan diharapkan menjalani kehamilannya dengan normal. Bila muncul kesulitan, kemungkinannya masih ada kelainan, seperti pulmosary hypertensi (tekanan darah tinggi pada peredaran paru-paru).
Wanita dengan katup jantung buatan membutuhkan perawatan khusus. Akan tetapi, ini pun bergantung pada kelas fungsional dan jenis katup yang dicangkokkan. Bila ia menggunakan anti-coagulant (obat untuk mencegah penggumpalan darah pada katup buatan), ia harus menghentikannya karena sifat teratogeniknya (menyebabkan abnomalitas perkembangan janin) dan perdarahan pada janin.
Yang perlu diperhatikan secara umum
Komplikasi sakit jantung bisa terjadi selama hamil. Bila terjadi cardiac arhytias (kelainan irama jantung), si penderita memerlukan penanganan dengan obat, bergantung pada tingkat keparahannya. Kompilasi yang paling sering terjadi ialah atrial fibrilasi (denyut serat otot jantung yang tidak beraturan) yang bisa segera diatasi dengan digoxin, obat yang aman digunakan sewaktu hamil. Gangguan jantung terjadi jika tuntutan kehamilan melebihi kemampuan jantung untuk mengatasi beban tambahan.
Faktor yang bisa memperburuk keadaan adalah infeksi dan anemia. Gangguan irama jantung, gangguan tekanan darah tinggi, dan diabetes militus perlu ditangani dengan cepat. Wanita yang menderita kelainan bawaan dan katup jantung membutuhkan perawatan khusus untuk mengatasi infeksi endocarditis (infeksi pada katup jantung dan pada dinding jantung bagian dalam) pada waktu mengalami perawatan gigi dan selama proses kehamilan.
Kapasitas fungsional wanita yang sedang mengandung merupakan petunjuk yang sangat berharga dalam meramalkan kondisinya. Kapasitas fungsional yang mengalami kemunduran merupakan indikasi adanya suatu komplikasi atau kegagalan jantung mengimbangi kehamilan lebih lanjut. Bila gejala tersebut tidak bisa diatasi dengan obat, kemungkinan perlu dilakukan penghentian kehamilan (pengguguran) atau tindakan pembedahan.
Seorang wanita yang menderita sakit jantung sebaiknya melengkapi keluarganya (melahirkan) secara dini. Yang paling baik ialah sebelum usia 30 tahun. Usaha mengoreksi gangguan jantung dengan pembedahan yang bisa menimbulkan masalah selama hamil sebaiknya dilakukan sebelum si ibu tersebut hamil.
Seringkali gangguan jantung baru pertama kali terdeteksi pada waktu si ibu hamil. Bila pembedahan dianggap perlu, saat yang dianggap baik ialah antara bulan ke-4 hingga ke-6 kehamilan. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
KEHAMILAN menimbulkan beberapa perubahan pada fungsi jantung dengan jaringan pembuluh darahnya (cardio vasculer). Ini mengakibatkan meningkatnya kerja jantung.
Bila seorang wanita penderita sakit jantung mengandung, kesehatan ibu dan janinnya akan terancam. Hal ini disebabkan perubahan peredaran darah sewaktu hamil yang menambah beban jantung yang terganggu dan memperburuk cacat yang ada serta menyebabkan si ibu lebih cepat meninggal.
Pengadaan oksigen yang tidak memadai ke rahim dan janin menyebabkan kelainan pada pembentukan organ dan kematangannya atau kematian janin dengan akibat keguguran. Ibu dengan penyakit jantung bawaan cenderung melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan pula.
Perubahan peredaran darah akan selalu terjadi sewaktu ibu hamil. Keadaan ini akan menambah beban fisik pada jantung. Kalau Anda menderita sakit jantung, beban ini menjadi dua kali lipat karena ia harus memenuhi kebutuhan kehamilan dan penyakit jantung itu sendiri. Kehamilan juga akan menyebabkan retensi garam dan air yang biasanya mulai terjadi pada awal kehamilan dan mencapai tingkat maksimum pada trimester kedua. Peningkatan volume darah ini sekira 1 sampai 1,5 kali keadaan normal (tidak hamil).
Untuk menampung peningkatan volume ini, denyut jantung dan curah jantung (cardiac output) me-ningkat secara bersamaan. Perubahan peredaran darah ini bisa menimbulkan gejala susah napas, pergelangan kaki membengkak, jantung berdebar, dan kelelahan. Gejala ini juga bisa muncul pada wanita yang tidak menderita sakit jantung.
