Oleh Edwin
CANTIK bagi seorang wanita bisa berarti macam-macam, bergantung latar belakang budaya dan tradisi dan tergantung dari segi mana kita memandang. Ada cantik wajahnya, cantik hatinya atau cantik perilaku dan tutur bahasanya. Namun, cantik umumnya dikaitkan dengan cantik wajahnya. Dan, kecantikan wajah ini amat berkaitan dengan kosmetik. Apalagi, di era modern sekarang ini, kecantikan wajah bisa disulap oleh kosmetik.
Kata kosmetik berasal dari kata Yunani, kosmetikos yang artinya keterampilan berhias. Kosmetik yang sudah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu, selain mempercantik juga melindungi kulit dari cuaca atau serangga (seperti dilakukan masyarakat Indian) atau tujuan keagamaan.
Penelitian arkeologi di Timur Tengah menemukan banyak salep wangi, pot wadah kosmetik, dan cermin logam yang mengilap. Diduga, sejak 4000 SM, masyarakat mesir kuno telah menggunakan kosmetik. Selain Mesir, masyarakat Yunani dan Romawi pun diduga telah meracik kosmetik dari tanaman, bahkan bubuk mineral.
Zaman itu wanita dianggap cantik bila memiliki mata yang besar dan tajam. Tak heran kebanyakan wanita Timur menghitamkan bulu mata, alis juga kelopak mata dengan kohl, yang terbuat dari jelaga, antimony (sejenis logam keputih-putihan), atau galena biji timah yang dipakai dengan terlebih dahulu ditumbuk dan diencerkan dengan air hingga menjadi pasta. Pewarnaan pun dilakukan pada rambut, kuku, bahkan telapak tangan dan kaki dengan inai. Konon, Cleopatra (69-30 SM) terkenal dalam seni pemakaian kohl pada kuku serta telapak kaki dan tangan.
Kulit yang putih dan kencang selalu menjadi idaman. Beraneka bedak putih, minyak khusus untuk campuran air mandi, hingga berbagai krim yang 90% berasal dari lemak hewan dan 10% balsam, digunakan oleh masyarakat Mesir. Pada 2500 SM, pemerah pipi dan bibir mulai dikenal. Adalah masyarakat Hittie yang mula-mula menggunakan merkuri sulfida yang berwarna merah tua sebagai pemulas pipi. Masyarakat Babilonia yang biasa merontokkan bulu-bulu halus dengan batu apung lebih memilih merah tuanya bubuk serangga cochineal untuk pemerah bibir.
Yunani tidak bisa dipisahkan dengan peran tabib Gale (abad II) yang banyak menyumbangkan pemikirannya pada perkembangan kosmetik. Namanya pun diistilahkan dalam istilah teknis krim dingin temuannya, creatum refrigerant galena. Krim campuran air, lilin lebih cair, dan minyak zaitun ini akan memberikan air dingin saat air menguap. Masyarakat Yunani sendiri cenderung mewarnai bibir dan pipi dengan batang merah tua dari tanaman akar inai.
Berbicara mengenai alis, wanita Cina dan Jepang kalangan atas memiliki kekhasan, membentuk alis seperti bulan sabit, atau batang willow yang bentuknya serupa pedang ramping melengkung. Khusus wanita Jepang, terkadang menyepuh bibir bawah dengan bubuk emas.
Kepedulian masyarakat dulu terhadap kosmetik untuk kecantikan tercermin dengan penemuan di makam masyarakat Etruscan berupa cermin dan kotak perhiasan perunggu.
Kesenangan menggunakan kosmetik tersebut pernah berlebihan. Masyarakat kekaisaran Romawi (27 SM-395), mendadak dibanjiri kosmetik saat Romawi menaklukkan wilayah Mediterania. Mereka ikut-ikutan memutihkan kulit dengan bubuk kapur atau timah putih, yang justru merusak kulit dan kesehatan atau memerahi bibir dan pipi dengan fucus (sejenis rumput laut yang beracun).
Poppaea Sabina, istri Kaisar Nero (54-68) yang mempertahankan kecantikannya dengan mandi susu tiap hari, memakai timah putih, mewarnai bibir, dan pipi dengan fucus, dan menggosok giginya dengan batu apung. Bahkan, ia mengecat garis biru serupa urat di bagian dada agar terlihat muda. Sayangnya kaisar Nero yang sadis itu tetap saja memerintahkan Sabina dibunuh. Ambruknya kekaisaran Romawi pada abad V pun ”menyapu” kosmetik dari Eropa.
Kosmetik kembali tersebar ke Eropa Barat pada abad pertengahan (1100-1500) saat pasukan perang salib kembali dari Timur Tengah dengan membawa oleh-oleh kosmetik Timur. Awal masa Renaissance (abad XIV-XVI), masyarakat Italia mempelopori perkembangan bahan kecantikan berupa lotion, krim, bedak, atau pasta. Sementara itu, Prancis (abad XVII) menjadi pusat kemajuan produksi kosmetik.
Inggris pun tak mau ketinggalan dalam hal kosmetik. Kosmetik yang mulanya hanya untuk kalangan atas pada abad XVIII telah umum digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, semangat merias diri, bahkan menghalalkan penggunaan racun, pernah berakibat fatal.
Di Italia, kurang lebih 600 suami meninggal karena secara tak sengaja menelan racun pada kosmetik pemutih kulit istri mereka yang mengandung arsenic.
Peningkatan penggunaan kosmetik terjadi di pertengahan abad XIX. Produk baru kemasan praktis, seperti bedak padat dan sticks, mendongkrak tingkat penjualan. Bahan-bahannya pun dipilih yang benar-benar aman bagi pemakainya.
Tak sedikit pula yang memanfaatkan bahan-bahan alamiah sebagaimana yang dilakukan nenek moyang dulu. Kini kosmetik menjadi industri besar karena kosmetik juga dikonsumsi oleh pria tanpa kecuali jenisnya. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Home » All posts
Mengapa Anak Suka Berbohong?
Oleh Drs. Yayan E. Eman
KEHADIRAN anak dalam kehidupan berkeluarga sangat dinanti-nantikan karena anak merupakan permata hati dan penyambung hidup. Akan tetapi, tak sedikit orang tua yang mengeluh karena tingkah laku anaknya yang dianggap kurang baik, misalnya anaknya suka berbohong, padahal ia relatif masih kecil (balita).
Orang tua akan merasa gusar, waswas, bahkan akan marah jika anak yang masih balita sudah belajar berbohong. Kita bisa membayangkan apa jadinya kelak bila anak masih balita sudah belajar berbohong karena bohong merupakan salah satu ciri perilaku tidak jujur yang seharusnya sejak dini dicegah supaya tidak dilakukan oleh anak-anak.
Bohong atau dusta yang dilakukan oleh anak-anak, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu bohong semu dan bohong yang sebenarnya. Bohong semu adalah bohong atau dusta yang tidak disengaja, tidak punya tujuan untuk menipu dan tidak ada tujuan yang hendak dicapai. Dusta semu ini sering dilakukan oleh anak-anak karena perkembangan bahasanya yang belum sempurna. Keinginan dan kenyataan dicampuradukkan karena daya kritisasinya belum sempurna dan juga disebabkan perkembangan psikis berupa fantasi dan imajinasi sedang berlangsung.
Sementara itu, bohong atau dusta sebenarnya adalah bohong yang sengaja dilakukan oleh tujuan menipu atau mengambil keuntungan dari hasil kebohongan yang dilakukannya. Ada beberapa latar belakang atau penyebab mengapa anak melakukan kebohongan, antara lain:
1. Bohong sebagai hasil peniruan.
Kita sebagai orang tua kadang-kadang tidak sadar telah melakukan kebohongan yang disaksikan oleh anak kita, bahkan melibatkan anak itu sendiri. Misalnya, karena tidak mau istirahat kita (tidur) terganggu, sebelum tidur kita berpesan kepada anak untuk mengatakan ”Mama atau Papak tidak ada di rumah”. Padahal, kita ada sedang tidur. Atau misalnya, tetangga kita akan meminjam sesuatu barang, tetapi kita mengatakan tidak punya atau tidak ada, padahal barang itu ada. Hal serupa ini apabila kita lakukan di hadapan anak, apalagi dengan melibatkan anak, secara tidak langsung kita telah mengajari anak untuk berbohong.
2. Berbohong sebagai pertahanan diri.
Berbohong sebagai pertahanan diri sering dilakukan si anak untuk menghindar dari hukuman yang dikenakan oleh orang tua atas kesalahan yang dilakukannya. Misalnya, Anto anak usia tujuh tahun dengan tidak sengaja memecahkan barang hiasan kesukaan ibunya. Ketika ibunya menanyakan siapa yang memecahkan barang itu, Anto mengatakan bahwa barang itu jatuh tertubruk kucing, atau barang itu pecah tersenggol Bi Inem, pembantunya. Alasan itu mereka lakukan hanya sekadar menghindar dari hukuman orang tua atas perilakunya.
3. Berbohong untuk menarik perhatian.
Kesibukan orang tua sehari-hari terkadang kurang memperhatikan kebutuhan anak-anak, terutama kebutuhan psikis, kasih sayang, perhatian, karena kita terlalu sibuk dengan pekerjaan. Padahal dalam masa perkembangan, kebutuhan psikis dan kasih sayang, serta perhatian dari orang tua sangat diperlukan. Ada kalanya anak berbohong hanya sekadar ingin mendapat perhatian dari orang tuanya, misalnya, Fajar anak kelas IV SD selalu menjadi juara kedua di kelasnya. Meskipun tidak menjadi juara pertama, Fajar membutuhkan perhatian, dorongan, dan semangat dari orang tuanya, tetapi orang tuanya bersikap biasa-biasa saja sehingga Fajar berbohong kepada orang tuanya. Fajar mengatakan, semester mendatang nilainya pasti turun karena hasil ulangan sehari-harinya selalu jelek. Bahkan, ia sering mendapat hukuman dari gurunya karena sering terlambat masuk sekolah dan jarang mengerjakan tugas. Ternyata setelah rapor dibagikan, tidak ada nilai yang jelek. Bahkan, ada beberapa pelajaran yang nilainya naik dan Fajar menduduki peringkat pertama. Hal itu ia kerjakan hanya sekadar ingin diperhatikan oleh orang tuanya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua agar anak terhindar melakukan kebohongan, antara lain:
1. Seharusnya orang tua berhati-hati dalam ucapan-ucapannya supaya tidak terselip pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Dalam usaha menanggulangi permasalahan berbohong, harus dicari sumber permasalahannya, mengapa anak perlu berbohong. Selanjutnya, memperbaiki keadaan dan menghilangkan sebab-sebabnya.
3. Sedapat mungkin, sebagai orang tua menghindarkan kemungkinan anak berbohong. Orang tua meyakinkan anak bahwa pelanggaran oleh anak sudah diketahuinya.
4. Kepada anak yang suka berbohong, harus ditekankan bahwa berbohong itu merupakan perbuatan tercela yang dilarang agama, dan hukuman atas dustanya harus dilakukan, tentunya hukuman yang bersifat mendidik.
Selain faktor tersebut di atas, faktor pendidikan agama (rohani) sangat diutamakan karena pendidikan agama merupakan dasar dan bekal anak untuk masa yang akan datang. (Sumber: Pikiran Rakyat).***
KEHADIRAN anak dalam kehidupan berkeluarga sangat dinanti-nantikan karena anak merupakan permata hati dan penyambung hidup. Akan tetapi, tak sedikit orang tua yang mengeluh karena tingkah laku anaknya yang dianggap kurang baik, misalnya anaknya suka berbohong, padahal ia relatif masih kecil (balita).
Orang tua akan merasa gusar, waswas, bahkan akan marah jika anak yang masih balita sudah belajar berbohong. Kita bisa membayangkan apa jadinya kelak bila anak masih balita sudah belajar berbohong karena bohong merupakan salah satu ciri perilaku tidak jujur yang seharusnya sejak dini dicegah supaya tidak dilakukan oleh anak-anak.
Bohong atau dusta yang dilakukan oleh anak-anak, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu bohong semu dan bohong yang sebenarnya. Bohong semu adalah bohong atau dusta yang tidak disengaja, tidak punya tujuan untuk menipu dan tidak ada tujuan yang hendak dicapai. Dusta semu ini sering dilakukan oleh anak-anak karena perkembangan bahasanya yang belum sempurna. Keinginan dan kenyataan dicampuradukkan karena daya kritisasinya belum sempurna dan juga disebabkan perkembangan psikis berupa fantasi dan imajinasi sedang berlangsung.
Sementara itu, bohong atau dusta sebenarnya adalah bohong yang sengaja dilakukan oleh tujuan menipu atau mengambil keuntungan dari hasil kebohongan yang dilakukannya. Ada beberapa latar belakang atau penyebab mengapa anak melakukan kebohongan, antara lain:
1. Bohong sebagai hasil peniruan.
Kita sebagai orang tua kadang-kadang tidak sadar telah melakukan kebohongan yang disaksikan oleh anak kita, bahkan melibatkan anak itu sendiri. Misalnya, karena tidak mau istirahat kita (tidur) terganggu, sebelum tidur kita berpesan kepada anak untuk mengatakan ”Mama atau Papak tidak ada di rumah”. Padahal, kita ada sedang tidur. Atau misalnya, tetangga kita akan meminjam sesuatu barang, tetapi kita mengatakan tidak punya atau tidak ada, padahal barang itu ada. Hal serupa ini apabila kita lakukan di hadapan anak, apalagi dengan melibatkan anak, secara tidak langsung kita telah mengajari anak untuk berbohong.
2. Berbohong sebagai pertahanan diri.
Berbohong sebagai pertahanan diri sering dilakukan si anak untuk menghindar dari hukuman yang dikenakan oleh orang tua atas kesalahan yang dilakukannya. Misalnya, Anto anak usia tujuh tahun dengan tidak sengaja memecahkan barang hiasan kesukaan ibunya. Ketika ibunya menanyakan siapa yang memecahkan barang itu, Anto mengatakan bahwa barang itu jatuh tertubruk kucing, atau barang itu pecah tersenggol Bi Inem, pembantunya. Alasan itu mereka lakukan hanya sekadar menghindar dari hukuman orang tua atas perilakunya.
3. Berbohong untuk menarik perhatian.
Kesibukan orang tua sehari-hari terkadang kurang memperhatikan kebutuhan anak-anak, terutama kebutuhan psikis, kasih sayang, perhatian, karena kita terlalu sibuk dengan pekerjaan. Padahal dalam masa perkembangan, kebutuhan psikis dan kasih sayang, serta perhatian dari orang tua sangat diperlukan. Ada kalanya anak berbohong hanya sekadar ingin mendapat perhatian dari orang tuanya, misalnya, Fajar anak kelas IV SD selalu menjadi juara kedua di kelasnya. Meskipun tidak menjadi juara pertama, Fajar membutuhkan perhatian, dorongan, dan semangat dari orang tuanya, tetapi orang tuanya bersikap biasa-biasa saja sehingga Fajar berbohong kepada orang tuanya. Fajar mengatakan, semester mendatang nilainya pasti turun karena hasil ulangan sehari-harinya selalu jelek. Bahkan, ia sering mendapat hukuman dari gurunya karena sering terlambat masuk sekolah dan jarang mengerjakan tugas. Ternyata setelah rapor dibagikan, tidak ada nilai yang jelek. Bahkan, ada beberapa pelajaran yang nilainya naik dan Fajar menduduki peringkat pertama. Hal itu ia kerjakan hanya sekadar ingin diperhatikan oleh orang tuanya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua agar anak terhindar melakukan kebohongan, antara lain:
1. Seharusnya orang tua berhati-hati dalam ucapan-ucapannya supaya tidak terselip pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Dalam usaha menanggulangi permasalahan berbohong, harus dicari sumber permasalahannya, mengapa anak perlu berbohong. Selanjutnya, memperbaiki keadaan dan menghilangkan sebab-sebabnya.
3. Sedapat mungkin, sebagai orang tua menghindarkan kemungkinan anak berbohong. Orang tua meyakinkan anak bahwa pelanggaran oleh anak sudah diketahuinya.
4. Kepada anak yang suka berbohong, harus ditekankan bahwa berbohong itu merupakan perbuatan tercela yang dilarang agama, dan hukuman atas dustanya harus dilakukan, tentunya hukuman yang bersifat mendidik.
Selain faktor tersebut di atas, faktor pendidikan agama (rohani) sangat diutamakan karena pendidikan agama merupakan dasar dan bekal anak untuk masa yang akan datang. (Sumber: Pikiran Rakyat).***
Hati-hati Mengonsumsi Obat Pelangsing
Oleh Tonny Sumarsono, Apt
MEMILIKI tubuh langsing, tinggi semampai, dan singet adalah dambaan setiap orang, terutama kaum hawa. Dengan bentuk tubuh yang indah, tentunya akan punya ”nilai jual” yang lebih tinggi dan otomatis akan lebih menarik bagi lawan jenis. Lebih-lebih bagi mereka yang masih lajang.
Memiliki tubuh idaman bukanlah merupakan perkara mudah. Kita mesti mengupayakanya dengan maksimal dan sekuat tenaga. Apalagi, bagi mereka yang punya hobi ngemil, makan tidak diatur dan jarang olah raga, rasanya tubuh langsing itu hanyalah khayalan belaka.
Tak mengherankan jika kini banyak ditawarkan berbagai obat ataupun suplemen dengan iklan yang menggiurkan, yang mempromosikan bisa menjadi langsing secara instan. Karena keinginan yang menggebu itu, mereka biasanya tidak menghiraukan lagi efek negatifnya yang bakal terjadi dan langsung saja dikonsumsi secara serampangan, tanpa konsultasi dengan tenaga medis.
Andrea De Cruz, seorang bintang televisi Singapura, adalah salah satu contohnya. Ia terpaksa harus mendekam selama beberapa lama di rumah sakit dan mesti menjalani cangkok liver akibat menenggak pil pelangsing secara berlebihan. Kabarnya pula, hal serupa telah menimpa 13 orang lainnya akibat hal yang sama. Kebanyakan dari mereka menderita hipertiroid, ketidakteraturan denyut jantung dan hepatitis.
Kejadian umum yang terjadi adalah mengonsumsi obat pelangsing tanpa resep dokter sehingga sulit untuk memonitornya bila ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak bisa dipungkiri, animo masyarakat — terutama kaum hawa yang merasa gembrot — terhadap obat pelangsing ini sangat tinggi. Kalangan pedagang, baik di apotek, toko obat, dan distributor farmasi, mengakui penjualannya cukup laju pesat. Peningkatan tren ini juga dipicu oleh iklan-iklan di berbagai media cetak dan elektronik yang cukup gencar. Kita juga sering menjumpai selebaran di berbagai tempat umum.
Dr. Budiono Santosa, dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gadjah Mada mengatakan, sebenarnya secara klinis tidak ada obat mujarab — apalagi instan — yang bisa melangsingkan tubuh. Jika banyak oang yang mengonsumsinya, itu lebih kepada gaya hidup kaum modern yang cenderung tidak mau ”ketinggalan zaman” dengan perilaku sosial di sekelilingnya.
Seseorang menjadi gemuk karena adanya penumpukan lemak atau kelebihan cairan dalam sel. Pada proses menjadi gemuk, jumlah sel tubuh akan terus bertambah dan ketika perubahan jumlah sel berhenti, ukuran selnya bertambah. Penimbunan lemak terjadi karena makanan (terutama karbohidrat) yang masuk berlebihan, dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.