Meningkatnya gejala akan dialami wanita yang menderita sakit jantung. Stres yang dialami sewaktu proses persalinan merupakan periode bebas gejala dan tidak ada kelumpuhan fisik. Bila sudah sampai ke kelas IV, akan terjadi kesulitan bernapas dengan tanda-tanda kelumpuhan fisik. Beberapa hari setelah melahirkan, perubahan peredaran darah mulai kembali ke kondisi sebelum hamil, kecuali kalau komplikasi meningkat selama kehamilan. Perubahan kelas fungsional menjadi tingkatan yang lebih tinggi merupakan indikasi kemunduran keadaan jantung. Kategori kelas fungsional ini merupakan petunjuk yang sangat berguna dalam memberikan penanganan medis, pembedahan atau kebidanan.
Jenis gangguan
Gangguan pada katup jantung merupakan gangguan jantung yang paling sering terjadi pada waktu hamil. Rusaknya katup (biasanya akibat demam rematik pada waktu kanak-kanak), mengakibatkan luka, penebalan, dan disorganisasi katup. Hal ini menyebabkan menyempitnya lubang katup (stenosis), kebocoran katup atau kombinasi keduanya.
Umumnya, bagian yang terserang adalah katup mitral dan aorta. Karena perubahan struktural pada katup jantung, terjadilah perubahan kecepatan aliran darah, tekanan, dan volume darah dalam bilik jantung. Akibatnya pada kehamilan, bergantung pada tingkat parahnya perubahan tersebut dan bagaimana jantung beradaptasi sebelum dan selama kehamilan.
Gangguan jantung bawaan seperti Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD) dan Pulmonary Stenosis (PS) merupakan gangguan lain yang sering terjadi selama kehamilan. Bagaimana Anda dapat mengatasinya selama mengandung, bergantung pada tingkat gangguannya.
Keadaan gangguan bawaan yang lebih parah disertai sianosis (tubuh membiru) jarang terjadi pada waktu hamil. Bila seseorang dengan gangguan tersebut hamil, umumnya jarang berlanjut hingga kelahiran karena tingkat risiko keguguran spontan yang tinggi. Angka kematian ibu dan janinnya sangat tinggi pada wanita yang menderita gangguan jantung sianosis.
Jika sewaktu anak-anak, gangguan jantung bawaan sudah bisa diatasi dan diharapkan menjalani kehamilannya dengan normal. Bila muncul kesulitan, kemungkinannya masih ada kelainan, seperti pulmosary hypertensi (tekanan darah tinggi pada peredaran paru-paru).
Wanita dengan katup jantung buatan membutuhkan perawatan khusus. Akan tetapi, ini pun bergantung pada kelas fungsional dan jenis katup yang dicangkokkan. Bila ia menggunakan anti-coagulant (obat untuk mencegah penggumpalan darah pada katup buatan), ia harus menghentikannya karena sifat teratogeniknya (menyebabkan abnomalitas perkembangan janin) dan perdarahan pada janin.
Yang perlu diperhatikan secara umum
Komplikasi sakit jantung bisa terjadi selama hamil. Bila terjadi cardiac arhytias (kelainan irama jantung), si penderita memerlukan penanganan dengan obat, bergantung pada tingkat keparahannya. Kompilasi yang paling sering terjadi ialah atrial fibrilasi (denyut serat otot jantung yang tidak beraturan) yang bisa segera diatasi dengan digoxin, obat yang aman digunakan sewaktu hamil. Gangguan jantung terjadi jika tuntutan kehamilan melebihi kemampuan jantung untuk mengatasi beban tambahan.
Faktor yang bisa memperburuk keadaan adalah infeksi dan anemia. Gangguan irama jantung, gangguan tekanan darah tinggi, dan diabetes militus perlu ditangani dengan cepat. Wanita yang menderita kelainan bawaan dan katup jantung membutuhkan perawatan khusus untuk mengatasi infeksi endocarditis (infeksi pada katup jantung dan pada dinding jantung bagian dalam) pada waktu mengalami perawatan gigi dan selama proses kehamilan.
Kapasitas fungsional wanita yang sedang mengandung merupakan petunjuk yang sangat berharga dalam meramalkan kondisinya. Kapasitas fungsional yang mengalami kemunduran merupakan indikasi adanya suatu komplikasi atau kegagalan jantung mengimbangi kehamilan lebih lanjut. Bila gejala tersebut tidak bisa diatasi dengan obat, kemungkinan perlu dilakukan penghentian kehamilan (pengguguran) atau tindakan pembedahan.