Makanan akan dirombak menjadi energi, namun tubuh tidak memanfaatkannya. Akibatnya, surplus energi ini akan disipan dalam tubuh dalam bentuk lemak sebagai energi cadangan. Oleh karena itu, berat badan seseorang hanya dapat dikurangi dengan membatasi asupan makanan atau diet, dan meningkatkan keluaran energi melalui aktivitas fisik (olah raga teratur). Cara ini sepertinya sederhana saja, tapi dalam kenyataannya perlu motivasi diri yang benar-benar kuat.
**
DI pasaran dewasa ini, ada beberapa jenis obat yang perlu memakai resep dokter dan pemonitoran ketat dalam pemakaiannya. Dan obat-obat ini sebenarnya bukan melulu direkomendasikan untuk pelangsing, hanya beberapa upaya saja bagi mereka yang ingin mencobanya.
Obat-obatan itu di antaranya:
A. Golongan Orlistat
Cara kerja obat golongan ini adalah dengan menahan penyerapan lemak dalam usus besar dengan jalan menghambat pemecahan molekul lemak dalam usus besar. Direkomendasikan pemakaiannya selama 2 tahun. Efek samping yang berat belum dilaporkan, tapi kebanyakan pasien mengeluhkan pe-rasaan tidak nyaman pada perut (keram perut), inkontinensia (buang air kecil tidak terkontrol, ngompol) dan tubuh bisa kehilangan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam air jika penggunaan terus-menerus. Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu yang sedang menyusui dan anak di bawah 18 tahun.
B. Golongan Mazindol
Cara kerja obat golongan ini adalah sebagai penahan nafsu makan. Obat ini bekerja pada reseptor nor adrenalin, serotonin, dan dopamin dalam otak agar bisa mengontrol nafsu makan atau mengurangi dan mengontrolnya.
Efek samping yang sering dijumpai adalah jantung berdegup lebih cepat, kepala terasa melayang, mulut kering, rasa tidak nyaman di perut, kekacauan waktu tidur, kulit sering gatal-gatal, dan tekanan darah bisa meningkat.
Golongan lainnya adalah Diethyl propion HCl, Sibutramine, Phentermine, dan D-norpseudoephedrine.
C. Golongan Furosemide
Obat golongan ini bekerja sebagai diuretika (memperbanyak keluaran air seni/urine). Berkurangnya air dalam tubuh memang dapat menyusutkan berat badan. Berkurangnya berat badan itu bukan karena menjadi kurus, melainkan karena cairan tubuhnya bekurang sehingga sel-selnya mengecil. Itu pun bersifat sementara. Bila cairan keluar berlebihan, bisa terjadi dehidrasi dan ini sangat membahayakan tubuh dan berisiko pada fungsi ginjal yang tidak normal.
Di samping obat-obatan di atas yang mesti memakai resep dokter, ada juga produk yang dijual sebagai food supplemen.
Produk jenis ini tidak punya bahan aktif dan cara kerjanya sebagai makanan pengganti rendah kalori saja (tapi biasanya tinggi protein). Efek sampingnya karena terlalu besar kadar proteinnya jika dikonsumsi berlebihan bisa juga mengakibatkan dehidrasi, kehilangan mineral, dan bisa juga gagal ginjal. Disarankan, selama meminum obat ini harus banyak minum.
Jenis yang lain adalah jenis pembakar lemak. Bahan aktifnya adalah L-carnitine, inositol, L-methionine, dan asam pantotenat. L-carnitine sebagai asam amino akan membakar lemak dengan bantuan asam pantotenat. Efek sampingnya adalah tubuh akan kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu panjang.
Satu lagi produk tanpa resep alias dijual bebas, yaitu golongan penahan nafsu makan. Produk ini berisi suplemen yang akan menggumpal dalam lambung dan ini akan mengurangi nafsu makan karena perut sudah merasa kenyang. Terkenal degan apa yang disebut makanan/minuman berserat. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan adanya penyumbatan dalam usus besar dan sangat membahayakan.
**
SELAIN dua golongan produk itu, masih ada satu lagi produk yang beredar dan masih bebas juga dibeli yaitu golongan yang terkenal dengan sebutan teh pelangsing. Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), saat ini ada sekira 10 macam teh pelangsing yang beredar di pasaran dan enam di antaranya buatan luar negeri. Pada umumnya yang dinamakan teh pelangsing itu berisi campuran daun teh (Thea folium) dengan beberapa tumbuhan bahan/sediaan tradisional dan beberapa diantaranya ditambah juga akar wangi untuk memperkuat aromanya.
Secara farmakologis, teh pelangsing juga bisa dikategorikan sebagai diuretik (pelancar air seni saja). Menurut Dr. Budiono, masyarakat kini begitu gandrung dengan teh pelangsing ini, dan lagi-lagi beliau katakan ini lebih banyak faktor psikologis semata karena konsumen telah termakan oleh iklan. Namun demikian, minum teh pelangsing ini tidaklah akan berbahaya (kecuali kalau sangat berlebihan karena akan terjadi dehidrasi pula) karena tidak ada efek samping.
Jadi paling banter efek sampingnya adalah boros. Thea folium atau daun teh dalam teh pelangsing mengandung kafein sekira 1-2,5% yang bisa mendorong aktivitas dan teofilin yang berfungsi sebagai bahan pelancar air seninya. Tambahan sediaan lainnya di antaranya Kayu Rapat atau Parameni barbata yang menurut buku Tumbuhan Berguna Indonesia, bermanfaat untuk mengerutkan rahim yang membesar dan mencegah rahim melorot. Jadi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan hal melangsingkan tubuh.
Tumbuhan tambahan lainnya biasanya Adas (Foeniculum vulgare) yang dikenal sebagai obat pembuang gas. Menurut J. Kloppenburg dalam bukunya Petunjuk Lengkap Mengenai Tanaman di Indonesia dan Khasiatnya, jika ditambahkan Pulasari (Alyxia stellata), bisa untuk melancarkan air seni.
Sediaan lain yang sering juga ditambahkan adalah daun Jati belanda (Buazuma ulmifolia) yang menurut K. Heyne, jika diminum dua kali sehari selama 1 bulan, bisa untuk melangsingkan tubuh karena bisa meluruhkan lemak.
Kesimpulannya, apa pun obat pelangsing yang Anda pilih hendaknya tidak dikonsumsi dengan serampangan dan sembrono. Konsultasikan dengan tenaga medis sehingga bisa dipantau pekembangannya.
Untuk obat bebas, juga hendaknya dibaca aturan pakainya dengan benar dan jika ragu sebaiknya konsultasikan juga pada orang yang kompeten di bidangnya. Jangan sampai Anda merugi, ingin langsing malahan masuk ke rumah sakit. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
MEMILIKI tubuh langsing, tinggi semampai, dan singet adalah dambaan setiap orang, terutama kaum hawa. Dengan bentuk tubuh yang indah, tentunya akan punya ”nilai jual” yang lebih tinggi dan otomatis akan lebih menarik bagi lawan jenis. Lebih-lebih bagi mereka yang masih lajang.
Memiliki tubuh idaman bukanlah merupakan perkara mudah. Kita mesti mengupayakanya dengan maksimal dan sekuat tenaga. Apalagi, bagi mereka yang punya hobi ngemil, makan tidak diatur dan jarang olah raga, rasanya tubuh langsing itu hanyalah khayalan belaka.
Tak mengherankan jika kini banyak ditawarkan berbagai obat ataupun suplemen dengan iklan yang menggiurkan, yang mempromosikan bisa menjadi langsing secara instan. Karena keinginan yang menggebu itu, mereka biasanya tidak menghiraukan lagi efek negatifnya yang bakal terjadi dan langsung saja dikonsumsi secara serampangan, tanpa konsultasi dengan tenaga medis.
Andrea De Cruz, seorang bintang televisi Singapura, adalah salah satu contohnya. Ia terpaksa harus mendekam selama beberapa lama di rumah sakit dan mesti menjalani cangkok liver akibat menenggak pil pelangsing secara berlebihan. Kabarnya pula, hal serupa telah menimpa 13 orang lainnya akibat hal yang sama. Kebanyakan dari mereka menderita hipertiroid, ketidakteraturan denyut jantung dan hepatitis.
Kejadian umum yang terjadi adalah mengonsumsi obat pelangsing tanpa resep dokter sehingga sulit untuk memonitornya bila ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak bisa dipungkiri, animo masyarakat — terutama kaum hawa yang merasa gembrot — terhadap obat pelangsing ini sangat tinggi. Kalangan pedagang, baik di apotek, toko obat, dan distributor farmasi, mengakui penjualannya cukup laju pesat. Peningkatan tren ini juga dipicu oleh iklan-iklan di berbagai media cetak dan elektronik yang cukup gencar. Kita juga sering menjumpai selebaran di berbagai tempat umum.
Dr. Budiono Santosa, dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gadjah Mada mengatakan, sebenarnya secara klinis tidak ada obat mujarab — apalagi instan — yang bisa melangsingkan tubuh. Jika banyak oang yang mengonsumsinya, itu lebih kepada gaya hidup kaum modern yang cenderung tidak mau ”ketinggalan zaman” dengan perilaku sosial di sekelilingnya.
Seseorang menjadi gemuk karena adanya penumpukan lemak atau kelebihan cairan dalam sel. Pada proses menjadi gemuk, jumlah sel tubuh akan terus bertambah dan ketika perubahan jumlah sel berhenti, ukuran selnya bertambah. Penimbunan lemak terjadi karena makanan (terutama karbohidrat) yang masuk berlebihan, dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.
Makanan akan dirombak menjadi energi, namun tubuh tidak memanfaatkannya. Akibatnya, surplus energi ini akan disipan dalam tubuh dalam bentuk lemak sebagai energi cadangan. Oleh karena itu, berat badan seseorang hanya dapat dikurangi dengan membatasi asupan makanan atau diet, dan meningkatkan keluaran energi melalui aktivitas fisik (olah raga teratur). Cara ini sepertinya sederhana saja, tapi dalam kenyataannya perlu motivasi diri yang benar-benar kuat.
**
DI pasaran dewasa ini, ada beberapa jenis obat yang perlu memakai resep dokter dan pemonitoran ketat dalam pemakaiannya. Dan obat-obat ini sebenarnya bukan melulu direkomendasikan untuk pelangsing, hanya beberapa upaya saja bagi mereka yang ingin mencobanya.
Obat-obatan itu di antaranya:
A. Golongan Orlistat
Cara kerja obat golongan ini adalah dengan menahan penyerapan lemak dalam usus besar dengan jalan menghambat pemecahan molekul lemak dalam usus besar. Direkomendasikan pemakaiannya selama 2 tahun. Efek samping yang berat belum dilaporkan, tapi kebanyakan pasien mengeluhkan pe-rasaan tidak nyaman pada perut (keram perut), inkontinensia (buang air kecil tidak terkontrol, ngompol) dan tubuh bisa kehilangan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam air jika penggunaan terus-menerus. Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu yang sedang menyusui dan anak di bawah 18 tahun.
B. Golongan Mazindol
Cara kerja obat golongan ini adalah sebagai penahan nafsu makan. Obat ini bekerja pada reseptor nor adrenalin, serotonin, dan dopamin dalam otak agar bisa mengontrol nafsu makan atau mengurangi dan mengontrolnya.
Efek samping yang sering dijumpai adalah jantung berdegup lebih cepat, kepala terasa melayang, mulut kering, rasa tidak nyaman di perut, kekacauan waktu tidur, kulit sering gatal-gatal, dan tekanan darah bisa meningkat.
Golongan lainnya adalah Diethyl propion HCl, Sibutramine, Phentermine, dan D-norpseudoephedrine.
C. Golongan Furosemide
Obat golongan ini bekerja sebagai diuretika (memperbanyak keluaran air seni/urine). Berkurangnya air dalam tubuh memang dapat menyusutkan berat badan. Berkurangnya berat badan itu bukan karena menjadi kurus, melainkan karena cairan tubuhnya bekurang sehingga sel-selnya mengecil. Itu pun bersifat sementara. Bila cairan keluar berlebihan, bisa terjadi dehidrasi dan ini sangat membahayakan tubuh dan berisiko pada fungsi ginjal yang tidak normal.
Di samping obat-obatan di atas yang mesti memakai resep dokter, ada juga produk yang dijual sebagai food supplemen.
Produk jenis ini tidak punya bahan aktif dan cara kerjanya sebagai makanan pengganti rendah kalori saja (tapi biasanya tinggi protein). Efek sampingnya karena terlalu besar kadar proteinnya jika dikonsumsi berlebihan bisa juga mengakibatkan dehidrasi, kehilangan mineral, dan bisa juga gagal ginjal. Disarankan, selama meminum obat ini harus banyak minum.
Jenis yang lain adalah jenis pembakar lemak. Bahan aktifnya adalah L-carnitine, inositol, L-methionine, dan asam pantotenat. L-carnitine sebagai asam amino akan membakar lemak dengan bantuan asam pantotenat. Efek sampingnya adalah tubuh akan kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu panjang.
Satu lagi produk tanpa resep alias dijual bebas, yaitu golongan penahan nafsu makan. Produk ini berisi suplemen yang akan menggumpal dalam lambung dan ini akan mengurangi nafsu makan karena perut sudah merasa kenyang. Terkenal degan apa yang disebut makanan/minuman berserat. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan adanya penyumbatan dalam usus besar dan sangat membahayakan.
**
SELAIN dua golongan produk itu, masih ada satu lagi produk yang beredar dan masih bebas juga dibeli yaitu golongan yang terkenal dengan sebutan teh pelangsing. Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), saat ini ada sekira 10 macam teh pelangsing yang beredar di pasaran dan enam di antaranya buatan luar negeri. Pada umumnya yang dinamakan teh pelangsing itu berisi campuran daun teh (Thea folium) dengan beberapa tumbuhan bahan/sediaan tradisional dan beberapa diantaranya ditambah juga akar wangi untuk memperkuat aromanya.
Secara farmakologis, teh pelangsing juga bisa dikategorikan sebagai diuretik (pelancar air seni saja). Menurut Dr. Budiono, masyarakat kini begitu gandrung dengan teh pelangsing ini, dan lagi-lagi beliau katakan ini lebih banyak faktor psikologis semata karena konsumen telah termakan oleh iklan. Namun demikian, minum teh pelangsing ini tidaklah akan berbahaya (kecuali kalau sangat berlebihan karena akan terjadi dehidrasi pula) karena tidak ada efek samping.
Jadi paling banter efek sampingnya adalah boros. Thea folium atau daun teh dalam teh pelangsing mengandung kafein sekira 1-2,5% yang bisa mendorong aktivitas dan teofilin yang berfungsi sebagai bahan pelancar air seninya. Tambahan sediaan lainnya di antaranya Kayu Rapat atau Parameni barbata yang menurut buku Tumbuhan Berguna Indonesia, bermanfaat untuk mengerutkan rahim yang membesar dan mencegah rahim melorot. Jadi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan hal melangsingkan tubuh.
Tumbuhan tambahan lainnya biasanya Adas (Foeniculum vulgare) yang dikenal sebagai obat pembuang gas. Menurut J. Kloppenburg dalam bukunya Petunjuk Lengkap Mengenai Tanaman di Indonesia dan Khasiatnya, jika ditambahkan Pulasari (Alyxia stellata), bisa untuk melancarkan air seni.
Sediaan lain yang sering juga ditambahkan adalah daun Jati belanda (Buazuma ulmifolia) yang menurut K. Heyne, jika diminum dua kali sehari selama 1 bulan, bisa untuk melangsingkan tubuh karena bisa meluruhkan lemak.
Kesimpulannya, apa pun obat pelangsing yang Anda pilih hendaknya tidak dikonsumsi dengan serampangan dan sembrono. Konsultasikan dengan tenaga medis sehingga bisa dipantau pekembangannya.
Untuk obat bebas, juga hendaknya dibaca aturan pakainya dengan benar dan jika ragu sebaiknya konsultasikan juga pada orang yang kompeten di bidangnya. Jangan sampai Anda merugi, ingin langsing malahan masuk ke rumah sakit. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Khasiat Jagung Muda
Oleh Muhtadi Puradinata, Dipl. Ing.
(Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-STIKES Cirebon)
ADA anggapan sebagian masyarakat bahwa jagung sebagai makanan rakyat kecil hanya bermanfaat sebagai pengganjal perut atau sebagai pengganti beras (bila harga beras mahal/tidak terjangkau atau di musim paceklik). Padahal sebenarnya, jagung adalah makanan sehat dan berkhasiat bagi manusia, hewan ternak, ayam, burung, dan lainnya.
Apa khasiatnya? Di kalangan pengobatan tradisional, tercatat sebuah resep untuk mengobati luka-luka bekas di kulit tubuh penderita yang ditinggalkan/akibat penyakit morbili atau campak/tampek.
Berdasarkan pengamatan, ternyata luka bekas di kulit itu bisa menjadi mulus kembali atau tidak membekas setelah diobati dengan air pati dari jagung muda.
Untuk mendapatkan sari pati jagung muda, caranya sama seperti cara mendapatkan air santan/pati kelapa, yaitu jagung muda yang biasanya sering disayur itu diparut halus lalu diperas.
Saripati inilah yang dipakai untuk mengobati bekas luka dengan cara mengolesi kulit bekas luka tersebut.
Dari sumber yang menguak disebutkan khasiat tongkol jagung dalam pengobatan tradisional. Direktorat Pengawasan Obat Tradisonal menguatkan pendapat itu. Bahwa tongkol jagung dapat menyembuhkan sakit ginjal. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan Filipina dan penyusun buku ”Air Penyembuh Ajaib” sekaligus seorang Kepala Physical Therapy Department Manila Santitarium and Hospital mengungkapkan, tongkol jagung berkhasiat untuk penyembuhan cystitis akut dan kronik peradangan kantong kemih.
Uji klinis khasiat tongkol jagung telah dilakukan para peneliti dari Chinese Medicinal Material Research Centre, The Chinese University of Hongkong yang membuktikan bahwa rambut jagung mujarab untuk memperlancar keluarnya air seni dan penurunan tekanan darah tinggi.
Cara mendapatkan ramuan untuk melancarkan keluarnya air seni yaitu, rebuslah 50 gr rambut jagung dalam 50 cc air untuk diminum 2 kali sehari. Selain itu, Herminia de Guzman Ladion memberikan ramuan untuk penyakit cytitis akut dan kronik peradangan kandung kemih. Caranya, rebuslah 2 mangkuk rambut jagung muda yang segar dan dirajang dalam 4 gelas air selama 15 menit. Air rebusan tersebut diminum 3 x 1 gelas sehari.
Adanya pembuktian secara ilmiah tentang khasiat tongkol jagung menambah khazanah obat tradisional dari tingkat empirik praktis ke arah ilmiah objektif. Penggunaannya merupakan wahana pelayanan kesehatan masyarakat sehari-hari dan bersifat preventif maupun kuratif. Hal ini sesuai dengan program ”health for all” yang dicanangkan oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia).
Sebuah tongkol jagung muda ataupun tua terdiri atas komponen daun luar, rambut jagung, biji, dan tongkolnya. Masyarakat umumnya sudah mengonsumsi jagung, baik dalam bentuk jagung tua (jagung bakar, rebus) maupun jagung muda (sayur) termasuk sweet corn.(Sumber: Pikiran Rakyat)***
(Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-STIKES Cirebon)
ADA anggapan sebagian masyarakat bahwa jagung sebagai makanan rakyat kecil hanya bermanfaat sebagai pengganjal perut atau sebagai pengganti beras (bila harga beras mahal/tidak terjangkau atau di musim paceklik). Padahal sebenarnya, jagung adalah makanan sehat dan berkhasiat bagi manusia, hewan ternak, ayam, burung, dan lainnya.