Seorang wanita yang menderita sakit jantung sebaiknya melengkapi keluarganya (melahirkan) secara dini. Yang paling baik ialah sebelum usia 30 tahun. Usaha mengoreksi gangguan jantung dengan pembedahan yang bisa menimbulkan masalah selama hamil sebaiknya dilakukan sebelum si ibu tersebut hamil.
Seringkali gangguan jantung baru pertama kali terdeteksi pada waktu si ibu hamil. Bila pembedahan dianggap perlu, saat yang dianggap baik ialah antara bulan ke-4 hingga ke-6 kehamilan. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Diet Ketat Agar Langsing Bisa Terkena Anoreksia
Oleh Muhtadi Puradinata, Dipl. Ing.
JIKA Anda sedang menjalani program diet ketat, khususnya dalam rangka menjaga kerampingan tubuh (dan bukannya diet tertentu dalam rangka penanggulangan suatu penyakit), maka sebaiknya Anda hati-hati terhadap anoreksia (anorexia nervosa).
Anoreksia adalah suatu perilaku gizi yang menyimpang. Ditandai dengan penolakan terhadap segala jenis makanan. Sebagai konsekuensinya, muncul tanda-tanda kekurangan gizi dan penurunan berat badan yang drastis, sampai 25 persen. Selanjutnya berbagai komplikasi kesehatan pun timbul.
Pada kenyataannya para penderita anoreksia tidak sepenuhnya kehilangan selera makan. Mereka hanya dihinggapi rasa takut akan kegemukan secara berlebihan sehingga menghindari segala jenis makanan yang sebetulnya mereka sukai. Konsekuensi biologis dari anoreksia berkaitan dengan akibat-akibat kekurangan energi protein serta kekurangna zat gizi lainnya. Akibat umum dari kekurangan energi dan protein berdasarkan hasil penelitian para ahli medis dan gizi dari Universitas Johns Hopkins Amerika adalah berkurangnya massa otot, menyusutnya lapisan lemak cadangan di bawah kulit, dan pada organ-organ tubuh yang lain.
Para peneliti juga menemukan anemia dan menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pada wanita penderita anoreksia ditemukan ketidaknormalan sistem endokrin (kelenjar hormonal) khususnya yang berhubungan dengan sistem reproduksi yaitu rendahnya produksi gonadotropin, estrogen, dan LH (Luteinizing Hormone), masing-masing adalah hormon yang erat kaitannya dalam proses reproduksi.
Beberapa peneliti juga menemukan ketidaknormalan siklus menstruasi sampai tingkat amenorrhaea (tidak menstruasi).
Karakteristik calon penderita
Para peneliti — seperti dikemukakan oleh Arnold E. Andersen dari Universitas Johns Hopkins Amerika — sepakat bahwa sekira 85-95 persen kasus anoreksia terjadi pada wanita. Selanjutnya Morton, Gull, dan Lasegue — ketiganya adalah ahli medis dari Inggris dan Prancis — memberikan gambaran karakteristik individu yang berpeluang terkena anoreksia. Mereka biasanya sensitif, perfeksionis, dan cenderung bersifat introver. Seringkali mereka adalah gadis usia remaja yang memasuki masa pubertas yang sering mengalami konflik-konflik internal sehubungan dengan bentuk tubuhnya dan daya tarik seksual terhadap lawan jenis.
Pendorongnya
Faktor paling umum adalah keputusan untuk menjalani diet. Keputusan untuk diet itu diambil sebagai akibat dari perasaan bahwa berat badan tidak seimbang, kompetisi dengan teman sebaya dalam rangka pencapaian tubuh ideal, tuntutan profesional seperti pada peragawati misalnya.
Meskipun demikian, diet bukan satu-satunya faktor pendorong. Anoreksia juga dapat tercetus akibat susutnya berat badan setelah sakit atau karena patah hati! Kebanyakan penderita anoreksia berlatar belakang sosial ekonomi menengah ke atas. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum mengambil keputusan untuk menjalani diet sehingga takaran diet yang akan Anda jalani tidak merugikan secara gizi dan kesehatan.Penanggulangan anoreksia sebaiknya dilakukan secara kombinasi multidisiplin yang mencakup perbaikan gizi dan konsultasi psikologis. Urutannya adalah perbaikan gizi, konsultasi psikologis, pemeliharaan, dan tindak lanjut.