Apa khasiatnya? Di kalangan pengobatan tradisional, tercatat sebuah resep untuk mengobati luka-luka bekas di kulit tubuh penderita yang ditinggalkan/akibat penyakit morbili atau campak/tampek.
Berdasarkan pengamatan, ternyata luka bekas di kulit itu bisa menjadi mulus kembali atau tidak membekas setelah diobati dengan air pati dari jagung muda.
Untuk mendapatkan sari pati jagung muda, caranya sama seperti cara mendapatkan air santan/pati kelapa, yaitu jagung muda yang biasanya sering disayur itu diparut halus lalu diperas.
Saripati inilah yang dipakai untuk mengobati bekas luka dengan cara mengolesi kulit bekas luka tersebut.
Dari sumber yang menguak disebutkan khasiat tongkol jagung dalam pengobatan tradisional. Direktorat Pengawasan Obat Tradisonal menguatkan pendapat itu. Bahwa tongkol jagung dapat menyembuhkan sakit ginjal. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan Filipina dan penyusun buku ”Air Penyembuh Ajaib” sekaligus seorang Kepala Physical Therapy Department Manila Santitarium and Hospital mengungkapkan, tongkol jagung berkhasiat untuk penyembuhan cystitis akut dan kronik peradangan kantong kemih.
Uji klinis khasiat tongkol jagung telah dilakukan para peneliti dari Chinese Medicinal Material Research Centre, The Chinese University of Hongkong yang membuktikan bahwa rambut jagung mujarab untuk memperlancar keluarnya air seni dan penurunan tekanan darah tinggi.
Cara mendapatkan ramuan untuk melancarkan keluarnya air seni yaitu, rebuslah 50 gr rambut jagung dalam 50 cc air untuk diminum 2 kali sehari. Selain itu, Herminia de Guzman Ladion memberikan ramuan untuk penyakit cytitis akut dan kronik peradangan kandung kemih. Caranya, rebuslah 2 mangkuk rambut jagung muda yang segar dan dirajang dalam 4 gelas air selama 15 menit. Air rebusan tersebut diminum 3 x 1 gelas sehari.
Adanya pembuktian secara ilmiah tentang khasiat tongkol jagung menambah khazanah obat tradisional dari tingkat empirik praktis ke arah ilmiah objektif. Penggunaannya merupakan wahana pelayanan kesehatan masyarakat sehari-hari dan bersifat preventif maupun kuratif. Hal ini sesuai dengan program ”health for all” yang dicanangkan oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia).
Sebuah tongkol jagung muda ataupun tua terdiri atas komponen daun luar, rambut jagung, biji, dan tongkolnya. Masyarakat umumnya sudah mengonsumsi jagung, baik dalam bentuk jagung tua (jagung bakar, rebus) maupun jagung muda (sayur) termasuk sweet corn.(Sumber: Pikiran Rakyat)***
Karbohidrat & Manusia, Seperti Mobil & Bensin
Oleh achmad surya
(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI)
TENTUNYA kita tahu, pada saat makan, makanan mana yang enak dan mana yang tidak enak sehingga kita dapat memilah dan memilih sesuai dengan selera kita. Akan tetapi, kita harus lebih tahu apa yang terkandung dalam makanan yang akan kita makan. Jangan sampai makanan yang kita makan asal enak saja dan dapat memenuhi nafsu makan kita. Salah satu yang terkandung dalam makanan kita sehari-hari yaitu karbohidrat. Berkat karbohidrat inilah, kita memperoleh tenaga atau energi sehingga kita dapat menjalankan aktivitas hidup seperti berjalan, mengangkat beban, termasuk kegiatan Anda membaca dan berpikir saat ini.
Karbohidrat merupakan senyawa yang terkandung dalam makanan yang tentunya kita harus mengonsumsi makanan tersebut. Makanan ini sama fungsinya seperti halnya bensin yang diperlukan oleh mobil ataupun motor. Namun, karbohidrat ini hanya diperlukan oleh makhluk hidup. Karbohidrat dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita kelompokan menjadi tiga, yaitu:
1. Kelompok monosakarida, seperti glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Kelompok monosakarida ini adalah karbohidrat yang sangat sederhana sehingga tidak dapat diuraikan lagi (dihidrolisi). Oleh karena itu, bila monosakarida ini masuk ke dalam tubuh manusia, akan langsung diserap oleh tubuh yang akhirnya akan menghasilkan energi bagi tubuh kita tanpa melalui penguraian terlebih dahulu.
Contoh makanannya yaitu gula enau (gula merah) dan buah anggur yang mengandung glukosa. Dalam darah manusia yang normal, mengandung glukosa dengan kadar 0,1% dan jika melebihi dari itu orang tersebut menderita diabetes. Galaktosa banyak terdapat dalam air susu, sedangkan fruktosa dikandung oleh buah-buahan (bahasa latin: fructus = buah). Ketiga monosakarida tersebut memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C6H12O6. Senyawa monosakarida ini didapat dengan menghidrolisi disakarida atau polisakarida (di= dua, poli= banyak).
2. Kelompok disakarida, seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa. Contoh makanannya yaitu gula pasir (gula tebu) yang merupakan sukrosa (dalam kehidupan kita sehari-hari sukrosa ini sering kita gunakan saat membuat teh manis). Laktosa terdapat dalam air susu atau susu kaleng untuk makanan bayi, sedangkan maltosa jarang dijumpai di alam dan dapat diperoleh dari hidrolisis persial (sebagian) dari amilum (polisakarida). Karena disakarida ini merupakan gabungan dari dua monosakarida, bila sudah masuk ke dalam tubuh kita akan dihidrolisis (diuraikan). Gabungan dari glukosa dan fruktosa akan menghasilkan sukrosa. Gabungan dari glukosa dan galaktosa menghasilkan laktosa dan gabungan dari dua glukosa menghasilkan maltosa. Disakarida memiliki dua molekul monosakarida dengan rumus molekul C12H22O11.
3. Kelompok polisakarida, seperti selulosa, amilum, dan glikogen. Yang perlu kita ketahui adalah amilum karena amilum ini merupakan makanan yang sering kita konsumsi yang juga disebut pati atau tepung. Masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi (beras) yang merupakan amilum dari padi (oryza sativa). Contoh lain yaitu terigu amilum dari gandum (triticum vulgare), tapioka amilum dari singkong (manihot utilissima), maizena amilum dari jagung, dan hunkwee amilum dari kacang hijau (phaseolus aureus).Kelompok ini merupakan polimer dari monosakarida (gabungan dari banyak monosakarida). Dari ketiga kelompok karbohidrat tersebut, pada umumnya merupakan sumber energi untuk makhluk hidup. Bayangkan saja bila kita tidak dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tentunya tubuh kita ini akan merasa lemas karena tidak adanya energi. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI)
TENTUNYA kita tahu, pada saat makan, makanan mana yang enak dan mana yang tidak enak sehingga kita dapat memilah dan memilih sesuai dengan selera kita. Akan tetapi, kita harus lebih tahu apa yang terkandung dalam makanan yang akan kita makan. Jangan sampai makanan yang kita makan asal enak saja dan dapat memenuhi nafsu makan kita. Salah satu yang terkandung dalam makanan kita sehari-hari yaitu karbohidrat. Berkat karbohidrat inilah, kita memperoleh tenaga atau energi sehingga kita dapat menjalankan aktivitas hidup seperti berjalan, mengangkat beban, termasuk kegiatan Anda membaca dan berpikir saat ini.
Karbohidrat merupakan senyawa yang terkandung dalam makanan yang tentunya kita harus mengonsumsi makanan tersebut. Makanan ini sama fungsinya seperti halnya bensin yang diperlukan oleh mobil ataupun motor. Namun, karbohidrat ini hanya diperlukan oleh makhluk hidup. Karbohidrat dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita kelompokan menjadi tiga, yaitu:
1. Kelompok monosakarida, seperti glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Kelompok monosakarida ini adalah karbohidrat yang sangat sederhana sehingga tidak dapat diuraikan lagi (dihidrolisi). Oleh karena itu, bila monosakarida ini masuk ke dalam tubuh manusia, akan langsung diserap oleh tubuh yang akhirnya akan menghasilkan energi bagi tubuh kita tanpa melalui penguraian terlebih dahulu.
Contoh makanannya yaitu gula enau (gula merah) dan buah anggur yang mengandung glukosa. Dalam darah manusia yang normal, mengandung glukosa dengan kadar 0,1% dan jika melebihi dari itu orang tersebut menderita diabetes. Galaktosa banyak terdapat dalam air susu, sedangkan fruktosa dikandung oleh buah-buahan (bahasa latin: fructus = buah). Ketiga monosakarida tersebut memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C6H12O6. Senyawa monosakarida ini didapat dengan menghidrolisi disakarida atau polisakarida (di= dua, poli= banyak).
2. Kelompok disakarida, seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa. Contoh makanannya yaitu gula pasir (gula tebu) yang merupakan sukrosa (dalam kehidupan kita sehari-hari sukrosa ini sering kita gunakan saat membuat teh manis). Laktosa terdapat dalam air susu atau susu kaleng untuk makanan bayi, sedangkan maltosa jarang dijumpai di alam dan dapat diperoleh dari hidrolisis persial (sebagian) dari amilum (polisakarida). Karena disakarida ini merupakan gabungan dari dua monosakarida, bila sudah masuk ke dalam tubuh kita akan dihidrolisis (diuraikan). Gabungan dari glukosa dan fruktosa akan menghasilkan sukrosa. Gabungan dari glukosa dan galaktosa menghasilkan laktosa dan gabungan dari dua glukosa menghasilkan maltosa. Disakarida memiliki dua molekul monosakarida dengan rumus molekul C12H22O11.
3. Kelompok polisakarida, seperti selulosa, amilum, dan glikogen. Yang perlu kita ketahui adalah amilum karena amilum ini merupakan makanan yang sering kita konsumsi yang juga disebut pati atau tepung. Masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi (beras) yang merupakan amilum dari padi (oryza sativa). Contoh lain yaitu terigu amilum dari gandum (triticum vulgare), tapioka amilum dari singkong (manihot utilissima), maizena amilum dari jagung, dan hunkwee amilum dari kacang hijau (phaseolus aureus).Kelompok ini merupakan polimer dari monosakarida (gabungan dari banyak monosakarida). Dari ketiga kelompok karbohidrat tersebut, pada umumnya merupakan sumber energi untuk makhluk hidup. Bayangkan saja bila kita tidak dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tentunya tubuh kita ini akan merasa lemas karena tidak adanya energi. (Sumber: Pikiran Rakyat)***
Tomat Hasil Kebun Sendiri, Nikmat
Oleh O Bin Ao
DI antara sekian banyak buah-buahan, tomat dapat digolongkan sebagai buah favorit bagi tua dan muda. Bayi sudah dibiasakan m-inum air tomat, remaja putri memanfaatkannya untuk masker kecantikan, sedangkan orang dewasa sering ”mengajak” tomat ikut ber-peran di atas meja makan.
Melihat kegunaannya yang begitu banyak, pastilah kaum ibu yang berurusan dengan tomat ini ingin mencoba menanamnya sendiri di kebun. Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memanfaatkan halaman rumah, tak ada salahnya Anda menanam tomat ini sebagai penyegar rasa.
Tanah yang sehat
Tomat yang dikenal dengan nama Latin Solanum lycopersicum itu, tumbuh di dataran rendah maupun pegunungan. Perbedaan hawa pegunungan yang segar menyejukkan dengan dataran rendah yang panas terik, menghasilkan ukuran buah tomat yang berlainan. Tomat gunung cenderung lebih segar dan lebih besar dari pada tomat dataran rendah.
Menanam tomat dapat langsung di tanah atau dalam pot, tergantung pada ukuran halaman rumah Anda. Tanah yang telah dipersiapkan lebih dahulu merupakan faktor terpenting dalam menanam buah yang kaya vitamin ini. Yang diperlukan adalah tanah yang sehat, baik untuk yang ditanam langsung di tanah maupun dalam pot.
Tanah yang sehat yaitu tanah yang bebas penyakit tanaman. Caranya, mula-mula, cangkullah sebidang tanah dalam-dalam, gemburkan dengan air banyak-banyak. Biarkan disinar matahari dan bolak-baliklah berkali-kali. Dengan demikian setiap partikel tanah tertimpa sinar matahari yang sanggup membunuh kuman-kuman penyakit tanaman.
Selanjutnya, beri ”vitamin” tanah alias pupuk. Untuk lebih menyehatkan tanah, disarankan agar mempergunakan pupuk kandang. Dengan perbandingan 1:2 untuk pupuk kandang dan tanah serta aduklah hingga tercampur rata. Selain menyuburkan, pupuk ini bisa meng-gemburkan tanah. Ada baiknya dicampur lagi dengan abu dapur yang mengandung Kalium dan Fosfor yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Abu dapur ini juga dapat membunuh hama atau ulat yang terbawa dalam pupuk kandang itu.
Bisa dalam pot
Beruntung jika Anda mempunyai halaman luas untuk menanam tomat. Namun jangan berkecil hati apabila luas halaman Anda tak memungkinkan, karena masih ada jalan keluar yakni bisa menanamnya dalam pot.
Bermacam-mcam pot dapat Anda pergunakan untuk menanam tomat. Dari kaleng-kaleng bekas yang sudah dilengkapi cukup banyak lubang di bawahnya, atau pot tanah yang banyak dijual di pasaran.
Khusus untuk menanam dalam pot, selain tanah sehat yang sudah diolah tadi, juga harus memerhatikan susunan dalam pot. Pada dasar pot, letakkan pecahan genting/bata setinggi kurang lebih 2-3 cm. Usahakan agar lubang pot tidak tertutup. Pecahan genting/batu bata ini gunanya untuk mengatur penyerapan air (drainage). Di atas pecahan genting/batu bata tersebut, taruhlah selapis lagi serutan kayu setinggi 2-3 cm pula. Terakhir, masukkan tanah sehat yang sudah diolah.
Menyemaikan bibit
Untuk mendapatkan buah tomat yang bermutu, maka harus menyemaikan bibitnya terlebih dahulu di sebuah ”transit” sementara. Tempat ”transit” itu terbuat dari peti, berupa kayu yang diisi tanah sehat, ditempatkan di sebuah peti untuk memudahkan pemindahannya. Tempat itu tidak boleh mandi matahari terus-menerus dan tidak juga tersiram air hujan.
Untuk memilih bibit yang baik, tentu harus mengambil bibit yang baik pula. Selain buah yang segar, sehat, dan sempurna —dalam arti tak berlubang— buah itu harus cukup masak. Keluarkan bijinya dan taburkan di tanah persemaian dengan memilih waktu di akhir musim hujan.
Perlu diingat, tanaman tomat betah hidup di tanah yang gembur dan basah. Maka, semasa persemaian ini, kelembaban tanah harus tetap terjaga dengan menyiramnya secara teratur. Setelah satu bulan, tunas-tunas muda mulai tumbuh. Pilihlah mana yang bisa masuk ”final”, yaitu tunas yang tumbuh subur dan batang kuat. Tanamlah tunas pilihan tadi dalam ”penyapihan bibit”.
Di tempat ”transit” terakhir ini, tanaman muda itu ditanam dengan jarak 5 cm. Tiga minggu kemudian, setelah tanaman muda tersebut mencapai tinggi 10 cm, bisa dipindahkan ke tempat pemukiman resmi, bisa ke halaman atau ke dalam pot.
Kapling resmi
Hati-hati memindahkan tunas-tunas ini jangan asal tarik. Usahakan akar-akarnya jangan sampai terputus. Untuk memudahkan pencabutan tunas, gemburkan dulu tanah tempat tunas itu dengan menyiramkan air terlebih dahulu.
Usahakan agar tanah dari dari kapling sementara itu masih ”menyelubungi” akar muda yang masih lemah. Setelah tanaman muda ini mulai tumbuh, sediakan lanjaran atau penopang untuk merambatkan batang tanaman. Lanjaran itu dapat berbentuk bambu yang ditancapkan dengan jarak 15-10 cm dari batang tanaman. Demikian juga halnya dengan yang ditanam dalam pot, harus dilengkapi dengan tiang penopang.
Mengingat tanaman ini paling senang air, jadi jangan sampai tanahnya mengering karena akan mengakibatkan pohon ini mati merana. Untuk menjaga kelembaban tanah, dapat meletakkan timbunan jerami atau tumpukan daun kering di atas tanah sekitar tanaman. Dengan demikian, sinar matahari terik pun akan tidak banyak berpengaruh buruk pada tanaman ini.
Perawatan yang teratur
Setelah tanaman muda itu tumbuh membesar, jangan sekali-kali lalai melakukan pemangkasan. Ini harus dilakukan demi menjaga agar pertumbuhannya tak kerdil dan buahnya sedikit. Untuk mendapatkan buah yang baik, jangan biarkan terlalu banyak bunga tumbuh di sana. Cukup sebanyak 4 atau 5 kuntum pada satu tangkai.
Sebagai vitamin, pupuk juga diperlukan termasuk dalam menanam tomat. Pada saat menghasilkan buah yang pertama, berikan pupuk natrium untuk merangsang pertumbhan buah. Lakukan pemupukan dengan teratur (sebulan sekali) agar kesuburan tanaman tetap terpelihara.
Pemberantasan hama merupakan hal yang tak bisa diremehkan. Mulai dari bekicot, serangga sampai penyakit tanaman lain, bisa saja sewaktu-waktu datang menyerang. Hal ini jangan sampai kecolongan.
Dalam waktu tiga bulan, buah yang dinanti bisa segera dipetik. Harus diusahakan dalam memanen buah tomat ini, dalam keadaan belum terlalu masak. Juga memetiknya harus hati-hati, agar batangnya tak sampai terkulai di tanah. Selamat mencoba!(Sumber: Pikiran Rakyat)***
DI antara sekian banyak buah-buahan, tomat dapat digolongkan sebagai buah favorit bagi tua dan muda. Bayi sudah dibiasakan m-inum air tomat, remaja putri memanfaatkannya untuk masker kecantikan, sedangkan orang dewasa sering ”mengajak” tomat ikut ber-peran di atas meja makan.
Melihat kegunaannya yang begitu banyak, pastilah kaum ibu yang berurusan dengan tomat ini ingin mencoba menanamnya sendiri di kebun. Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memanfaatkan halaman rumah, tak ada salahnya Anda menanam tomat ini sebagai penyegar rasa.
Tanah yang sehat
Tomat yang dikenal dengan nama Latin Solanum lycopersicum itu, tumbuh di dataran rendah maupun pegunungan. Perbedaan hawa pegunungan yang segar menyejukkan dengan dataran rendah yang panas terik, menghasilkan ukuran buah tomat yang berlainan. Tomat gunung cenderung lebih segar dan lebih besar dari pada tomat dataran rendah.
Menanam tomat dapat langsung di tanah atau dalam pot, tergantung pada ukuran halaman rumah Anda. Tanah yang telah dipersiapkan lebih dahulu merupakan faktor terpenting dalam menanam buah yang kaya vitamin ini. Yang diperlukan adalah tanah yang sehat, baik untuk yang ditanam langsung di tanah maupun dalam pot.