Kerja sama yang terkoordinasi antara ahli gizi, ahli medis, psikolog, dan keluarga, mutlak diperlukan. Peran keluarga — terutama dalam tahap pemeliharaan dan tindak lanjut — sangat penting untuk menjaga agar tidak tercetus kembali iklim yang kondusif bagi timbulnya anoreksia juga penyakit lainnya. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
JIKA Anda sedang menjalani program diet ketat, khususnya dalam rangka menjaga kerampingan tubuh (dan bukannya diet tertentu dalam rangka penanggulangan suatu penyakit), maka sebaiknya Anda hati-hati terhadap anoreksia (anorexia nervosa).
Anoreksia adalah suatu perilaku gizi yang menyimpang. Ditandai dengan penolakan terhadap segala jenis makanan. Sebagai konsekuensinya, muncul tanda-tanda kekurangan gizi dan penurunan berat badan yang drastis, sampai 25 persen. Selanjutnya berbagai komplikasi kesehatan pun timbul.
Pada kenyataannya para penderita anoreksia tidak sepenuhnya kehilangan selera makan. Mereka hanya dihinggapi rasa takut akan kegemukan secara berlebihan sehingga menghindari segala jenis makanan yang sebetulnya mereka sukai. Konsekuensi biologis dari anoreksia berkaitan dengan akibat-akibat kekurangan energi protein serta kekurangna zat gizi lainnya. Akibat umum dari kekurangan energi dan protein berdasarkan hasil penelitian para ahli medis dan gizi dari Universitas Johns Hopkins Amerika adalah berkurangnya massa otot, menyusutnya lapisan lemak cadangan di bawah kulit, dan pada organ-organ tubuh yang lain.
Para peneliti juga menemukan anemia dan menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pada wanita penderita anoreksia ditemukan ketidaknormalan sistem endokrin (kelenjar hormonal) khususnya yang berhubungan dengan sistem reproduksi yaitu rendahnya produksi gonadotropin, estrogen, dan LH (Luteinizing Hormone), masing-masing adalah hormon yang erat kaitannya dalam proses reproduksi.
Beberapa peneliti juga menemukan ketidaknormalan siklus menstruasi sampai tingkat amenorrhaea (tidak menstruasi).
Karakteristik calon penderita
Para peneliti — seperti dikemukakan oleh Arnold E. Andersen dari Universitas Johns Hopkins Amerika — sepakat bahwa sekira 85-95 persen kasus anoreksia terjadi pada wanita. Selanjutnya Morton, Gull, dan Lasegue — ketiganya adalah ahli medis dari Inggris dan Prancis — memberikan gambaran karakteristik individu yang berpeluang terkena anoreksia. Mereka biasanya sensitif, perfeksionis, dan cenderung bersifat introver. Seringkali mereka adalah gadis usia remaja yang memasuki masa pubertas yang sering mengalami konflik-konflik internal sehubungan dengan bentuk tubuhnya dan daya tarik seksual terhadap lawan jenis.
Pendorongnya
Faktor paling umum adalah keputusan untuk menjalani diet. Keputusan untuk diet itu diambil sebagai akibat dari perasaan bahwa berat badan tidak seimbang, kompetisi dengan teman sebaya dalam rangka pencapaian tubuh ideal, tuntutan profesional seperti pada peragawati misalnya.
Meskipun demikian, diet bukan satu-satunya faktor pendorong. Anoreksia juga dapat tercetus akibat susutnya berat badan setelah sakit atau karena patah hati! Kebanyakan penderita anoreksia berlatar belakang sosial ekonomi menengah ke atas. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum mengambil keputusan untuk menjalani diet sehingga takaran diet yang akan Anda jalani tidak merugikan secara gizi dan kesehatan.Penanggulangan anoreksia sebaiknya dilakukan secara kombinasi multidisiplin yang mencakup perbaikan gizi dan konsultasi psikologis. Urutannya adalah perbaikan gizi, konsultasi psikologis, pemeliharaan, dan tindak lanjut.
Kerja sama yang terkoordinasi antara ahli gizi, ahli medis, psikolog, dan keluarga, mutlak diperlukan. Peran keluarga — terutama dalam tahap pemeliharaan dan tindak lanjut — sangat penting untuk menjaga agar tidak tercetus kembali iklim yang kondusif bagi timbulnya anoreksia juga penyakit lainnya. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Langganan:
Postingan (Atom)