Tanah yang sehat yaitu tanah yang bebas penyakit tanaman. Caranya, mula-mula, cangkullah sebidang tanah dalam-dalam, gemburkan dengan air banyak-banyak. Biarkan disinar matahari dan bolak-baliklah berkali-kali. Dengan demikian setiap partikel tanah tertimpa sinar matahari yang sanggup membunuh kuman-kuman penyakit tanaman.
Selanjutnya, beri ”vitamin” tanah alias pupuk. Untuk lebih menyehatkan tanah, disarankan agar mempergunakan pupuk kandang. Dengan perbandingan 1:2 untuk pupuk kandang dan tanah serta aduklah hingga tercampur rata. Selain menyuburkan, pupuk ini bisa meng-gemburkan tanah. Ada baiknya dicampur lagi dengan abu dapur yang mengandung Kalium dan Fosfor yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Abu dapur ini juga dapat membunuh hama atau ulat yang terbawa dalam pupuk kandang itu.
Bisa dalam pot
Beruntung jika Anda mempunyai halaman luas untuk menanam tomat. Namun jangan berkecil hati apabila luas halaman Anda tak memungkinkan, karena masih ada jalan keluar yakni bisa menanamnya dalam pot.
Bermacam-mcam pot dapat Anda pergunakan untuk menanam tomat. Dari kaleng-kaleng bekas yang sudah dilengkapi cukup banyak lubang di bawahnya, atau pot tanah yang banyak dijual di pasaran.
Khusus untuk menanam dalam pot, selain tanah sehat yang sudah diolah tadi, juga harus memerhatikan susunan dalam pot. Pada dasar pot, letakkan pecahan genting/bata setinggi kurang lebih 2-3 cm. Usahakan agar lubang pot tidak tertutup. Pecahan genting/batu bata ini gunanya untuk mengatur penyerapan air (drainage). Di atas pecahan genting/batu bata tersebut, taruhlah selapis lagi serutan kayu setinggi 2-3 cm pula. Terakhir, masukkan tanah sehat yang sudah diolah.
Menyemaikan bibit
Untuk mendapatkan buah tomat yang bermutu, maka harus menyemaikan bibitnya terlebih dahulu di sebuah ”transit” sementara. Tempat ”transit” itu terbuat dari peti, berupa kayu yang diisi tanah sehat, ditempatkan di sebuah peti untuk memudahkan pemindahannya. Tempat itu tidak boleh mandi matahari terus-menerus dan tidak juga tersiram air hujan.
Untuk memilih bibit yang baik, tentu harus mengambil bibit yang baik pula. Selain buah yang segar, sehat, dan sempurna —dalam arti tak berlubang— buah itu harus cukup masak. Keluarkan bijinya dan taburkan di tanah persemaian dengan memilih waktu di akhir musim hujan.
Perlu diingat, tanaman tomat betah hidup di tanah yang gembur dan basah. Maka, semasa persemaian ini, kelembaban tanah harus tetap terjaga dengan menyiramnya secara teratur. Setelah satu bulan, tunas-tunas muda mulai tumbuh. Pilihlah mana yang bisa masuk ”final”, yaitu tunas yang tumbuh subur dan batang kuat. Tanamlah tunas pilihan tadi dalam ”penyapihan bibit”.
Di tempat ”transit” terakhir ini, tanaman muda itu ditanam dengan jarak 5 cm. Tiga minggu kemudian, setelah tanaman muda tersebut mencapai tinggi 10 cm, bisa dipindahkan ke tempat pemukiman resmi, bisa ke halaman atau ke dalam pot.
Kapling resmi
Hati-hati memindahkan tunas-tunas ini jangan asal tarik. Usahakan akar-akarnya jangan sampai terputus. Untuk memudahkan pencabutan tunas, gemburkan dulu tanah tempat tunas itu dengan menyiramkan air terlebih dahulu.
Usahakan agar tanah dari dari kapling sementara itu masih ”menyelubungi” akar muda yang masih lemah. Setelah tanaman muda ini mulai tumbuh, sediakan lanjaran atau penopang untuk merambatkan batang tanaman. Lanjaran itu dapat berbentuk bambu yang ditancapkan dengan jarak 15-10 cm dari batang tanaman. Demikian juga halnya dengan yang ditanam dalam pot, harus dilengkapi dengan tiang penopang.
Mengingat tanaman ini paling senang air, jadi jangan sampai tanahnya mengering karena akan mengakibatkan pohon ini mati merana. Untuk menjaga kelembaban tanah, dapat meletakkan timbunan jerami atau tumpukan daun kering di atas tanah sekitar tanaman. Dengan demikian, sinar matahari terik pun akan tidak banyak berpengaruh buruk pada tanaman ini.
Perawatan yang teratur
Setelah tanaman muda itu tumbuh membesar, jangan sekali-kali lalai melakukan pemangkasan. Ini harus dilakukan demi menjaga agar pertumbuhannya tak kerdil dan buahnya sedikit. Untuk mendapatkan buah yang baik, jangan biarkan terlalu banyak bunga tumbuh di sana. Cukup sebanyak 4 atau 5 kuntum pada satu tangkai.
Sebagai vitamin, pupuk juga diperlukan termasuk dalam menanam tomat. Pada saat menghasilkan buah yang pertama, berikan pupuk natrium untuk merangsang pertumbhan buah. Lakukan pemupukan dengan teratur (sebulan sekali) agar kesuburan tanaman tetap terpelihara.
Pemberantasan hama merupakan hal yang tak bisa diremehkan. Mulai dari bekicot, serangga sampai penyakit tanaman lain, bisa saja sewaktu-waktu datang menyerang. Hal ini jangan sampai kecolongan.
Dalam waktu tiga bulan, buah yang dinanti bisa segera dipetik. Harus diusahakan dalam memanen buah tomat ini, dalam keadaan belum terlalu masak. Juga memetiknya harus hati-hati, agar batangnya tak sampai terkulai di tanah. Selamat mencoba!(Sumber: Pikiran Rakyat)***
Macam-macam Fobia dan Penanggulangannya
Oleh Handri
KETIKA seekor kucing melintas di hadapan Anda, tiba-tiba saja keringat dingin membasahi sekujur tubuh Anda. Tanpa alasan, Anda merasa sangat ketakutan dan berusaha menghindari kucing itu. Apakah karena Anda tidak suka kucing?
Bukan, hal seperti itu jelas menunjukkan bahwa Anda mengalami fobia terhadap kucing. Menurut Felix Lim, seorang konsultan lulusan Australia yang bekerja di Apllied Psychology Singapura, seseorang dikatakan menderita fobia saat mereka berupaya menghindari suatu objek, situasi, atau aktivitas yang mereka takuti. Orang itu bertindak tanpa pemikiran. Tanpa ia sadari, wajahnya memucat, napas terengah-engah, dan seakan sulit menggerakkan tubuhnya.
Ada tiga tipe utama fobia:
1. Fobia spesifik (fobia terhadap binatang, ketinggian, atau penerbangan dengan pesawat)
2. Fobia sosial (takut untuk berbicara atau makan di tempat umum)
3. Agorafobia (fobia terhadap ruang terbuka atau tertutup, takut berada di ruangan lapang atau sempit)
Di antara sekian banyak jenis fobia spesifik, ada 10 jenis fobia yang tidak masuk akal (aneh), yaitu Gamafobia (fobia terhadap pernikahan), Pentherafobia (takut pada ibu mertua), Alliumfobia (fobia terhadap bawang putih), Arachibutyrofobia (takut bila selai kacang menempel pada langit-langit mulut), Coulrofobia (takut pada badut), Konifobia (takut pada debu), Peladofobia (takut pada orang botak), Gynefobia (takut pada wanita), Leukofobia (fobia terhadap warna putih), serta Panofobia (takut pada semua hal).
Gejala fobia dapat dialami seseorang kapan saja (pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa). Fobia bisa diderita oleh siapa saja, bahkan bintang-bintang Hollywood pun ada yang mengalaminya. Pierce Brosnan misalnya, pemeran agen rahasia James Bond yang gagah berani ini ternyata takut bila berada di ruangan sempit. Jennifer Aniston, kekasih Brad Pitt yang namanya meroket lewat serial televisi ”Friends” selalu merasa takut bila naik pesawat terbang.
Ketakutan terhadap sesuatu tanpa alasan yang masuk akal ini terkadang membuat penderitanya merasa malu. Tidak usah khawatir, fobia dapat disembuhkan, namun semuanya bergantung pada kemauan dan usaha si penderita itu sendiri. Hal berikut mungkin dapat membantu:
Berusaha Menolong Diri Sendiri
1. Bicarakan Fobia Anda pada Orang Lain
Dr. Hoili Lim, konsultan psikologi RS Adam Road Singapura menyarankan untuk membicarakan fobia yang Anda derita pada teman-teman atau keluarga sehingga mereka dapat membantu menangani masalah fobia Anda. Bila mungkin, bicaralah pada orang yang pernah mengalami fobia yang sama dan orang itu telah berhasil mengatasinya. Setidaknya dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang pernah menderita fobia seperti itu.
2. Baca Buku-buku tentang Cara Mengatasi Fobia
Bagi mereka yang mengalami fobia sosial, telah banyak buku-buku berisikan tips mengatasi sendiri fobia tersebut. Anda dapat mencari buku-buku dan perlengkapan penanggulangan fobia yang lengkap dan terperinci di situs www.anxieties.com. Dalam buku-buku di situs tersebut diterangkan metode bertahap untuk mengatasi fobia beserta detailnya.
3. Kuatkan Sugesti Anda
Bila Anda mulai panik saat menghadapi sesuatu yang ditakuti, cobalah hal berikut:
- Cari tempat sepi dan nyaman.
- Tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan pikiran. Cobalah untuk santai, tutup mata, dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan.
- Katakan pada diri Anda bahwa Anda tidak akan dapat dikendalikan oleh rasa takut terhadap situasi atau objek apa pun.
- Terus-menerus yakinkan diri bahwa objek yang ditakuti itu sebenarnya tidak berbahaya.
Hal-hal diatas dapat membantu Anda dalam melatih diri untuk tetap tenang saat menghadapi sesuatu yang ditakuti. Yang terpenting adalah terus berusaha dan jangan menyerah.
Carilah Bantuan
Beberapa orang selalu menghindari objek atau situasi yang mereka takuti. Yang lain justru berusaha mengatasinya dengan berbagai cara. Bila Anda sudah merasa stres dan tertekan akibat fobia yang Anda alami, Anda harus mencari bantuan psikologis dan medis. Mungkin Anda memerlukan obat penenang untuk mengurangi rasa takut saat menghadapi objek yang Anda takuti.
Agorafobia merupakan jenis fobia yang paling parah. Penderitanya dapat saja merasa takut untuk ke luar rumah. Mereka memerlukan bantuan ahli untuk mengatasi fobianya karena hidup mereka menjadi terbatasi.
Jangan malu-malu untuk berbicara dengan para ahli karena mereka dapat membantu Anda keluar dari masalah fobia dengan beberapa metode:
1. Desensitisasi Sistematis
Dalam metode ini, penderita fobia secara bertahap dihadapkan dengan objek yang mereka takuti. Bila mereka takut anjing, pertama-tama mereka akan diminta memikirkan seekor anjing sambil diajari teknik-teknik relaksasi untuk tetap tenang menghadapinya. Dalam tiga tahap berikutnya, dilakukan hal yang sama dengan tingkatan berbeda.
Pada tahap kedua, penderita akan diperlihatkan foto/gambar seekor anjing, kemudian pada tahap berikutnya mereka dihadapkan dengan model anjing (patung/boneka/robot). Di tahap akhir, mereka baru akan dihadapkan dengan anjing betulan. Bila pada satu tahap mereka belum dapat mengatasi rasa takutnya, mereka dapat kembali ke tahap sebelumnya.
2. ”Cognitive Behaviour Therapy”
Di sini penderita dibantu untuk mengubah pola pikir mereka dan melatih pemikiran untuk menyadari bahwa tidak ada yang perlu ditakuti. Penderita diajari untuk mengoreksi dugaan-dugaan irasional dan menggantinya dengan pikiran positif. Mereka juga akan belajar mengulas pemikiran untuk mencari titik yang memicu ketakutan mereka terhadap sesuatu.
3. ”Hypnosis”
Tidak semua orang dapat dibantu dengan cara ini. Metode ini hanya ditawarkan setelah pengujian yang cermat. Dengan hypnosis, penderita dibawa kembali pada saat pertama kali mengalami trauma. Kemudian, mereka diberi tahu bahwa hal itu sudah berlalu dan kini mereka berada di tempat yang aman. Penderita juga diajarkan untuk fokus pada hal-hal positif. (Sumber: Pikiran Rakyat/SWW).***
KETIKA seekor kucing melintas di hadapan Anda, tiba-tiba saja keringat dingin membasahi sekujur tubuh Anda. Tanpa alasan, Anda merasa sangat ketakutan dan berusaha menghindari kucing itu. Apakah karena Anda tidak suka kucing?
Bukan, hal seperti itu jelas menunjukkan bahwa Anda mengalami fobia terhadap kucing. Menurut Felix Lim, seorang konsultan lulusan Australia yang bekerja di Apllied Psychology Singapura, seseorang dikatakan menderita fobia saat mereka berupaya menghindari suatu objek, situasi, atau aktivitas yang mereka takuti. Orang itu bertindak tanpa pemikiran. Tanpa ia sadari, wajahnya memucat, napas terengah-engah, dan seakan sulit menggerakkan tubuhnya.
Ada tiga tipe utama fobia:
1. Fobia spesifik (fobia terhadap binatang, ketinggian, atau penerbangan dengan pesawat)
2. Fobia sosial (takut untuk berbicara atau makan di tempat umum)
3. Agorafobia (fobia terhadap ruang terbuka atau tertutup, takut berada di ruangan lapang atau sempit)
Di antara sekian banyak jenis fobia spesifik, ada 10 jenis fobia yang tidak masuk akal (aneh), yaitu Gamafobia (fobia terhadap pernikahan), Pentherafobia (takut pada ibu mertua), Alliumfobia (fobia terhadap bawang putih), Arachibutyrofobia (takut bila selai kacang menempel pada langit-langit mulut), Coulrofobia (takut pada badut), Konifobia (takut pada debu), Peladofobia (takut pada orang botak), Gynefobia (takut pada wanita), Leukofobia (fobia terhadap warna putih), serta Panofobia (takut pada semua hal).
Gejala fobia dapat dialami seseorang kapan saja (pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa). Fobia bisa diderita oleh siapa saja, bahkan bintang-bintang Hollywood pun ada yang mengalaminya. Pierce Brosnan misalnya, pemeran agen rahasia James Bond yang gagah berani ini ternyata takut bila berada di ruangan sempit. Jennifer Aniston, kekasih Brad Pitt yang namanya meroket lewat serial televisi ”Friends” selalu merasa takut bila naik pesawat terbang.
Ketakutan terhadap sesuatu tanpa alasan yang masuk akal ini terkadang membuat penderitanya merasa malu. Tidak usah khawatir, fobia dapat disembuhkan, namun semuanya bergantung pada kemauan dan usaha si penderita itu sendiri. Hal berikut mungkin dapat membantu:
Berusaha Menolong Diri Sendiri
1. Bicarakan Fobia Anda pada Orang Lain
Dr. Hoili Lim, konsultan psikologi RS Adam Road Singapura menyarankan untuk membicarakan fobia yang Anda derita pada teman-teman atau keluarga sehingga mereka dapat membantu menangani masalah fobia Anda. Bila mungkin, bicaralah pada orang yang pernah mengalami fobia yang sama dan orang itu telah berhasil mengatasinya. Setidaknya dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang pernah menderita fobia seperti itu.
2. Baca Buku-buku tentang Cara Mengatasi Fobia
Bagi mereka yang mengalami fobia sosial, telah banyak buku-buku berisikan tips mengatasi sendiri fobia tersebut. Anda dapat mencari buku-buku dan perlengkapan penanggulangan fobia yang lengkap dan terperinci di situs www.anxieties.com. Dalam buku-buku di situs tersebut diterangkan metode bertahap untuk mengatasi fobia beserta detailnya.
3. Kuatkan Sugesti Anda
Bila Anda mulai panik saat menghadapi sesuatu yang ditakuti, cobalah hal berikut:
- Cari tempat sepi dan nyaman.
- Tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan pikiran. Cobalah untuk santai, tutup mata, dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan.
- Katakan pada diri Anda bahwa Anda tidak akan dapat dikendalikan oleh rasa takut terhadap situasi atau objek apa pun.
- Terus-menerus yakinkan diri bahwa objek yang ditakuti itu sebenarnya tidak berbahaya.
Hal-hal diatas dapat membantu Anda dalam melatih diri untuk tetap tenang saat menghadapi sesuatu yang ditakuti. Yang terpenting adalah terus berusaha dan jangan menyerah.
Carilah Bantuan
Beberapa orang selalu menghindari objek atau situasi yang mereka takuti. Yang lain justru berusaha mengatasinya dengan berbagai cara. Bila Anda sudah merasa stres dan tertekan akibat fobia yang Anda alami, Anda harus mencari bantuan psikologis dan medis. Mungkin Anda memerlukan obat penenang untuk mengurangi rasa takut saat menghadapi objek yang Anda takuti.
Agorafobia merupakan jenis fobia yang paling parah. Penderitanya dapat saja merasa takut untuk ke luar rumah. Mereka memerlukan bantuan ahli untuk mengatasi fobianya karena hidup mereka menjadi terbatasi.
Jangan malu-malu untuk berbicara dengan para ahli karena mereka dapat membantu Anda keluar dari masalah fobia dengan beberapa metode:
1. Desensitisasi Sistematis
Dalam metode ini, penderita fobia secara bertahap dihadapkan dengan objek yang mereka takuti. Bila mereka takut anjing, pertama-tama mereka akan diminta memikirkan seekor anjing sambil diajari teknik-teknik relaksasi untuk tetap tenang menghadapinya. Dalam tiga tahap berikutnya, dilakukan hal yang sama dengan tingkatan berbeda.
Pada tahap kedua, penderita akan diperlihatkan foto/gambar seekor anjing, kemudian pada tahap berikutnya mereka dihadapkan dengan model anjing (patung/boneka/robot). Di tahap akhir, mereka baru akan dihadapkan dengan anjing betulan. Bila pada satu tahap mereka belum dapat mengatasi rasa takutnya, mereka dapat kembali ke tahap sebelumnya.
2. ”Cognitive Behaviour Therapy”
Di sini penderita dibantu untuk mengubah pola pikir mereka dan melatih pemikiran untuk menyadari bahwa tidak ada yang perlu ditakuti. Penderita diajari untuk mengoreksi dugaan-dugaan irasional dan menggantinya dengan pikiran positif. Mereka juga akan belajar mengulas pemikiran untuk mencari titik yang memicu ketakutan mereka terhadap sesuatu.
3. ”Hypnosis”
Tidak semua orang dapat dibantu dengan cara ini. Metode ini hanya ditawarkan setelah pengujian yang cermat. Dengan hypnosis, penderita dibawa kembali pada saat pertama kali mengalami trauma. Kemudian, mereka diberi tahu bahwa hal itu sudah berlalu dan kini mereka berada di tempat yang aman. Penderita juga diajarkan untuk fokus pada hal-hal positif. (Sumber: Pikiran Rakyat/SWW).***
Langganan:
Postingan (Atom)